Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

Bermula dari Motor Mogok

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 Maret 2011 11:41 11:41 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 Maret 2011 11:41
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Rekan saya Yadin Burhanudin, telah lima tahun mengidap penyakit gangguan ginjal. Dua kali seminggu harus melakukan cuci darah. Dia bersyukur biayanya didapatkan dari Jaminan Kesehatan Masyarakat atau Jamkesmas. Setelah sekian lama menjadi reporter di dua stasiun radio swasta, kini ia bekerja sebagai divisi penjaulan di MQFM, radio milik Aa Gym di wilayah Gegerkalong Girang, Kota Bandung.

Jumat pagi itu, dirinya hendak bekerja dan biasanya menggunakan motor. Sekitar 45 menit ia pergi menuju tempat kerjanya. Karena kondisi tubuhnya yang tidak sesehat seperti dulu, ia pun biasanya menjalankan motor tidak begitu cepat. Katanya, yang penting sampai dan bisa menjalankan aktivitas hariannya. Tetapi apa yang terjadi, motornya tiba-tiba mogok.

Melihat kondisi demikian, ia langsung menelepon sahabatnya yang bekerja sebagai montir. Tidak lama orang yang dia panggil datang untuk membawa motor. Yadin tentu saja tidak mungkin bekerja karena kalaupun menggunakan angkutan kota, tentu saja ia akan terlambat. Maka ia putuskan minta izin kepada pimpinan di tempat kerjanya. Ia tak mengeluh walaupun tentu saja untuk mengusir ketidak pastiannya, ia harus melakukan sesuatu yang bermanfaat.

Dulu, sesungguhnya Yadin adalah penulis yang cukup produktif, namun karena mengidap gangguan ginjal maka kebiasaan itu ditinggalkannya dan selama lima tahun itu tak pernah menyentuh komputer untuk menuangkan pemikirannya.

Tapi pagi itu, ia ingin mencoba menulis lagi. Dirinya terpacu dengan ucapan Ketua Umum Muhammadiyah, Din Syamsudin, bahwa banyak persoalan bangsa di negeri ini dan umat Islam sebagai mayoritas ternyata belum mampu mengatasi persoalan tersebut. Saat itu adalah beberapa hari menjelang Muktamar Persatuan Islam (PERSIS) XIV di Tasikmalaya. Pikirnya, mengapa tidak menuliskan Muktamar itu dan solusi mengatasi masalah bangsa.

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

Tiba-tiba sebuah SMS masuk ke handphone saya. Isinya, ”Kang Deffy, kalau kirim naskah ke media terbesar di Jawa Barat baiknya dikirim langsung ke redaksinya atau via email?” Saya membalasnya dengan singkat, ”Email saja melalui alamat…”. SMS baru masuk lagi. ”Syukron, Kang.”

Persahabatan saya dengannnya cukup akrab karena pernah sama-sama menyusun buku. Akan tetapi karena sakit, ia tak pernah menulis lagi. Dia pun saya kenal sebagai dosen di Sekolah Tinggi Islam Persatuan Islam (STAIPI) di Ciganitri, Kabupaten Bandung. Sehingga tentu saja daya analisanya masih kuat. Walaupun sudah lama tidak menulis,Yadin memberanikan diri mengirimkan tulisannya di rubrik opini agar dapat dibaca oleh khalayak.

Alhamdulillah, menjelang akhir Muktamar PERSIS di Tasikmalaya itu, tulisannya dimuat dan ia pun mengirim SMS. “Kang seratan Abdi dimuat. Nuhun bantosanana,” (Kang tulisan saya dimuat. Terima kasih atas bantuannya) Saya yang menerima kabar itu mengucap alhamdulillah sebab sejak lama saya selalu mendorongnya untuk menulis tetapi tak pernah dilakukannya karena sakit ginjal yang dideritanya itu.

Saat saya bersilaturahmi dengannya, Yadin mengatakan dua hal yang saya dapatkan dari peristiwa itu.

Pertama, kepada Allah kita tak boleh suudzon dengan apa yang diberikan oleh-Nya kepada kita dan kedua, hikmah dari motor yang mogok ternyata mampu mendorong dirinya untuk menulis dan ternyata tulisannya baik sehingga dimuat di sebuah media yang banyak dibaca oleh warga Jawa Barat.

Yadin sadar, masih banyak cita-cita yang harus dicapainya terlebih saat ni ia sudah dikarunai satu orang puteri yang duduk di kelas 1 SD. Walaupun dengan sakit seperti itu, tak menyurutkannya untuk terus berjuang. Kami berdua selalu menebar optimisme sebab perjuangan kami belum berhenti untuk menjemput rezeki Allah dan mendapatkan hikmah dari segala ketentuan-Nya.*/Seperti diceritakan Yadin Burhanudin kepada Deffy Ruspiyandy

Suara Hidayatullah Edisi Desember 2011

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemimpin Katolik Pakistan Mengutuk Pembakaran al-Quran
Tulisan selanjutnya BROKEN CRUCIFIX, Detik-detik Jatuhnya Tentara Salib

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Berita
18 Juli 2026 09:30
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?