Hidayatullah.com—Kasus pernyakit menular Penyakit Menular Seksual (PMS) seperti gonore, klamidia dan sifilis di kalangan remaja kembali meningkat di Eropa. Akses kondom gratis seperti di Prancis mungkin membantu, tetapi pendidikan seks juga penting.
Sejak 1 Januari, pemerintahnya telah menggratiskan kondom untuk semua orang di bawah usia 26 tahun. Langkah ini mengikuti keputusan negara itu tahun lalu untuk memberikan kontrol kelahiran gratis kepada wanita hingga usia 25 tahun, kutip Deutsche Welle.
Presiden Emmanuel Macron menggambarkan kebijakan baru ini sebagai “revolusi pencegahan kecil” untuk menahan penyebaran penyakit menular seksual, atau PMS, yang sedang meningkat di seluruh Eropa. Prancis dilaporkan mencatat lonjakan PMS sebesar 30% pada tahun 2020 dan 2021.
Sementara Pemerintah Jerman, diangggap kurang memberikan prioritas dalam hal perawatan kesehatan reproduksi. Wanita harus membayar untuk alat kontrasepsi seperti pil atau alat kontrasepsi dalam rahim (IUD), meskipun mereka yang berusia di bawah 22 tahun mendapatkan penggantian resep dari perusahaan asuransi mereka.
Sementara kontrasepsi tersebut mencegah kehamilan, namun tidak seperti kondom, alat kontrasepsi ini tidak menawarkan perlindungan terhadap transimisi PMS. Kondom, yang dijual secara bebas di toko-toko obat dan apotek diJerman, tetap harus dibelim oleh para konsumen
Infeksi PMS meningkat di Eropa
Surveillance Atlas, yang meruapakan lembaga Pengawasan Penyakit Menular dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa melaporkan, kasus PMS telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir di seluruh Uni Eropa.
Kasus gonore yang dilaporkan meningkat di seluruh wilayah sejak 2009, meskipun kemudian turun drastis sejak 2019, kemungkinan karena penurunan interaksi sosial terkait pandemi dan berkurangnya skrining. Sebagian besar kasus dilaporkan di Spanyol, Belanda dan Prancis, dengan kisaran usia 25 hingga 34 tahun paling banyak terkena dampaknya.
Meskipun Surveillance Atlas tidak menyediakan data seluruh Uni Eropa untuk infeksi klamidia, jumlah kasus yang dikonfirmasi menunjukkan peningkatan yang nyata sejak awal 1990-an dan jumlah kasus yang tinggi secara konsisten hingga 2019. Sebagian besar infeksi tercatat di antara mereka yang berusia 15 hingga 24 tahun.
Gambaran yang lebih memprihatinkan muncul berkaitan dengan kasus sifilis, yang dilaporkan meningkat secara konstan di seluruh Eropa dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun penurunan mendadak juga dapat dilihat dimilai tahun 2019.
Meskipun kondom tidak gratis di Jerman, banyak remaja sudah terbiasa menggunakan. Sebuah survei representatif di kalangan anak muda Jerman yang diterbitkan pada tahun 2020 oleh Pusat Federal Jerman untuk Pendidikan Kesehatan menemukan, sebagian besar anak berusia 14 hingga 17 tahun menggunakan kondom selama hubungan seksual.
Data survei dari lima tahun sebelumnya menunjukkan penggunaan kondom meningkat di kalangan remaja Jerman, kutip Deutsche Welle.*