Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Bukan terpengaruh Milad Yesus

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Januari 2014 07:51 7:51 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Januari 2014 07:51
Bagikan
Pembukaan Festival Maulid Nusantara 8, di Convention Hall JIC,
Bagikan

Oleh: Alwi Alatas

Adanya ‘peringatan’ maulid (sebagaimana disebutkan dalam artikel sebelumnya) tampaknya lebih berkaitan dengan maulid di Makkah seperti yang diceritakan oleh Ibn Jubair dibandingkan dengan maulid Fatimiyah. Nuruddin berusaha menguatkan ajaran Ahlu Sunnah dalam pemerintahannya dan membatasi praktek-praktek Syiah yang juga terdapat pada masyarakat yang ia pimpin. Jika ia mengambil peringatan maulid dari Fatimiyah, tentu hal itu akan diketahui oleh tokoh-tokoh Muslim pada masa itu, baik Syiah maupun Sunni. Kalangan Syiah mungkin akan mengungkapnya dan kalangan Sunni perlu mempertahankannya. Tapi kita tidak menemukan adanya polemik semacam ini pada masa itu.

Saat membicarakan tentang maulid Fatimiyah, Kaptein (1993: 28-30) sendiri menolak kemungkinan maulid tersebut menerima pengaruh dari perayaan milad Yesus (Natal) di kalangan orang-orang Koptik di Mesir. Hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan karakteristik pada keduanya: maulid Fatimiyah tidak semenonjol dan sepopuler Natal (Coptic Christmas) dan ia tidak diadakan pada malam hari seperti Natal.

Namun, ketika membahas maulid di dunia Sunni, Kaptein dengan cepat menyatakan adanya kesinambungan, tanpa mempertimbangkan adanya perbedaan karakteristik keduanya. Karena itu lebih aman untuk menerima kesimpulan di dalam Encyclopaedia of Islam (1991: 895) yang menyebutkan bahwa “the memory of these Fatimid mawalid seems to have almost completely disappeared before the festivals in which Muslim authors unanimously find the origin of the mawlid.”

Baca Juga

Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
KH. Abdul Mu’thi: Tetap Berkarya di Balik Penjara
KH. Abdullah Said dalam Liputan Majalah Panji Masyarakat
Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo

Dengan demikian dapat dikatakan perayaan maulid di dunia Sunni baru muncul pada awal abad ke-12, yaitu pada masa pemerintahan Nuruddin Mahmud Zanki (w. 1174).

Perayaan maulid ini pada awalnya terbatas di kota Mosul, tetapi perlahan-lahan menyebar dan tampil secara besar-besaran di Irbil beberapa waktu kemudian. Perayaan maulid yang berlaku di Mosul dan irbil ini kemudian menyebar dari sebagian wilayah Iraq ke Mesir dan kemudian ke seluruh dunia Islam seperti yang kita ketahui sekarang ini.

Abu Syamah sendiri menceritakan tentang perayaan maulid di dalam bukunya yang membahas tentang bid’ah, yaitu Kitab al-Ba’its. Ia menyebut perayaan maulid sebagai sebuah bid’ah yang berlaku di jamannya. Namun, dalam bukunya itu ia membagi bid’ah kepada bid’ah yang baik dan yang buruk sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Imam Syafi’i. Abu Syamah memasukkan maulid ke dalam kumpulan bid’ah yang baik, sebagaimana pembuatan mimbar di masjid serta pembangunan madrasah.

Lebih dari satu setengah abad sejak maulid yang diadakan di Irbil, Ibn Kathir (w. 1373) menulis tentang hal itu di dalam kitabnya Al-Bidayah wa-l-Nihayah jilid 17 (1998: 204-6). Ia menyebutkannya saat menceritakan tentang wafatnya pemimpin Irbil, Muzaffaruddin Kukburi. Sebagian besar penjelasannya sama dengan yang ada pada tulisan Ibn Khallikan, tetapi di dalamnya juga ada beberapa informasi lainnya. Ia menyebutkan keutamaan-keutamaan Muzaffaruddin, jihadnya yang menonjol, serta sedekahnya yang sangat banyak, walaupun baju yang biasa dikenakannya berbahan kasar dan harganya tak sampai 5 dirham.

Dalam tulisannya itu Ibn Katsir sama sekali tidak menyebutkan maulid yang diadakan itu bersumber dari Fatimiyah dan ia tidak pula mencelanya atau menyebutnya sebagai perbuatan bid’ah, walaupun salah satu gurunya, Ibn Taimiyah (w. 1328), mengkritik maulid sebagai perbuatan bid’ah.

Ibn Katsir bahkan memuji Muzaffaruddin dan mendoakannya dengan sebutan rahimahullah Ta’ala. Ibn Katsir juga menyebutkan tentang perayaan maulid oleh Syaikh Umar al-Malla’ dalam kitab Bidayah jilid 16 (1998: 446-7) dan menyebut tokoh zahid itu dengan sebutan al-Shaikh al-Shalih al-Abid.

Terlepas dari itu semua, perayaan maulid merupakan sesuatu yang tidak ada pada jaman Nabi, sahabat, ataupun para imam madzhab. Ia baru muncul belakangan. Maulid bukanlah sesuatu yang mesti dilaksanakan setiap tahun, apalagi setiap bulan atau setiap minggu, dan ia bukan pula ukuran kecintaan seseorang kepada Nabi (shallallahu alaihi wasallam).

Mengerjakannya tidak membuat pelakunya lebih mulia dan lebih terbukti cintanya pada Nabi dibandingkan mereka yang tidak mengerjakannya. Jika ia merupakan ukuran cinta pada Nabi dan menjadikan seseorang lebih mulia, maka bagaimana kita hendak menilai kecintaan dan kemuliaan generasi terdahulu sementara mereka tidak pernah mengadakan maulid?

Sebaliknya, yang tidak menyetujui maulid juga perlu lebih bijak dan tidak terlalu mudah membid’ahkan atau menyesatkan mereka yang menyelenggarakan maulid sebagai ungkapan rasa syukur atas kelahiran sang Nabi. Sebelumnya, mereka juga tidak dikecam oleh para ulama di jamannya maupun setelahnya. Wallahu a’lam.*/Kuala Lumpur, 19 Rabiul Awwal 1435/ 21 Januari 2014

Penulis adalah kandidat doktor bidang Sejarah di IIUM Malaysia. Kolumnis hidayatullah.com di rubrik sejarah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 3 Ledakan Serang Polisi Kairo, 5 Tewas
Tulisan selanjutnya Mengaku Nabi, Warga Inggris Dihukum Mati di Pakistan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Berita
16 Oktober 2026 15:36
Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain

Terbaru

  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI

22 Juli 2026 20:00
Sejarah

Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah

15 Juni 2026 07:41
Sejarah

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina

23 Mei 2026 15:57
Sejarah

Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina

17 Mei 2026 13:42
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?