Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Kesabaran Urwah bin Zubair Menerima Takdir Allah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 31 Desember 2019 14:22 2:22 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 31 Desember 2019 14:22
Bagikan
ilustrasi
Bagikan

Hidayatullah.com | SUATU hari, Abdul Malik berujar di hadapan publik, “Barangsiapa yang senang melihat orang ahli surga, maka lihatlah kepada orang ini” (Wafayaat al-A’yaan, II, 419-431)

Beliau adalah Abu Abdullah Urwah bin Zubair bin Awwam bin Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushai bin Kilab Al-Qurasy Al-Asadi. Seorang ulamah ahli fikih Madinah. Anak dari pasangan terhormat yaitu: Zubair bin Awwam dan Asma binti Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhum. Artinya, beliau adalah cucu Abu Bakar Ash-Shiddiq. Saudara kandungnya bernama Abdullah bin Zubair yang masyhur dengan kesyahidannya.

Tidak berlebihan apa yang dikatakan oleh Abdul Malik. Salah satu kunci yang menggambarkan karakter luhur beliau adalah kesebaran dalam menerima takdir Allah.

Ibnu Khillikan menyebut beliau sebagai orang yang alim, saleh sekaligus memberi contoh tentang beliau sebagai orang yang sangat tabah dan sabar menghadapi takdir Tuhan.

Al-Kisah, Urwah bin Zubair pergi ke Madinah hendak menemui Walid bin Abdul Malik di negeri Syam. Waktu itu, beliau ditemani oleh anaknya: Muhammad bin Urwah.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Ketika perjalanan hendak dimulai. Musibah pertama menimpa. Anak kesayangannya itu, ketika masuk kandang ternak, tiba-tiba diinjak oleh binatang ternak.

Akibatnya, putra Urwah tersungkur dan meninggal dunia seketika. Dalam kondisi berduka seperti itu, beliau tetap melanjutkan perjalanannya ke Syam.

Sebelum melanjutkan perjalanan, ada kata menarik yang diucapkan beliau, “Segala puji bagi Allah. Anakku ada tujuh, kemudian Engkau ambil satu dan tersisa enam. Jika Engkau menguji, pasti memberi maaf; setiap Engkau mengambil, Engkau juga memberi.” Tidak ada keluhan dan rintihan dari beliau. Kira-kira, kalau kita yang mengalaminya, apa respons yang akan diungkapkan?

Setelah anak kesayangan meninggal, beliau mendapat ujian lagi. Kakinya tertimpa penyakit kudis yang sangat parah. Dokter-dokter pada waktu itu sudah angkat tangan karena penyakitnya sudah kronis.

Walid bin Abdul Malik pun menyarankan agar kaki beliau dipotong saja. Karena, kalau dibiarkan akan berbahaya bagi keselamatan tubuhnya.

Didatangkanlah para jagal. Ketika disarankan kepada beliau agar minum khamar (minuman keras) agar tidak merasa sakit, beliau menjawab, “Aku tidak akan memanfaatkan sesuatu yang diharamkan oleh Allah hanya karena ingin sembuh.”

Disuruh meminum obat tidur pun beliau juga tidak mau. Ia bersikeras untuk tegar menahan rasa sakitnya. Di sela-sela hendak dipotong, beliau mengucapkan kalimat tahlil dan takbir.

Dalam riwayat lain, diceritakan bahwa momen pemotongan itu dilakukan sewaktu Urwah sedang shalat sesuai dengan permintaannya.

Seusai dipotong, beliau jatuh pingsan. Kemudian waktu siuman beliau membaca Surat al-Kahfi ayat 62, “Sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini.”

Saat hasil potongan kaki itu dipegang tukang jagal, beliau meminta untuk memegangnya sembari berkata, “Demi Allah yang telah membawaku denganmu, sesungguhnya Dia mengetahui bahwa aku tidak pernah membawamu berjalan kepada keharaman.”

Sikap Urwah ini menunjukkan betapa tingginya kesabaran beliau dalam menerima takdir Allah. Mendapat musibah bertubi-tubi, bukan mengeluh malah memuji Allah. Ujian yang menimpa beliau, tidak sebanding dengan nikmat yang begitu banyak yang telah dianugerahkan Allah kepada beliau.

Salah satu amalan istiqamah beliau adalah setiap hari membaca seperempat al-Qur`an di mushaf. Dan dibaca juga pada malam hari. Kebiasaan ini tidak pernah ditinggalkan, kecuali hanya satu malam saat kaki beliau dipotong. Kemudian, setelah itu beliau kembali menjalankan kebiasaan baik itu.

Sebagai penutup, akan disebutkan salah satu keinginan atau cita-cita beliau:

منيتي الزهد في الدنيا والفوز بالجنة في الآخرة

“Harapanku adalah bisa hidup zuhud di dunia dan bisa beruntung mendapatkan surga di akhirat.” Sosok seperti ini, layak untuk dijadikan teladan dalam kehidupan setiap Muslim dalam menghadapi takdir Allah./ *Mahmud Budi Setiawan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ImansabarTakdir AllahujianUrwah bin Zubair
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya DPR Desak Upaya Strategis Pemerintah Atasi Turbulensi Ekonomi Global
Tulisan selanjutnya 56 Aktivis dan Pengunjuk Rasa Diculik dan Hilang di Iraq yang Diguncang Protes Anti-Pemerintah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?