Hidayatullah.com – Awalnya berniat memasukkan temannya ke Kristen, seorang pria asal Florida, Amerika Serikat malah masuk Islam. Hal itu dialami Rasheed (nama hijrah) saat berusia 17 tahun.
“Saya ingin menceritakan kisah bagaimana saya memeluk Islam, dan mungkin memberikan beberapa nasihat kepada orang-orang yang sedang mencoba menemukan jalan mereka, Insya Allah,” kata Rasheed dilansir situs About Islam.
Sebelum masuk Islam dan menjadi mualaf, Rasheed merupakan anak yang rajin datang ke gereja.
“Saya sering pergi ke gereja Baptis Selatan; mengikuti studi Alkitab dan kebaktian, jadi saya mengenal Alkitab,” jelasnya.
Rasheed benar-benar mendalami Alkitab hingga pengetahuannya tentang itu lebih dari anak-anak berusia 17 tahun.
Takut Belajar Islam
Keyakinan ia terhadap Kristen Trinitarian sangatlah teguh, karena ia merupakan seorang jamaah gereja Baptis Selatan. Awalnya, Rasheed tidak memiliki minat untuk mengetahui Islam. Hal itu dikarenakan penggambaran media Barat terhadap Islam.
“Saya tidak banyak tahu tentang Islam, tetapi saya sebenarnya telah melakukan riset yang cukup tentang Buddhisme, Hinduisme, dan itu murni berdasarkan rasa ingin tahu dan minat pada budaya Timur,” ujarnya.
Ia juga sedikit tahu tentang Yudaisme, karena Perjanjian Lama dimasukkan ke dalam Alkitab.
Begitu teguhnya ia dibesarkan dalam gereja, Rasheed selalu berasumsi bahwa dirinya sudah berada di jalan yang benar.
Teman Masuk Islam
Hingga suatu ketika, salah satu teman dekat yang juga teman satu sekolah Rasheed masuk Islam.
“Tetapi karena dibesarkan dalam lingkungan Kristen ini, dan mengetahui bahwa dia telah meninggalkan iman yang sangat saya cintai, saya secara pribadi merasa tersinggung karena dia memilih untuk meninggalkannya,” jelas Rasheed.
Ia pun menetapkan misi untuk memurtadkan kembali temannya kembali ke Kristen, tanpa mengetahui apapun tentang agama baru temannya.
Agar misinya sukses, Rasheed pun meneliti tentang Islam. Baik melalui riset pribadi maupun berdiskusi dengan temannya. Namun hal itu malah menjadi bumerang bagi misi Rasheed.
“Jadi seiring berjalannya waktu, sebenarnya misi saya untuk membawanya keluar dari Islam membawa saya kepada Islam,” kata Rasheed.
“Ya, saya tidak mencari kebenaran seperti yang dilakukan sebagian orang. Tapi saya kira Allah membimbing saya dengan cara yang Dia lakukan, Alhamdulillah.”
Kehidupan setelah Islam
Rasheed mengatakan hidupnya tidak banyak berubah karena cara ia dibesarkan. Sebelumnya, dia tidak makan babi dan tidak minum alkohol. Ia hanya perlu shalat setiap hari.
Sementara terkait keyakinan, baginya kepercayaan kepada Tuhan seperti dalam doktrin Trinitas selalu ia terima karena itulah yang ia tidak yakini, namun ia tidak pahami.
“Jadi, jika Anda tidak memahami sesuatu, bagaimana Anda bisa benar-benar mengatakan bahwa Anda mempercayainya?” tanya Rasheed.
“Saya percaya ada Tuhan, tetapi yang berubah adalah kepercayaan saya pada Yesus (semoga kedamaian menyertainya), pada hubungannya dengan Tuhan. Itulah yang benar-benar berubah.”
Islam sangat Masuk Akal
Rasheed menyarankan jika ada seseorang yang ingin masuk Islam, maka lakukan saja. Menurutnya Islam adalah jalan hidup lengkap yang tidak ditemukan di agama lain.
“Islam sangat masuk akal, dan jalan hidup yang didorong dan diperintahkan oleh Tuhan adalah jalan hidup yang sempurna,” jelasnya.
“Saran saya adalah pastikan saja bahwa itulah yang Anda inginkan untuk diri Anda sendiri, dan lakukan saja. Jangan khawatir dan percayalah pada Tuhan. Juga, jika Anda memiliki teman Muslim yang mungkin mengajari Anda tentang Islam, tanyakan kepada mereka.
“Jadi, jika Anda telah memutuskan untuk menempuh jalan ini, maka selamat. Saya akan mendoakan Anda agar terus mendapat bimbingan dan kesuksesan di kehidupan ini dan di kehidupan selanjutnya; kehidupan yang sesungguhnya.”
Rasheed juga memiliki saran kepada mereka yang ingin mempelajari Islam;
“Berhati-hatilah dari mana Anda mendapatkan informasi. Jangan terburu-buru bergabung dengan sekte yang hanya mengandalkan slogan dan hal-hal semacam itu.
Pelajari informasi Anda, pelan-pelan saja; ini adalah awal dari jalan ini. Anda baru saja memulai. Anda tidak mungkin mencapai kebenaran tertinggi dalam waktu satu tahun atau lebih.
Luangkan waktu Anda. Selalu pastikan untuk memurnikan niat Anda, dan apa pun yang Anda lakukan adalah demi Allah, dan dalam ibadah kepada-Nya.
Saya harap kata-kata saya dapat bermanfaat bagi Anda, dan menginspirasi Anda untuk maju di jalan ini.
Doakan saya.”
Disadur dari Arsip Discovering Islam




