7. PENUHILAH hak Allah dan hak rakyat atas dirimu sendiri, keluargamu yang terdekat, dan orang-orang yang engkau cintai. Sebab, jika engkau tidak melakukan hal itu, maka sesungguhnya engkau telah berlaku zalim terhadap mereka. Dan barangsiapa yang menzalimi hamba-hamba Allah, maka Allah sendirilah yang akan menjadi musuhnya, bukan hamba-hamba-Nya itu.
8. Merendahlah engkau terhadap rakyatmu, cerahkanlah wajahmu di hadapan mereka, dan lunakkanlah sikapmu terhadap mereka. Samakanlah di antara mereka dalam lirikan dan pandangan mata, isyarat dan penghormatan. Sehingga, orang-orang besar tidak berkeinginan untuk melakukan kezaliman, dan orang-orang lemah tidak berputus asa untuk mendapatkan keadilanmu. Wassalam.
9. Jika rakyat mengira bahwasanya engkau bertindak zalim, maka lapangkanlah bagi mereka dengan memaafkan mereka, dan luruskanlah persangkaan mereka terhadapmu dengan kelapanganmu. Sebab, yang demikian itu menjadi latihan darimu untuk dirimu dan sebagai kasih sayangmu kepada rakyatmu. Sikap pemaaf ini dapat memenuhi kebutuhanmu dalam meluruskan mereka pada kebenaran.
10. Barangsiapa yang mengangkat dirinya sebagai imam bagi manusia, maka hendaklah dia memulai dengan mengajar dirinya sendiri sebelum mengajar orang lain. Dan hendaklah pendidikan ini tercermin dalam tingkah lakunya, sebelum pendidikannya itu dengan lisannya. Pengajar dan pendidik dirinya sendiri lebih berhak mendapatkan penghormatan daripada pengajar manusia dan pendidik mereka.
11. Jika seorang penguasa kuat dalam tugasnya, maka kekuasaannya akan menggerakkannya sesuai dengan apa yang difokuskan dalam wataknya, baik dalam kebaikan maupun keburukan.
12. Seutama-utama penguasa adalah yang keadilannya selamanya menjadi sebutan banyak orang, dan keadilannya itu diambil (menjadi contoh) orang yang datang sepeninggalnya.
13. Imam yang adil lebih baik daripada hujan yang lebat.
14. Laksanakanlah hukuman itu terhadap keluarga dekatmu, niscaya orang yang jauh (hubungan kekeluargaannya kepadamu) akan menjauhi pelanggaran.*/Dari buku Tanyalah Aku Sebelum Kau Kehilangan Aku – Kata-kata Mutiara ‘Ali bin Abi Thalib. Dihimpun atas arahan Syaikh Fadhlullah al-Ha’iri.