Hidayatullah.com | ISLAM melarang umatnya mendatangi peramal, para dukun atau tukang sihir. Baik untuk bertanya urusan nasib atau meminta pesugihan.
Hal ini sangat merusak akidah. Bahkan dianggap sebagai dosa besar. Rasulullah ﷺ bersabda dalam riwayat Imam Muslim:
مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلهُ عَنْ شَئٍ لَمْ تقْبَلْ صَلَاةُ أَرْبَعِيْنَ لَيْلَةً
“Barang siapa mendatangi peramal lantas dia bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka shalatnya selama 40 hari tidak akan diterima.” (HR: Muslim)
Dalam hadits lain, Rasulullah ﷺ bersabda
مَنْ أَتَى حَائِضًا أَوْ امْرَأَةً فِي دُبُرِهَا أَوْ كَاهِنًا فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
“Barangsiapa mendatangi (yakni menggauli) wanita haidh atau mendatangi (yakni menggauli) wanita pada duburnya atau mendatangi kâhin (dukun), maka dia telah kafir kepada (al-Qur’an) yang telah diturunkan kepada Muhammad ﷺ.“ (HR: Tirmidzi; Abu Dawud).*
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ أَتَى كَاهِنًا، أَوْ عَرَّافًا، فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ، فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ
“Siapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu ia membenarkan apa yang dikatakannya, maka sungguh ia telah kufur kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad.” (Riwayat Ahmad dan Ashabus Sunan)
Jauhilah tukang ramal, paranormal, dukun, apalagi bertanya soal nasib, masa depan, hingga meminta pesugihan. Hanya kepada Allah kita harus meminta pertolongan dan perlindungan. Karena Allah-lah yang mampu menghilangkan kesulitan, mendatangkan kemudahan dan rizkinya.*