Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Setengah Abad Mencari Halal, Meski Hidup Miskin

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Mei 2013 05:53
Bagikan
Bagikan

GUYURAN hujan masih membekas di atas dedaunan taman, pagar, dan beberapa batang pohon. Hiruk- pikuk kendaraan yang melintasi Jalan Ngagel Surabaya tak membuat kenyamanannya terganggu. Ia duduk santai  di atas kendaraan roda tiganya, sambil sesekali menengadah ke atas melihat cerahnya langit pagi yang sedikit tertutupi oleh pekatnya awan cumulonimbus.

Pagi itu belum membuatnya memulai beraktivitas. Becak miliknya masih terparkir diam di dekat pagar pembatas antara sungai dan badan jalan. Di atas pagar besi yang bulat itu, ada baju kos, celana, dan hem yang masih tergeletak basah, miliknya. Pemandangan kehidupan sederhana di pinggir Sungai Kalimas di Jalan Ngagel seperti ini bisa dilihat sehari-hari.

“Saya mandi, mencuci di sungai Kalimas ini setiap hari,” demikian ucap Parman. Menurut pria berusia 79 tahun yang sehari-hari bekerja sebagai tukang becak ini, menarik becak adalah sumber kehidupan satu-satunya yang bisa Ia jalani sehari-hari.

Tak ada tempat tinggal yang tetap baginya, rumah atau kos tak bisa ia sewa, karena pendapatan dari menarik becak hanya bisa di gunakan untuk makan.

“Dari narik becak, kadang dapat sepuluh ribu, dua puluh ribu, cukup untuk buat makan saja, ” katanya kepada hidayatullah.com, Sabtu (19/05/2013).

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Parman yang asli Pasuruan ini mengaku  sudah menjadi penarik becak sejak usia 20 tahun. Ia mengaku sudah tak memiliki keluarga lagi. Meski demikian, hidup di bawah garis kemiskinan ia terima dengan lapang dada. Di wajahnya tak terbesit sedikit pun kekecewaan terhadap hidup yang  lagi Ia jalani sekarang.

Tetap Halal

Hidup di Kota Surabaya yang padat dan susah mendapat pekerjaan, membuatnya mustahil memiliki sebuah tempat tinggal. Karena itu,  becak adalah rumah berjalan baginya. Becak juga menjadi tempat tidur empuk untuk membaringkan punggung tuanya.

“Jika lapar ya cari makan, cari nafkahnya  yang halal,” ucap Parman kalem.

Suka dan duka menjadi penarik becak di Surabaya telah melebur menjadi satu dalam hidupnya. Baginya, tak ada bahagia, tak ada kesedihan. Baginya,  hidup ini cukup mengerjakan yang wajib dilakukan dan mencari nafkah yang halal, untuk bekal menghadap Sang Khalik.

Hidup di atas roda seperti ini, menjadikannya memiliki kegiatan rutin menghindar dari kejaran petugas. Ia berkisah, sering harus kejar-kejaran dengan aparat Satpol PP jika yang sedang razia. Menurut Parman tukang becak dianggap sebagai “penoda kota” yang mengganggu pemandangan dan harus dibersihkan. Ia mengaku kurang memahami sikap orang cerdik-pandai yang tidak pernah mempertanyakan, mengapa ia dan teman-temannya (para penarik becak, red) menjadi seperti ini.

”Hidup di pinggir sungai ini tidak boleh, tapi bagaimana lagi sudah terjepit keadaan. Kalau Satpol PP datang saya pergi, dan kembali lagi setelah mereka pergi,” ungkap, bapak tiga anak ini.

Garis mukanya yang tegas, terpancar ketegaran dalam menjalani dan menghadapi hidup. Meski serba terbatas, sosoknya tak mudah goyah oleh keterbatasan dan kemiskinan. Baginya, ketiadaan materi tak membuatnya keluar dari koridor prinsip mencari yang halal dalam mencari nafkah.

Ia mengaku tidak sendiri dalam menjalani hidup seperti itu. Masih banyak orang-orang seperti dirinya memegang prinsip hidup dengan kuat. Karena bagi mereka hidup ini hanya perjalanan sebentar sebelum meniti perjalanan hidup yang abadi.

“Hidup di dunia ini hanya tempat persinggahan sementara sebelum menetap kekal dalam kehidupan akhirat. Hidup ini bukanlah tempat memungut materi  semata, karena ketika meninggal hanya amal yang bisa dibawa, bukan harta hasil korupsi,” tambahnya.* /Samsul Bahri

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:halalold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ini Alasan Kenapa “Israel” Sewot dengan Sidang Mavi Marmara
Tulisan selanjutnya Maksimalkan Pendidikan Shalat Anakmu!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?