Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Alep Mydie, Pemuka Muslim di Kota Katanning

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 Juli 2016 10:51 10:51 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Juli 2016 10:51
Bagikan
Imam Alep Mydie, pemuka masyarakat Alep Mydie menyatakan telah lama menunggu kedatangan Menteri Imigrasi ke kota itu.
Bagikan

Hidayatullah.com–Alep Mydie, pemuka warga Muslim di Katanning, sebuah kota pedalaman di Australia Barat, tak dapat menyembunyikan senyum di wajahnya. Dia begitu senang atas kedatangan Menteri Imigrasi Australia Peter Dutton ke kota multikultur paling sukses tersebut.

Alep sangat senang karena masjidnya, Masjid Katanning, kedatangan tamu menteri tingkat federal untuk pertama kalinya sejak dibangun tahun 1980.

Alep merupakan pemuka warga muslim yang berjumlah 400-an orang di Kota Katanning, yang terletak 277 km dari Kota Perth tepatnya di daerah pemilihan (dapil) O’Connor.

Menteri Peter Dutton berkunjung ke Katanning pekan lalu, dan menggambarkan kota itu sebagai salah satu “sukses terbesar” multikultur di Australia sejak Perang Dunia II atau sejak tahun 1970-an.

Dia mengatakan, pujian mengenai masyarakat muslim Katanning sebagai contoh sukses pasca perang akan mendorong warga setempat lebih giat mempromosikan kotanya di Australia maupun di luar negeri.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

“(Kunjungan) ini membuat kami ingin lebih maju, ingin lebih berpartisipasi dan dorongan bagi kami untuk mempromosikan Katanning dan juga Australia ke seluruh dunia,” katanya dikutip  australiaplus.com, Rabu (28/06/2016).

“Bagi kami sebagai warga Australia, jika datang ke Malaysia, Brunei atau Singapura, mereka akan melihat kami sebagai muslim Australia sehingga kami bisa sampaikan, ‘Beginilah kami, bukan seperti yang anda dengar dari orang, ini yang kami inginkan – berpartisipasi dengan pemerintah, bukan mengisolasi diri,” ujarnya.

Alep Mydie_Hadrah
Para pemain rebana unjuk kebolehan di depan Masjid Katanning saat menyambut kedatangan Menteri Imigrasi Australia Peter Dutton ke kota di pedalaman Australia Barat tersebut.

 

Katanning dihuni sekitar 50 kelompok etnis dengan populasi lebih dari 4 ribu jiwa dan sekitar 10 persen di antaranya merupakan warga muslim.

Masjid itu sendiri dibangun warga muslim yang tiba di sana tahun 1974 setelah pindah dari Pulau Christmas dan Kepulauan Cocos, yang masuk menjadi wilayah Australia di tahun 1958.

Reputasi Katanning sebagai kota terbuka menarik para pendatang dari Afghanistan, Myanmar, China, Thailand dan dari negara Afrika dan Eropa.

Alep sendiri pindah dari Christmas Island tahun 1974 sebagai remaja saat ayahnya menerima pekerjaan sebagai pekerja rumah potong hewan yang menyiapkan daging halal.

Selain mengurus masjid dan menjabat ketua Katanning Islamic Association, Alep Mydie juga merupakan pejabat pemerintah setempat dan memiliki warung kopi bernama Daily Grind.

Dia menjelaskan situasi di kota itu saat ini sangat beda dibandingkan dengan para pendatang generasi awal.

“Waktu kami pertama tiba di sini, infrastukturnya tidak banyak, misalnya kelas bahasa Inggris (belum ada),” katanya.

Namun meskipun Katanning memiliki reputasi sebagai kota yang warganya berasal dari beragam latar belakang kebangsaan dan hidup rukun, Alep mengakui banyak tantangan yang harus dihadapi.

Pendatang Butuh Kelas Bahasa Inggris

Alep mengatakan Katanning butuh lebih banyak pelayanan khususnya di sektor kesehatan dan pendidikan, guna mendukung komunitas multikultur.

Seorang pendatang asal Myanmar bernama Soe Pwell Moo Kwa, mengatakan kelas bahasa Inggris sangat penting dalam membantu pengungsi dan pendatang yang baru tiba agar bisa mendapatkan pekerjaan.

“Sebenarnya orang mendapat pekerjaan melalui anggota keluarganya atau teman yang menghubungkan mereka dengan tempat kerja, karena orang tidak mampu berbahasa Inggris sehingga sangat sulit mendapatkan pekerjaan untuk pertama kalinya,” kata Soe Pwell Moo Kwa.

Pengungsi lainnya yang juga asal Myanmar, Keh Blut SoeTeeshava, mengatakan tantangan utama anak muda di Katanning adalah akses pendidikan tinggi.

“Kami butuh lebih banyak pendidikan karena semua orang harus kembali ke Perth dan harus pergi ke Albany untuk pendidikan lebih lanjut,” katanya.

“Semakin banyak anak muda meninggalkan Katanning dan kembali ke Perth, makanya kita sangat butuh tambahan pelayanan (pendidikan) di sini,” ujarnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AustraliaKatanningMuslim
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 70.000 Rakyat Sudan Selatan Melarikan Diri
Tulisan selanjutnya Vaksin Palsu dan Relijius: Membingkai Berita, Memojokkan Agama

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?