TATKALA Imam As Syafi’i dan Muhammad bin Hasan sama-sama duduk di depan Ka’bah, lewatlah seorang laki-laki.
Maka kedaanya berkata satu sama lain, “mari kita uji firasat mengenai profesi orang ini.” Salah satu dari keduanya mengatakan,”ia seorang penjahit.” Yang lain mengatakan,”ia tukang kayu.”
Laki-laki itu pun menyatakan,”dulu aku penjahit, namun kini aku seorang tukang kayu.”
Di kesempatan lain Imam As Syafi’i ketika bertemu seseorang, ia berfirasat seakan-akan melihat dengan cahaya Allah.
“Engkau penduduk Shana’a?” Tanya Imam As Syafi’i. “Ya.” Jawab laki-laki tersebut.
“Engkau seorang pandai besi?” Tanya Imam As Syafi’i lagi. “Ya.” Jawab laki-laki itu. (Manaqib Imam As Syafi’i li Al Baihaqi, 2/ 131)