Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Tuntutan Karier, Wanita Taiwan Bekukan Sel Telurnya

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 27 Agustus 2013 14:21 2:21 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 27 Agustus 2013 14:21
Bagikan
Proses pengambilan sel telur di Pusat Reproduksi e-Stork di kota Hsinchu.
Bagikan

Hidayatullah.com–Terperangkap antara pandangan tradisional dan tekanan karier, perempuan yang bekerja di Taiwan semakin memilih untuk membekukan sel telurnya di klinik kesuburan akibat menunda menikah dan menjadi ibu.

Perempuan memainkan peran besar dalam angkatan kerja di Taiwan, membuntuti Selandia Baru dan Australia untuk pekerjaan perempuan di antara 14 negara di Asia, seperti disampaikan dalam laporan terbaru MasterCard.

Pada saat pertumbuhan ekonomi yang lambat, telah membuat keamanan kerja menjadi lebih mendesak. Hal ini telah menyebabkan rata-rata usia pernikahan di Asia Timur menjadi 30 tahun saat ini, dibanding 24 tahun pada tahun 1980, sekaligus hal ini mendorong minat mereka membekukan telurnya.

“Saya tidak yakin apakah kondisi indung telur saya akan mulai merosot. Tapi yang pasti saya akan menikah terlambat, namun ingin juga menjadi seorang ibu,” kata Linn Kuo (34 tahun), dilansir The Malaysian Insider, Selasa (27/08/2013). Ia telah membekukan sel telurnya tiga tahun lalu.

Kuo, manajer di Cisco System Taiwan Ltd, memiliki pekerjaan dengan gaji yang baik, sekaligus memungkinkan dia untuk bekerja dari rumah. Sementara kariernya terus naik dengan dengan mulus, namun tidak demikian dalam memilih pasangan pasangan hidup.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Setelah ibunya meninggal, ia menyadari pentingnya memiliki anak-anak di kemudian hari untuk teman hidupnya.

“Saya sudah sampai pada kesimpulan,” katanya. “Saya sudah melakukan pemikiran dan memutuskan untuk membekukan telur saya.”

Lai Hsing-hua, direktur klinik di Pusat Reproduksi e-Stork di kota Hsinchu, mengatakan, ia bisa memahami keinginan banyak pasien yang meminta membekukan sel donor telur akibat pernikahan yang terlambat.

“Kami pikir jika mereka telah membekukan telur lebih awal, dapat mencegah mereka menggunakan sel telur yang jelek pada saat kami melakukan fertilisasi in-vitro,” katanya.

Klinik itu mendapat 100 telepon sebulan untuk permintaan pembekuan telur. Padahal lima tahun hanya melakukan 20 permintaan. Tahun 2011 menangani 70 permintaan. Teknologi yang digunakan cukup memadai, sehingga memiliki tingkat keselamatan tinggi terhadap indung telur yang dibekukan. Proses pengambilan sel telur memakan waktu sekitar 20 menit.

Chen Fen-ling, seorang profesor dalam bidang pekerjaan masyarakat di National Taipei University, mengatakan, tekanan sosial yang menyebabkan perempuan menunda menikah dan memulai kehidupan berkeluarga.

“Perempuan yang sudah menikah seperti lilin menyala di kedua ujungnya,” katanya. “Mereka melakukan dua pekerjaan, mencari uang untuk pekerjaan pada siang hari, tapi ketika kembali ke rumah, mereka mengurus anak-anak dan orang tua mertua. Tekanan ini sering membuat wanita ragu-ragu ketika membuat keputusan tentang pernikahan.”

Kondisi tentang karier, perkawinan, dan menjadi ibu, telah menyebabkan tingkat kelahiran menjadi rendah. Taiwan bersama Hong Kong berada di peringkat ketiga di dunia dalam hal rata-rata jumlah anak yang dilahirkan per wanita. Negara itu berada di atas atas Makau dan Singapura, lapor CIA World Factbook.*

 

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Muliakan Istrimu agar Engkau Dimuliakan!
Tulisan selanjutnya Muhammadiyah-BNN Rancang Gerakan Bahaya Narkoba

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?