Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Mudah Memaafkan Kesalahan Orang Lain

Ahmad
Terakhir diupdate: 23 April 2021 09:37 9:37 am
Ahmad
Dipublikasikan 23 April 2021 09:30
Bagikan
Ukhuwah Islamiyah
Bagikan

Hidayatullah.com | SALAH satu kisah luar biasa yang menggambarkan besarnya rasa memaafkan seorang muslim adalah tauladan yang telah dilakukan oleh Rasulullah ﷺ  kepada golongan munafik. Nabi Muhammadﷺ akhirnya berkenan memaafkan Abdullah bin Ubay seorang pemimpin musuh bebuyutan kaum muslimin yang mengharapkan bencana.

Abdullah bin Ubay adalah orang yang menebarkan berita fitnah tentang Siti Aisyah Ummul Mukminin. Kepada sekelompok intelijennya ia mengintruksikan untuk menyebarkan berita fitnah itu ke seluruh penjuru, seolah ada penyelewengan Ummul Mukminin ketika tertinggal dari rombongan Nabi. Sendi-sendi masyarakat Islam digoncangkan dengan berita bohong yang rendah ini.

Kelompok intelijen inilah yang kemudian menyusup dan mempengaruhi salah seorang kerabat dekat Abu Bakar As-Shiddiq, supaya validitas berita itu meyakinkan, mudah diterima dan cepat tersebar luas. Akibatnya, lukalah hati Nabi dan para Sahabat.

Mereka saat itu dirundung kebingungan dan keresahan, dilanda rintihan dan kesedihan. Dan keadaan ini baru berakhir setelah turun ayat Al-Qur’an yang menyingkap tabir kemunafikan dan tipu daya kaum munafik, sehingga terungkaplah rahasia keji mereka.

Baca:   Siapa Memaafkan Disaat Mampu Membalas, Baginya Surga

Dengan demikian jelaslah kesucian Ummul Mukminin tetap terpelihara dan bebas dari tuduhan bohong yang keji dan tidak senonoh itu. Kisah ini diabadikan dalam Al-Quran;

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

إِنَّ الَّذِينَ جَاءُوا بِالْإِفْكِ عُصْبَةٌ مِنْكُمْ ۚ لَا تَحْسَبُوهُ شَرًّا لَكُمْ ۖ بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۚ لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ مَا اكْتَسَبَ مِنَ الْإِثْمِ ۚ وَالَّذِي تَوَلَّىٰ كِبْرَهُ مِنْهُمْ لَهُ عَذَابٌ عَظِيمٌ

“Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira berita bohong itu buruk bagi kamu. Tiap-tiap seorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya adzab yang besar.” (QS: An Nur:11).

Mudah Memaafkan Kesalahan

Allah telah membuktikan janji-Nya. Maka tidak lama berselang Abdullah bin Ubay jatuh sakit dan matilah dia, setelah membuat keonaran dan keresahan yang merata di segala penjuru. Namun demikian ketika anak Abdullah bin Ubay datang kepada Rasulullah ﷺ  untuk meminta ampunan bagi ayahnya, beliau tetap memaafkannya.

Allah telah memilih nabi kita Muhammad untuk mengajarkan bagaimana akhlak dan tauladan yang mudah memaafkan kesalahan orang lain. Bahkan ketika anaknya memohon agar Rasulullah ﷺ membungkus mayat ayahnya dengan gamis beliau sendiri, Rasulullah ﷺ juga mengabulkannya.

Demikian pula ketika anak pemimpin munafik itu memohon kepada Rasulullah agar beliaulah yang menshalatkan dan memintakan maaf untuknya, Rasulullah ﷺ yang halus jiwanya dan pemaaf, tidak menolak permohonannya. Beliau bahkan berdiri di depan mayat yang pernah ‘menikam’ beliau dari belakang itu.

Baca: Belajarlah Memaafkan, Agar Badan Jadi Sehat

Rasulullah ﷺ menshalatinya sambil tidak henti-hentinya memohonkan ampunan kepada Allah. Akan tetapi Sang Hakim Agung Allah SWT membatalkan semua itu dengan diturunkannya ayat:

اِسۡتَغۡفِرۡ لَهُمۡ اَوۡ لَا تَسۡتَغۡفِرۡ لَهُمۡؕ اِنۡ تَسۡتَغۡفِرۡ لَهُمۡ سَبۡعِيۡنَ مَرَّةً فَلَنۡ يَّغۡفِرَ اللّٰهُ لَهُمۡ‌ؕ ذٰلِكَ بِاَنَّهُمۡ كَفَرُوۡا بِاللّٰهِ وَرَسُوۡلِهٖ‌ؕ وَاللّٰهُ لَا يَهۡدِى الۡقَوۡمَ الۡفٰسِقِيۡنَ

“Kamu memohonkan ampun bagi mereka atau tidak kamu mohonkan ampun bagi mereka (adalah sama saja). Kendatipun kamu memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali, namun Allah sekali-kali tidak akan memberi ampun kepada mereka. Yang demikian itu adalah karena mereka kufur kepada Allah dan Rasul-Nya, dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada golongan orang-orang yang fasik.” (QS: at-Taubah: 80).

Demikianlah hukum Allah yang berlaku di atas orang-orang munafik dan orang-orang kafir. Secara fisik mereka memang telah tiada, tetapi benih kuman kejahatan mereka tidak turut terkubur, masih segar-bugar dan terus bergentayangan membikin gara-gara dan keonaran. Mereka terus menipu, memfitnah untuk menjerumuskan kaum muslimin yang lemah ke lembah keonaran.

Setelah peristiwa adanya berita bohong (hoaks) tersebut, ditemukan bahwa salah seorang kerabat Abu Bakar, turut terlibat persekongkolan jahat ini. Ialah yang berhasil dipengaruhi kelompok penyusup, untuk menyebarkan berita hoaks Umul Mukminin, Aisyah ra. Bersambung <<<<Halaman 2 >>>>

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
12Halaman selanjutnya
TAG:berlapang dadamaafmemaafkanmudah memaafkan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rudal Suriah Meledak di Dekat Reaktor Nuklir ‘Israel’
Tulisan selanjutnya vaksin covid-19 masyarakat sertifikasi vaksin WHO Syarat Umrah, Wapres Minta China Segera Sertifikasi Vaksin Sinovac ke WHO

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?