Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Bayi Menangis Berisiko Gangguan Otak

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 April 2010 21:32
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pakar kesehatan anak Dr Penelope Leach membangkitkan kembali perdebatan mengenai reaksi tepat dalam menangani bayi yang menangis. Leach meyakini bahwa bayi yang stres karena dibiarkan menangis, berisiko lebih besar mengalami gangguan di usia selanjutnya.

Penulis Your Baby And Child: From Birth To Age Five ini mengklaim bahwa penelitian baru-baru ini membuktikan bahwa menangis untuk waktu lama bisa merusak perkembangan otak, sehingga memicu kesulitan belajar di usia selanjutnya.

“Ini bukan pendapat tapi fakta bahwa membiarkan bayi menangis berpotensi merusak. Sekarang kita sudah tahu, jadi kenapa mengambil risiko,” tutur Leach, seperti dikutip situs dailymail.co.uk, Kamis (22/4).

Teori Leach ini bertentangan dengan keyakinan  popular dalam membesarkan anak bahwa bayi sebaiknya dibiarkan menangis hingga 20 menit. Beberapa pakar, termasuk Gina Ford, penulis The Contented Little Baby Book menganjurkan orangtua untuk mendisiplinkan kehidupan bayi mereka, termasuk membiarkan bayi menangis, hingga pola tidur teratur  terbentuk.

Tapi Leach menyatakan bahwa bayi-bayi tidak memiliki kematangan mental untuk belajar tidur pada waktu yang tepat. “Bayi yang dibiarkan menangis akan berhenti dengan sendirinya. Tapi, bukan karena dia sudah belajar tidur sendiri, melainkan karena  kelelahan dan putus asa mencari bantuan.”

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Jika bayi dibiarkan menangis, lanjut Leach, akan terjadi peningkatan produksi hormon stres cortisol. Menangis dalam waktu lama menghasilkan begitu banyak cortisol sehingga bisa merusak otak bayi.

Hal ini, terang Leach lagi, bukan berarti bayi tidak boleh menangis atau bukan berarti orangtua harus cemas setiap kali bayi mereka menangis. Sebab semua bayi menangis, beberapa menangis lebih sering dibandingkan yang lain. Bukan tangisannya itu yang buruk  untuk bayi.”Tapi yang buruk adalah saat bayi menangis dan tidak mendapatkan respon.”

Komentar Leach yang dipublikasikan di The Independent ini, bertentangan dengan penelitian yang dipublikasikan bulan lalu oleh Australia’s Murdoch Children’s Research Institute.

Setelah mempelajari 225 anak berusia enam tahun (yang telah menerima pelajaran membentuk pola tidur), peneliti menemukan bahwa menangis yang terkontrol atau membiarkan bayi menangis untuk jangka waktu lama tidak mempunyai efek buruk terhadap perkembangan emosional dan perilaku anak.

Studi-studi telah menunjukkan bahwa sekitar 50 persen orangtua memiliki masalah dengan pola tidur anak. Masalah ini seringkali memicu gangguan dalam perkawinan. [mi/dlm/hidayatullah.com]

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya The Sun: Miliband, Pembohong
Tulisan selanjutnya Peramal Nasib Libanon Tidak Jadi Dipenggal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

KO Lawannya 12 Detik, Petarung UFC Ini Lafalkan Al-Fatihah di Hadapan Ribuan Penonton AS

Berita
22 September 2026 12:57
Kebutuhan Dai Masjid Ibukota Mendesak, DPW Hidayatullah DKI Jakarta Gagas Madrasah Muballigh Muda
Komisi Eropa Mengajukan RUU Larangan Akses Media Sosial Bagi Anak di Bawah 13 Tahun
Tak Ingin Pelajar Lokal Merasa Minoritas, Italia akan Batasi Siswa Asing dan Larang Hijab
Texas Sahkan Kurikulum Sejarah Anti-Muslim, Kaitkan Islam dengan Perang dan Perbudakan

Terbaru

  • Lebih dari 160 Atlet Irlandia Serukan Boikot Laga Lawan ‘Israel’
  • Iran Ancam Gunakan Senjata Baru Jika AS Kembali Serang
  • Kebutuhan Dai Masjid Ibukota Mendesak, DPW Hidayatullah DKI Jakarta Gagas Madrasah Muballigh Muda
  • Hari Solidaritas Hijab, Muslimat Hidayatullah Jaksel Ajak Muslimah Bangga Berhijab
  • KO Lawannya 12 Detik, Petarung UFC Ini Lafalkan Al-Fatihah di Hadapan Ribuan Penonton AS
  • Tujuh Kelompok Pemberontak Ethiopia Membentuk Aliansi Baru
  • Demi Umrah, Pemuda Turki Rela Nebeng 40 Kendaraan Melintasi 3 Negara
  • Sudah 90 Hari Azan Tak Berkumandang di Masjid Ibrahimi Palestina
  • Haiti Ekstradisi 18 Tersangka Pembunuhan Presiden Jovenel Moise ke Amerika Serikat
  • Tak Ingin Pelajar Lokal Merasa Minoritas, Italia akan Batasi Siswa Asing dan Larang Hijab

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?