Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Kisah Pengusaha Hijrah dari Riba: Penyakit Sembuh Setelah Tak Berutang Lagi, Kartu Kredit Digunting Semua

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Agustus 2020 15:55 3:55 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Agustus 2020 14:52
Bagikan
David Mailendra (kanan) dan istrinya.
Bagikan

Hidayatullah.com | “MAU dikasih obat apa pun, percuma saja.”

Salah seorang dokter mengatakan itu kepada David Mailendra, 45, seorang pengusaha. Ceritanya begini. Pada sekitar tahun 2013-2014, David menderita sakit luar biasa. Sampai-sampai, hampir sebulan dua kali ia masuk ke Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit.

“Sakitnya itu enggak ketulungan. Ke rumah sakit 3 jam, 4 jam nanti dikasih penghilang rasa sakit yang lewat dubur, atau disuntik, terus reda,” tutur pengusaha alat kesehatan ini.

Suatu waktu, David merasakan sakit bagian jantungnya. Ia langsung ke RS khusus jantung, memeriksakan diri ke salah satu dokter terbaik di Indonesia.

Menurut dokter, David tidak mengalami serangan jantung. Sakit yang diderita kemungkinan akibat stres, menyebabkan otot pembuluh darah jantung mengecil temporer, bikin sesak. Hasil pemeriksaan MSCT (Multislice Computerized Tomography) pun menunjukkan tak ada penyumbatan di jantung.

Baca Juga

10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Kisah Mualaf Big Frank, Influencer Penuh Tato asal Inggris
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam

Menurut dokter lain, ahli penyakit dalam, sakit yang diderita David karena asam lambung yang tidak terkontrol. Dokter pun tidak memberikannya obat. Alasannya, pemicu paling besar asam lambung tak terkontrol adalah pikiran, bukan makanan.

“Diobati dengan cara apapun dia akan timbul terus, tidak bisa diobati,” tutur dokter sebagaimana diceritakan David saat diwawancarai hidayatullah.com belum lama ini.

Baca: Lawan Rentenir, NTB Luncurkan “Mawar Emas”, Masyarakat Bisa Pinjam Modal ke Masjid

Selama sekitar setahun itu David sakit-sakitan. Lalu, pada 2015, David mulai mencari-cari apa yang salah dari kehidupannya sehingga diuji begitu.

Ia berpikir, stres yang dialaminya mungkin karena terlalu banyak beban. Memang, saat itu ia punya utang melimpah. “Waktu itu cicilan sebulan sekitar Rp 100 juta ke bank,” tuturnya.

Akhirnya, dia mulai mencari jawabannya dengan kembali ke agama. Oktober 2015, David ikut seminar Masyarakat Tanpa Riba (MTR) di Bandung, Jawa Barat, mengupas tentang riba. Ia lalu sadar bahwa selama ini terlibat riba lewat kredit di bank.

“Di situ saya bertekad untuk meninggalkan riba. Saya paham, saya ini pelaku riba, saya mesti tinggalkan,” ungkap pria yang tinggal Bintaro, Tangerang Selatan, Banten ini.

Begitu sadar, David mengumpulkan keluarganya, menyampaikan pemahaman dan kesadarannya untuk segera meninggalkan riba dan kebiasaan berutang. “Kami sepakat mulai sekarang enggak boleh ngutang lagi, enggak boleh ngeredit. Apa pun itu,” sebutnya.

David punya 4 kartu kredit. Limitnya beratus-ratus juta rupiah. “Pernah saya gesek itu satu kali saya gesek sampai Rp 670 juta,” sebutnya. Ia memang nasabah prioritas di bank. Tapi ia bukan pamer saat menceritakan ini. Justru sebaliknya. Kartu-kartu kredit itu telah dimusnahkannya.

“Kita gunting semua yang punya saya (dan) punya istri,” tuturnya.

Aksi itulah salah satu bentuk komitmen David untuk hijrah dari riba. Kini ia diamanahi sebagai Ketua MTR. Ini komunitas penggiat anti riba, dikelola oleh semua warga MTR se-Indonesia. Komunitas ini didirikan oleh salah seorang ustadz yang sudah terkenal tapi meminta kepada hidayatullah.com agar namanya tidak disebutkan.

Baca: Jangan Makan Riba, Berat!

Selain karena agama memang melarang riba, David meninggalkan praktik haram itu karena sudah membuatnya stres dan sakit-sakitan. Otomatis, hidupnya tidak tenang.

Buktinya, ia merasakan, setelah meninggalkan riba kini tidak lagi sakit-sakitan seperti sebelum hijrah. “Mungkin karena enggak stres lagi mikirin cicilan, jadi asam lambung bisa normal,” ungkapnya. Ternyata, “obat” atas sakitnya adalah dengan meninggalkan riba dan utang-utang.* Azim Arrasyid/Muh. Abdus Syakur

  • Kisah pengusaha hijrah dari riba lainnya bisa dibaca di Majalah Suara Hidayatullah edisi Juli 2020
Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bankhijrahkartu kreditMTRpengusahapengusaha tanpa ribaribautang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sufi Islam Nusantara Respon terhadap Siaran Pers Prof Peter Carey
Tulisan selanjutnya JK Ingin Kembalikan Spirit Syeikh Yusuf Al-Makassary, Ulama Sekaligus Panglima Perang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’

Berita
13 Oktober 2026 13:01
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

Terbaru

  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga

30 Juni 2026 16:15
Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

30 Mei 2026 17:30
Feature

Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi

27 Mei 2026 07:57
Feature

Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam

30 April 2026 14:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?