Hidayatullah.com–Era digitalisasi yang kini terus berkembang sejatinya menjadi tantangan dan peluang untuk pengembangan dakwah di tengah masyarakat Indonesia. Hal ini disampaikan praktisi IT dari HGC Tecnolgy, Asih Subagyo.
Menurut Bagyo, demikian pria ini biasa disapa, kebutuhan ummat Islam terhadap kebutuhan sarana digital terutama untuk bersosial media dan sarana pembayaran adalah sebuah keniscayaan.
“Atas dasar itulah HiPOS ini dihadirkan, “ ujar Bagyo kepada hidayatullah.com, Kamis (31/05/2018).
HiPOS, terang Bagyo, adalah aplikasi terintegrasi yang dibangun dalam tiga tahap. Tahap awal, yang diluncurkan pada hari ini, 31 Mei 2018, berupa aplikasi Messenger yang dilengkapi dengan fasilitas pembelian pulsa, pembayaran listrik, PAM, BPJS, dan sebagainya.
Untuk tahap kedua, kata Bagyo, akan dibangun Fintech berbagai fasilitas bayar zakat, infaq, shadaqah, wakaf tunai, spp, dan lain macamnya. “Nah, berikutnya pada tahap ketiga akan dibangun market place sebagai pasar Muslim,” tutur Bagyo.
Baca: Aplikasi Muslim Dirilis di Bandung
Semua fasilitas yang dibangun dalam tiga tahap itu berada dalam satu aplikasi. “Sehingga memungkinkan semua aktivitas dalam satu genggaman,” ulas Ketua Bidang Perekonomian DPP Hidayatullah.
Teknologi yang merupakan besutan dari HGC Technology dan Jatis Mobile ini dapat digunakan oleh siapa saja, dan sangat mudah. Di dalam aplikasi itu bisa digunakan sebagai messenger (sejenis whastapp) juga, kata Bagyo, dapat juga dilakukan pembelian tiket pesawat dan kereta api.
“Jika ingin menggunakan aplikasi ini bisa unduh di Playstore Android,” imbuh Bagyo. Ke depan, harap Bagyo, HiPOS ini menjadi aplikasi terintegrasi bagi umat Islam.*