Hidayatullah.com–Laporan Alkohol Turki yang dirilis di Istanbul hari Senin (11/4) menyebutkan, 85% kasus pembunuhan yang terjadi di negara itu dipicu oleh konsumsi alkohol.
Menurut pembuat laporan tersebut, Masyarakat Bulan Sabit Hijau Turki (Yeşilay), alkohol adalah salah satu masalah paling penting yang dihadapi masyarakat moderen.
Berdasarkan data World Health Organization (WHO) di 30 negara, laporan tersebut mengungkap bahwa konsumsi alkohol per orang di Turki naik 14 kali lipat selama 40 tahun, sedangkan usia pertama kali mengkonsumsi alkohol turun hingga usia 11 tahun.
Tahun 1970, konsumsi alkohol setiap orang 1,5 liter. Angka itu naik 15 kali lipat di tahun 1995. Sekarang, angkanya menunjukkan 20 liter.
Diperkirakan ada 4 juta pecandu alkohol di Turki, di mana 13 juta lainnya rentan kecanduan. Sebanyak 15,3 milyar liter minuman beralkohol dikonsumsi setiap tahunnya di negara itu.
Laporan tersebut juga menyoroti fakta bahwa kecanduan alkohol berawal dari konsumsi bir.
Kasus perceraian juga terkait dengan minuman haram itu. Disebutkan bahwa 12,2% kasus perceraian di Turki berhubungan dengan konsumsi alkohol dan perjudian.
Anak-anak muda yang dilahirkan di kota Istanbul mengkonsumsi lebih banyak alkohol dibanding anak yang dilahirkan di kota lain di Turki. Konsumsi alkohol di kalangan pria juga melebihi perempuan.
Kasus-kasus sosial yang terkait dengan alkohol antara lain bunuh diri (85%), perceraian (80%), kekerasan dalam rumah tangga (70%), hukuman penjara (78%), hooliganisme (70%), pelanggaran hak milik properti (77%), pencurian dan penjambretan (71%), mangkir dari kerja (60%), upaya bunuh diri (90%), pelecehan/serangan seksual (50%), kecelakaan lalulintas (70%) dan gangguan jiwa (60%).
Bulan Maret lalu Yeşilay merilis laporan tentang perjudian dan bulan ini laporan mereka dikhususkan tentang alkohol.
Yeşilay bertekad terus berjuang melawan kecanduan minuman keras, rokok dan narkoba.*