IMAM ABU MUHAMMAD AL JUWAINI adalah ulama yang amat ketat dalam masalah makanan yang dikonsumsi oleh kelurganya demikian juga istri beliau. Demikian juga saat sang istri mengandung putranya yang kelak dikenal dengan Imam Al Haramain Al Juwaini, Imam Abu Muhammad selektif terhadap kehalalan makanan yang dikonsumsi sang istri dan setelah sang putra lahir Imam Al Haramain berpesan agar sang anak hanya disusui oleh ibunya saja.
Namun suatu saat sang ibu sakit dan sang anak pun menangis, perempuan dari tetangga akhirnya berinisiatif untuk menyusuinya. Tanpa disangka-sangka Imam Abu Muhammad masuk dan terkejut melihat sang anak. Akhirnya beliau memasukkan jari-jarinya ke kerongkongan sang anak dan itu dilakukan terus menerus hingga sang anak muntah dan mengeluarkan seluruh isi perutnya. Imam Abu Muhammad pun menyatakan,”Kecelakaan anak ini lebih bisa aku terima daripada prilakunya rusak karena meminum susu selain susu ibunya”. (lihat, Wafayat Al A’yan, 3/342,343)
Imam Tajuddin As Subki juga menyebutkan kisah ini, namun beliau menafsirkan bahwa Imam Abu Muhammad mengambil tindakan di atas disebabkan karena yang menyusui adalah budak tetangga yang belum memperoleh izin dari majikannya untuk menyusui sang anak. (lihat, Thabaqat As Syafi’iyah Al Kubra, 5/168,169)
Dari kisah di atas bisa disimpulkan bahwa Imam Abu Muhammad Al Juwaini berkeyakinan bahwa ada hubungan antara ahlak anak dengan kehalalan makanan dan minuman yang dikonsumsinya.