Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

LGBT dan Bencana Alam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 Oktober 2018 11:02 11:02 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 Oktober 2018 11:02
Bagikan
Film Pompeii: Hujan batu dan lahar gunung Vesuvius tahun 79 M mengubur Kota Pompeii, Romawi. Di mana rakyatnya terbiasa dengan tradisi percintaan sesama jenis
Bagikan

PADA tanggal 8 Februari 2016, salah satu tokoh kawakan JIL (Jaringan Islam Liberal), berinisial UAA, pernah membuat pertanyaan yang mengusik publik. “Jika benar Tuhan mengazab Sodom karena LGBT, kenapa Dia tak mengazab negeri-negeri yg menolerir LGBT sekarang?” tanyanya dalam twitter.

Membaca pertanyaan tersebut, penulis merasa agak geli. Ada dua premis yang diangkat dan sengaja dipertanyakan dan diperbandingkan ke ranah publik yang sepintas terkesan logis, namun jika diurai mengandung problem kerancuan berpikir yang begitu fatal.

Permasalahan diazabnya kaum Nabi Nuh, jumhur ulama sudah sepakat bahwa itu akibat dosa kaum Sodom yang melakukan perbuatan ‘fāhisyah’ (keji) berupa hubungan sesama jenis. Dalam khazanah fikih pun perbuatan itu adalah haram dilakukan. Dalam buku “al-Fiqh ‘ala al-Madzâhib al-‘Arba’ah” (2003: V/125), Syekh Abdurrahman Al-Jaziri menunjukkan hukum homoseksual. Imam-imam madzhab sudah sepakat tentang keharaman dosa besar ini karena dalil-dalil yang sudah jelas.

Namun, ini seolah-olah terkesan diragukan oleh UAA dengan menyodorkan pertanyaan, “Jika benar Tuhan mengazab Sodom karena LGBT, kenapa Dia tak mengazab negeri-negeri yang menolerir LGBT sekarang?”

Di sini ada beberapa perkara yang coba dikait-kaitkan. Pertama, LGBT dosa kaum Nabi Luth. Kedua, kemudian mereka diazab lantaran dosa itu. Ketiga, kenyatannya negeri yang menolerir LGBT zaman sekarang tak diazab. Dengan sangat simplistik orang kemudian akan menyimpulkan: berarti kaum Nabi Luth diazab bukan karena LGBT dan dengan demikian LGBT bukanlah dosa.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Baca: Di Sidang IPU Jenewa, Delegasi Indonesia Tolak Legalisasi Penyebaran Paham LGBT

Membaca pertanyaan itu, penulis jadi ingat pertanyaan orang-orang kafir Qurays kepada Nabi. Dalam Surah Al-Anfal [8] ayat 32 mereka menyatakan;

وَإِذْ قَالُواْ اللَّهُمَّ إِن كَانَ هَـذَا هُوَ الْحَقَّ مِنْ عِندِكَ فَأَمْطِرْ عَلَيْنَا حِجَارَةً مِّنَ السَّمَاءِ أَوِ ائْتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

“Jika yang dibawa olehmu (Muhammad) adalah kebenaran sejati, maka turunkanlah hujan batu dari langit atau datangkanlah pada kami azab yang pedih.”

Pernyataan itu bernada mencibir sekaligus ingin membungkam nabi. Pasalnya, jika nabi tak bisa menyanggupi tantangan mereka itu, maka konsekuensinya kebenaran yang dibawa nabi adalah kebohongan belaka. Sebab, tantangan mereka tak bisa dipenuhi.

Pernyataan semacam ini ada banyak dalam al-Qur`an. Di mana orang-orang kafir menentang atau merendahkan apa yang dibawa para Rasul dengan pertanyaan yang intinya: jika kamu benar maka azablah kami atau buktikan dengan siksa!

Namun, pada ayat berikutnya (QS. Al-Anfal [8]: 33) Allah memberi jawaban yang cukup menukik. Allah tak mengazab manusia karena dua hal. Pertama, masih adanya nabi di tengah-tengah mereka. Kedua, rajin beristighfar.

Baca: LGBT Urusan Kamar?

Jawaban Allah ini menunjukkan bahwa mengazab atau tidak adalah murni kehendak Allah bukan tergantung permintaan manusia. Di samping itu, tak berpengaruh dengan tantangan orang kafir mengenai kebenaran yang dibawa nabi.

Demikian juga dengan apa yang disampaikan oleh UAA. Tak diazabnya Negara-negara yang menolerir LGBT, bukan berarti LGBT itu dibenarkan dalam Islam atau tak berarti siksaan tak berkaitan dengan dosa yang dilakukan oleh suatu kaum.

Tragedi meletusnya Gunung Vesuvius yang membenamkan Kota Pompeii di bawah kota modern Naples kini, terus menjadi objek penelitian. Mayoritas kaum penyuka LGBT ini membatu

Perhatikan bencana-bencana yang menimpa kaum-kaum terdahulu dalam al-Qur`an. Mereka harus merasakannya akibat dosa yang dilakukan oleh mereka. Itu pun setelah melalui proses peringatan dan dakwah terlebih dahulu kepada mereka. Baru kemudian Allah mengazabnya secara kontan yang menghancurkan satu kaum sekaligus.

Hanya perbedaannya, di zaman Nabi Muhammad tidak ada azab yang menghancurkan umat secara total seperti itu –sebagaimana surah Al-Anfal 33—karena dua alasan: masih ada nabi di sekeliling mereka dan mereka rajin istighfar.

Ada yang menarik dengan “rajin istighfar”  dikaitkan dengan tidak diazab oleh Allah. Manusia itu adalah makhluk yang tak lepas dari dosa, maka istighfar adalah salah satu cara agar dirinya bisa bertaubat kepada Allah atas kekhilafannya. Pada saat yang sama kata itu menunjukkan bahwa siksa (bencana atau apapun namanya) itu ada hubungannya dengan dosa yang dilakukan hamba.

Baca: LGBT adalah Paham Radikal dan Kebebasan Ekstrim

Hadits nabi yang diriwayatkan Abu Musa Radhiyallahu ‘anhu berikut menguatkan:

أَمَانَانِ كَانَا عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، رُفِعَ أَحَدُهُمَا، وَبَقِيَ الْآخَرُ “، {وَمَا كَانَ اللهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ وَمَا كَانَاللهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ} [الأنفال: 33]

“Ada dua (jaminan) keamanan pada masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam di mana salah satunya sudah diangkat, sedang yang lainnya masih tetap ada. Yaitu –sebagaimana surah Al-Anfal 33—adanya Nabi Muhammad dan rajinnya mereka dalam istighfar.”

Tidak mengherankan ketika terjadi bencana gempa di masa nabi –sebagaimana riwayat Ibnu Syaibah—nabi menyarankan para sahabatnya untuk segera bertaubat. Pada saat gempa terjadi pada masa Umar pun, ia segera mengingatkan rakyatnya barangkali mereka telah bermaksiat. Umar bin Abdul Aziz pun, saat terjadi gempa, segara mengirim pesan ke penjuru negerinya agar segara mengecaluasi diri.

Sama halnya pada zaman Ibnu Mas’ud, di Kufah pernah terjadi gempa. Maka seketika itu juga Ibnu Mas’ud menyerukan agar orang-orang kembali (bertaubat) kepada Allah Subhanahu wata’ala. Ini menunjukkan bahwa adanya bencana terkait dengan maksiat dan dosa.

Menarik apa yang disebutkan Imam Thabari Rahimahullah dalam tafsirnya “Jaami’ al-Bayaan” (1420: 17/478). Beliau mengatakan bahwa terjadinya bencana supaya manusia mau untuk mengambil pelajaran, mengingat Allah dan kembali (bertaubat) kepada-Nya.

Lalu, apakah LGBT terkait dengan bencana di suatu daerah? Yang pasti bencana yang terjadi, salah satunya akibat dosa yang dilakukan hamba. Sedangkan LGBT adalah salah satu bagian dari perbuatan dosa. Apa bencana baru-baru ini di negeri ini ada kaitannya dengan LGBT? Mari bersama mengevaluasi diri.*/Mahmud Budi Setiawan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bencanagempahomoseksualistighfarlesbianlgbtmusibahpompei
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jika Sikap Adil Hilang di Antara umat Islam, Persatuan akan Rapuh
Tulisan selanjutnya Sistem Ekonomi Yahudi Madinah yang Menyusahkan Rakyat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?