Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Hikmah

Swedia Cemas, Penderita Penyakit Kelamin Melonjak

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Oktober 2009 19:59
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.Com–Berhubungan seks semau gue merupakan salah satu bentuk kebebasan yang dibanggakan masyarakat Barat. Namun, ini bukan tanpa dampak merugikan. Sebagaimana berita resmi keluaran University of Gothenburg, Swedia, baru-baru ini, sepanjang sepuluh tahun terakhir jumlah kasus baru penderita infeksi klamidia di Swedia meningkat tiga kali lipat.

Pada tahun 2007, lebih dari 47 ribu orang ditetapkan terjangkiti klamidia, jauh lebih banyak dibandingkan pada tahun 1997 yang berjumlah kurang dari 14 ribu. Infeksi klamidia semakin meningkat khususnya pada wanita berusia antara 15 dan 25 tahun. Peningkatan tajam ini ditengarai akibat sejumlah faktor, di antaranya memiliki lebih dari satu pasangan seksual, memiliki lebih banyak hubungan seks di luar nikah atau bukan dengan pacarnya, dan kurangnya penggunaan kondom.

Merusak organ reproduksi

Klamidia adalah penyakit yang umumnya ditularkan melalui seksual (bisa melalui kelamin, dubur atau oral) dan disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Infeksi ini dapat merusak organ-organ reproduksi wanita. Meski tanda-tanda terjangkiti klamidia biasanya halus atau tidak tampak, namun bisa berdampak kerusakan permanen pada saluran telur, rahim dan jaringan di sekitarnya, bahkan kemandulan. Penderita klamidia juga lima kali lebih rentan terinfeksi virus penyebab AIDS.

Pada wanita hamil, terdapat bukti bahwa infeksi klamidia yang tidak tertangani dapat mengakibatkan kelahiran prematur. Ibu yang terjangkiti klamidia dapat melahirkan bayi yang terinfeksi klamidia pada mata dan saluran pernafasan, termasuk pneumonia.

Baca Juga

Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
Menyiapkan Kurban Terbaik tanpa Memaksa Diri di Luar Kesanggupan
Kisah Jenaka Qurban: 1 Ekor Ayam Ditebus 30 Domba
Empat Kategori Ucapan: Mana yang Layak Disampaikan?
Ujian 1.000 Dinar: Antara Perut Lapar dan Integritas yang Tak Terbeli

Pria lebih jarang terkena dampak infeksi klamidia. Namun infeksi ini terkadang bisa menjalar ke epididimis, yakni pembuluh yang mengalirkan sperma dari testis, sehingga mengakibatkan rasa sakit, demam, dan jarangkali kemandulan. Meskipun jarang, infeksi klamidia dapat mengakibatkan pula radang sendi yang disertai dengan bercak luka pada kulit dan pembengkakan pada mata dan saluran kencing-sperma.

Pelajaran seks tidak berdampak

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di daerah Västra Götaland, Swedia, terdapat sangat banyak sekali anak lelaki yang tidak mengikuti anjuran yang diajarkan di sekolah dalam mata pelajaran tentang seks. Hal ini sangat mencemaskan sang peneliti, mengingat inilah yang diyakini kuat menjadi penyebab peningkatan pesat penderita infeksi klamidia.

Pengkajian ini melibatkan hampir 500 siswa sekolah tingkat atas yang berusia 17 tahun di bagian barat Swedia yang mengikuti mata pelajaran tentang bahaya, perilaku seksual, tanggung jawab, kondom dan hukum Swedia sehubungan dengan infeksi yang tertularkan melalui hubungan kelamin. Mereka diminta mengisi lembar daftar pertanyaan dengan tanpa mencantumkan nama mereka.

“Yang paling mencolok adalah perbandingan yang sangat besar pada anak-anak pria yang mengatakan bahwa mereka tidak akan mematuhi anjuran yang diberikan selama pelajaran, dan hampir sebanyak itu pula berpendapat bahwa pendidikan seks tidak memiliki dampak apa pun pada perilaku seks mereka,” kata Gun Rembeck, salah sorang yang terlibat dalam penelitian itu.

Hikmah berharga

Rupanya buah kebebasan seks sudah menuai bencana penyakit berbahaya, setidaknya ini terbukti di Swedia. Pendidikan seks yang selama ini diajarkan terbukti malah berdampak pada peningkatan tiga kali lipat penderita penyakit kelamin bernama klamidia itu.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC), AS, menganjurkan sejumlah cara dalam rangka mencegah terkena klamidia. Menariknya, di antara anjuran itu adalah menjauhkan diri dari hubungan kelamin, atau memiliki pasangan tunggal yang setia dan langgeng yang telah teruji dan diketahui tidak terkena infeksi penyakit kelamin.

Anjuran ini mengingatkan pada ajaran agama, agar manusia menjauhkan diri dari perbuatan zina, dan menyalurkan kebutuhan jasmaninya melalui jalur pernikahan resmi. Manusia juga diperintahkan menjaga keharmonisan pernikahan ini dan menjauhkan diri dari perbuatan dosa besar seperti hubungan kelamin di luar pernikahannya itu.

Sungguh terlampau banyak hikmah kebaikan di balik aturan agama, pencegahan penyakit klamidia ini hanyalah salah satunya. Siapa pun tentu tidak menginginkan bilamana generasi muda mudi dibiarkan begitu saja melakukan seks bebas, sehingga mereka dan bayi-bayi yang dilahirkannya menjadi generasi yang jasmaninya rentan rusak akibat infeksi klamidia. (wwn/gu.se/cdc/hidayatullah.com)

Ilustrasi:http://wiki.ggc.usg.edu/, http://www.londonstimes.us

Referensi:

1). Claessen EL (2009). Teenage boys take less responsibility for preventing the spread of chlamydia. News, 29 Sept. 2009. University of Gothenburg, The Sahlgrenska Academy. (Situs terkunjungi pada 15 Oktober 2009)

2). CDC (2007). Chlamydia. CDC Fact Sheet, December 2007. Division of STD Prevention, Centers for Disease Control and Prevention. (Situs terkunjungi pada 15 Oktober 2009)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Direktur Unesco: “Saya Anti-Burka”
Tulisan selanjutnya Wisata Syirik, Dipelihara dan Dinikmati

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hapus Bukti Genosida, 100 Truk ‘Israel’ Angkut Puing-Puing Keluar Gaza Setiap Harinya

Berita
6 Agustus 2026 19:00
Pemimpin Hizbullah Bersedia Bertemu dengan Pemimpin Suriah
Dua Tentara Penjajah ‘Israel’ Tewas Akibat Bom di Lebanon Selatan
Di Era AI, Perpustakaan Menjadi Benteng Informasi Sahih
Presiden Suriah: Tergulingnya Rezim Assad Diperlukan Bagi Timur Tengah

Terbaru

  • Sepekan Tiga Kapal Tanker Uni Emirat Dihatam Misil dan Drone di Selat Hormuz
  • Atasi Suhu Udara Panas Warga Korea Utara Diimbau Makan Sup Daging Anjing
  • Pilot Malaysia Airlines yang Ditangkap di Jakarta Membawa Narkoba Tidak Menerbangkan Pesawat, Kata Malaysia Aviation Group
  • Kepala Intelijen Saudi di Baghdad Bahas Keamanan Regional dengan PM Iraq
  • Membangun Ketahanan Mental dengan Nilai-Nilai Al-Qur’an
  • Erdogan Buka Pintu Bagi Negara Sahabat Gabung Perjanjian Pertahanan Makkah
  • Tiga Negara Muslim Bersatu, Serangan ke Satu Negara Dianggap Serangan ke Semua
  • Nasyiatul Aisyiyah Gelar Muktamar ke-15, Dihadiri 6.700 Kader
  • Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
  • Serangan Houthi Lukai 11 Orang, Koalisi Saudi: Sengaja Targetkan Sipil

Mungkin Anda Juga Suka

Hikmah

Hamba Allah: Antara Mengejar dan Dikejar Rezeki

4 April 2026 18:18
HikmahKajian

100 Dinar yang Berputar: Spirit Berbagi Salaf Saleh di Hari Raya

28 Maret 2026 10:00
Hikmah

Kisah Jenaka Hari Raya (6) : Adab di Atas Ilmu

26 Maret 2026 13:00
HikmahKajian

Kisah Jenaka Hari Raya (5) : Senjata Makan Tuan

25 Maret 2026 10:13
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?