Hidayatullah.com—Seorang pria Israel berusia 26 tahun tewas setelah seorang pria bersenjata melakukan serangan penembakan di Kota Tua Yerusalem .
Orang yang tewas itu bernama Eliyahu David Kay, seorang imigran baru dari Afrika Selatan yang bekerja sebagai pemandu di Tembok Barat. Pihak berwenang mengoreksi usia korban yang telah mereka laporkan sebelumnya.
Empat orang lainnya – di antaranya seorang pria yang kondisinya digambarkan serius – terluka dalam insiden itu, yang terjadi pada Ahad pagi di dekat pintu masuk Al-Silsila menuju kompleks Masjid al-Aqsha, yang juga dikenal sebagai Temple Mount.
Penyerang, yang menggunakan senjata otomatis improvisasi yang umumnya dikenal sebagai Carlo, kata polisi, ditembak mati oleh petugas polisi di tempat kejadian. Menteri Keamanan Publik Israel Omar Bar Lev mengatakan pria bersenjata itu berasal dari lingkungan Shuafat di Yerusalem timur dan anggota sayap politik Hamas.
Hamas mengeluarkan pernyataan yang mengidentifikasi penyerang sebagai Fadi Abu Shkaydam, menyebutnya sebagai martir heroik dan menggambarkannya sebagai pemimpin lokal gerakan tersebut. Dikatakan serangan itu adalah “tanggapan terhadap upaya untuk menodai Masjid Al-Aqsha.”
Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengatakan kepada menteri pemerintah penjajah berdoa untuk pemulihan yang terluka dan telah menginstruksikan pasukan keamanan untuk mempersiapkan kemungkinan “serangan tiruan.”
“Kita harus waspada dan mencegah serangan di masa depan,” katanya pada awal pertemuan mingguan Kabinet.
Dalam perkembangan terpisah hari Ahad, polisi mengatakan mereka memperlakukan insiden penusukan di kota Jaffa sebagai kemungkinan terorisme. Seorang pria berusia 67 tahun terluka sedang, kata polisi, setelah ditikam oleh orang tak dikenal yang kemudian melarikan diri.
“Temuan dari penyelidikan awal memperkuat kecurigaan bahwa itu dilakukan karena alasan nasionalis,” kata laporan polisi dikutip CNN.
Empat hari lalu, seorang warga Palestina berusia 16 tahun ditembak mati setelah melakukan serangan penikaman terhadap dua polisi perbatasan Israel di Kota Tua, kata polisi.
Menurut media ‘Israel’, peristiwa penembakan itu terjadi di kawasan Bab as-Silsila yang mengarah ke Masjidil Aqsha. Kedua pemukim terluka oleh tembakan Palestina dan dibawa ke rumah sakit untuk perawatan.
Salah satu dari mereka, berusia 30-an, menderita cedera kepala dan meninggal karena luka-lukanya. Pemukim lainnya, 46 tahun, masih dalam kondisi serius. Dua petugas polisi Israel, berusia 30 dan 31 tahun, juga terluka ringan akibat pecahan peluru.
Media Ibrani mengklaim bahwa seorang warga Palestina lainnya melarikan diri setelah dia mencoba menikam petugas polisi di daerah itu, tetapi laporan berita lain mengatakan pria bersenjata itu bertindak sendiri dan insiden itu masih dalam penyelidikan.
Akibatnya kasus ini, polisi Israel menutup pintu dan gerbang Masjid Aqsha dan mengevakuasi pemukim Yahudi. Jamaah Muslim dan karyawan Wakaf Islam Al Aqsha juga dipaksa meninggalkan masjid.
Tindakan polisi lainnya diambil di Kota Tua dan lingkungan Palestina di sekitarnya, termasuk penutupan jalan dan penggerebekan di rumah-rumah. Martir Palestina, yang mengenakan pakaian Yahudi ultra-Ortodoks, diidentifikasi sebagai Fadi Abu Shakhedem dari Yerusalem timur.
Hamas mengeluarkan pernyataan dan menyebut Fadi Abu Shakhedem sebagai martir heroik dan menggambarkannya sebagai pemimpin lokal gerakan tersebut. Menurut Hamas, tindakam ini adalah “tanggapan terhadap upaya untuk menodai Masjid Al Aqsha.”*