Hidayatullah.com–Menanggapi Intifada Al-Quds yang kian menjalar di berbagai wilayah di Palestina, Harakah Muqowamah Islamiyah (HAMAS) mengajak warga Tepi Barat untuk melakukan demonstrasi besar-besaran menentang penjajah Zionis serentak di semua propinsi selepas shalat Jum’at (16/10/2015) ini.
Melalui situs resminya, hamas.ps, Kamis (15/10/2015) Hamas mengatakan perlawanan tersebut merupakan sikap terhadap seluruh kekejaman yang dilakukan oleh Zionis Israel terhadap rakyat Palestina.
“Itu cara kita menghormati Masjid Al-Aqsha, para syuhada, dan segenap saudara kita yang terluka maupun dipenjara,” terangnya.
Demonstrasi besok akan menunjukan bahwa seluruh lapisan masyarakat Palestina menolak penjajahan Zionis. Dan siap mengorbankan apapun demi kemerdekaannya.
Masih dalam kesempatan yang sama, HAMAS menyampaikan pernghargaan sebesar-besarnya kepada seluruh kesatria Palestina yang rela berkorban. Penjajah Zionis takan sanggup memadamkan api perlawanan.
“Bahkan saat ini, Penjajah tidak tahu dari mana serangan (Rakyat Palestina) akan menghantam mereka!” pungkasnya.
Kritik Amerika
Sementara jurubicara Hamas, Dr Sami Abu Zuhri mengecam Gedung Putih dan hanya diam atas kejahatan ‘yahudisasi’ tempat suci di Palestina.
Sami Abu Zuhri menegaskan, sikap Amerika berpihak kepada Israel dan tidak berperikemanusiaan serta terlibat dalam kejahatan terhadap bangsa Palestina.
Sebelumnya, sebanyak 3 warga pemukim Yahudi tewas dan sekitar 30 lainya luka dalam 3 serangan penabrakan, penikaman dan penembakan yang dilakukan pemuda-pemuda Palestina di Al-Quds sebagai reaksi atas kejahatan penjajah Israel dan warga pemukim Yahudi terhadap mereka dan masjid Al-Aqsha.
Sementara itu, diperkirakan sebanyak 30 warga Palestina (7 di antaranya anak-anak gugur, sebanyak 1500 luka-luka) sejak meletusnya Intifada Al-Quds pada 3 Oktober, sebagai aksi protes atas penodaan pemukim Yahudi, pejabat dan tentara Israel di Masjid Al-Aqsha.*/M Rizqy U