Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Copet di Eropa Katanya Lebih “Canggih” dari Copet di Indonesia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 Agustus 2017 10:02 10:02 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Agustus 2017 07:00
Bagikan
[Ilustrasi] Suasana siang di salah satu sudut kota Koln, Jerman, Agustus 2017.
Bagikan

Sambungan dari kisah keenam

 

ASYIK tapi tegang. Mungkin ini salah satu rasa yang muncul bila berwisata di Eropa Barat. Bangunan-bangunan bernuansa pedesaan atau yang bercorak gotik tentu sangat memanjakan mata, ditambah pertanian hijau yang dijumpai di sebagian besar perjalanan.

Tak lupa jalanan dan tempat wisata yang bersih -setidaknya lebih bersih dari tempat yang sama di Indonesia- semakin memanjakan para wisatawan.

Wajar bila banyak orang Indonesia yang masih menjadikan Eropa sebagai destinasi wisata utama mereka.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Baca juga: “Saya akan Menolak Tinggal di Eropa…”

“Di momentum lebaran, bisa sampai 1.000 grup yang berwisata ke Eropa” terang seorang tour leader yang biasa membawa rombongan ke Eropa, saat mengobrol dengan kami dalam perjalanan Italia-Swiss-Jerman, Agustus 2017. Perjalanan dari Indonesia dimulai sejak pertengahan bulan ini.

Kalau saja 1 grup berjumlah 20 orang -seperti batas minimal grup yang penulis ikuti-, maka setidaknya ada 20.000 orang Indonesia berwisata ke Eropa di waktu yang sama.

Lorong air di sela-sela bangunan di Venice, Italia, Agustus 2017. [Foto: Naspi Arsyad/hidayatullah.com]
Namun, lanjut sang tour leader, berwisata ke Eropa harus ekstra hati-hati. Copet bahkan jambret mengintai setiap saat. Meski tak semua negara di Eropa seperti itu, tapi jangan terlena dengan kemajuan atau keindahan alam Benua Biru ini.

Bahkan copet di Eropa lebih canggih dan lebih halus dari copet di Indonesia. Usia dan gender pun tak jadi halangan untuk mereka jadi pencopet.

Baca juga: Terhibur oleh Islamic Center Zurich di Swiss

Dalam beberapa kasus, pelaku copetnya justru seorang nenek-nenek. Atau juga anak muda dengan penampilan necis dan berdasi.

Pokoknya harus hati-hati deh, keluhnya. Barang jangan pernah lepas dari jangkauan mata. Karena pencopet Eropa sudah sangat terlatih untuk aksi-aksi seperti itu. Wah, wah, wah…!* Bersambung/Diceritakan untuk hidayatullah.com oleh Naspi Arsyad, peneliti LSIPP, penulis buku “The Dome of The World”

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Benua Birubukubuku "The Dome of The World"copet di Eropacopet di IndonesiaEropaLembaga Studi Pengembangan dan PeradabanLSIPPpencopetpeneliti Muslimpenelitianperadaban duniaperadaban IslamRisetriset "The Dome of The World"Uni Eropawisata di Eropa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ketua BAZNAS Mengaku Setuju Zakat Dikelola seperti Pajak
Tulisan selanjutnya Kantornya Dirusak Hewan Pengerat, Presiden Nigeria Kerja dari Rumah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Berita
18 Juli 2026 09:30
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?