AMIR NUH BIN ASAD BIN SAMAN yang kala itu merupakan salah satu penguasa wilayah Asia Tengah mewajibkan pajak yang amat memberatkan kepada penduduk Samarkand dengan mengutus beberapa orang untuk menyampaikan perintah itu.
Maka dikumpulkanlah para imam, ulama dan tokoh Samarkand untuk mendengarkan pengumuman tersebut. Setelah pengumuman disampaikan, Imam Abu Manshur Al Maturidi menyampaikan kepada pembaca pengumaman tersebut,”Anda telah menunaikan tugas dari amir dan aku menjawabnya. Katakan kepadanya,’Tambahkan kepada kami kedzaliman hingga kami menambah doa di malam hari.’” Dan pertemuan itu pun berakhir.
Hanya berselang beberapa hari Amir Nuh ditemukan dalam keadaan terbunuh dan di perutnya menancap anak panah yang bertuliskan sebuah pesan,”Bagi pendzalim anak panah telah dinanti. Ia datang dari tangan-tangan kematian dan takdir. Anak panah tangan-tangan yang berqunut di waktu sahur. Yang dilesatkan oleh busur malam dan witir.” (Syarah Al Arb’ain An Nawawiyah, Al Allamah At Tuftazani, hal. 194)/Hidayatullah.com