Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Kebenaran di Lidah dan di Hati Umar

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 6 Mei 2016 15:15 3:15 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 Mei 2016 15:13
Bagikan
Para sahabat mengelilingi Umar Bin Khatab di hari-hari menjelang meninggal (dalam film Omar)
Bagikan

 

Oleh: Fadh Ahmad Arifan

 

SEBUTAN Amirul Mukminin dalam sejarah Islam hanya disandang oleh Umar bin Khattab RA. Amirul Mukminin punya nama lengkap Umar bin khattab bin Nufail. Berasal dari keluarga Adi di suku Quraisy. Ayah Umar namanya al-Khattab bin Nufail bin Abdul uzza bin Riyah. Sementara ibunda Umar bernama Hantamah bin Hasyim bin al-Mughirah. Khattab ayahnya Umar adalah orang terpandang di kalangan masyarakatnya, tetapi dia bukan orang kaya, juga tak mempunyai khadam (Muhammad Husain Haikal, Umar bin Khattab, hal 8). Sewaktu mudanya, Umar menjadi sosok yang disegani di pasar Ukaz. Memeluk agama Islam pada tahun keenam misi kerasulan Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam. Kala itu Nabi berdoa:”Ya Allah kuatkanlah Islam dengan masuknya Umar bin Khattab atau Umar bin Hisyam, siapapun yang engkau kehendaki” (Majid ali Khan, Sisi hidup para Khalifah Saleh, hal 71-73).

Keikhlasan, kebersihan hati dari segala hawa nafsu serta cintanya kepada keadilan membuat Umar memperoleh julukan al-Faruq.

Baca Juga

Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
KH. Abdul Mu’thi: Tetap Berkarya di Balik Penjara
KH. Abdullah Said dalam Liputan Majalah Panji Masyarakat
Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam berkata:”Allah menempatkan kebenaran di lidah dan di hati Umar. Dialah al-Faruq yang memisahkan antara yang haq dengan yang bathil.” Saat Rasul telah wafat, Umar sempat tidak bisa menerima kenyataan tersebut. Namun Abu bakar RA berhasil menyadarkannya, “Barangsiapa mau menyembah Muhammad, Muhammad sudah meninggal. Tetapi barang siapa menyembah Allah, Allah hidup selamanya tak pernah mati.” (Muhammad Husain Haikal, hal 64-65)

Menjelang wafat pada tahun 634 M, Abu bakar berwasiat Umar sebagai penggantinya. Beliau tak mau memakai sebutan khalifah, tetapi memakai sebutan Amirul mukminin, pemimpin orang-orang beriman (Leksikon islam, jilid 2, hal 738). Khalid Muhammad Khalid menyatakan, “Menemui Amirul Mukminin tidak seperti menemui raja dan penguasa lainnya. Keadaannya jauh berbeda. Tidak ada tempat bagi makanan, minuman yang nyaman dan kehidupan yang penuh kenikmatan. Ia ahli ibadah yang ibadahnya membangkitkan kecerdasan, amal dan kebangkitan. Dia adalah pengajar yang membetulkan pengertian-pengertian kehidupan”. Kepribadian Amirul Mukminin diantaranya, apabila berbicara suaranya jelas, apabila berjalan langkahnya cepat dan apabila memukul, menimbulkan kepedihan. Satu-satunya diantara sahabat yang sering mendebat Rasulullah saw, terkadang menyampaikan usul kepada Rasul dan Rasul melaksanakan usulnya (Khalid Muhammad Khalid, Kehidupan para Khalifah teladan, hal 93-99).

Saat memimpin selama 10 tahun, Umar menaklukkan Suriah dan palestina. Kemudian Irak dan Persia. Di Yerussalem, Umar terlibat dalam pembangunan masjid yang kemudian dikenal dengan “Masjid umar” (Majid ali Khan, hal 95). Prestasi lainnya yang perlu dikenang, di zaman Amirul Mukminin ini dibuat kalender Hijriyah. Kemudian dibentuklah lembaga peradilan Islam. Istilah hakim baru ada di zaman kepemimpinan beliau. Para hakim digaji dari baitul Mal. Beliau adalah khalifah pertama yang memakai pegawai khusus untuk mengurusi pungutan dan premi. Pungutan itu dipakai untuk menggaji tentara dan kemashlahatan kaum Muslimin. Pungutan ini ada 4 macam: kharaj, usyur (1/10 hasil bumi), sedekah dan jizyah (12 dirham per tahun). Umarlah yang memerintahkan agar mata uang dirham bertuliskan “Allahu akbar” (Atlas sejarah Islam, 2011, hal 51-55).

Lima Gaya Umar Bin Khattab dalam Memimpin

Di masa Umar, beliau menghentikan pendistribusian zakat untuk salah satu asnaf, yaitu orang-orang yang baru masuk Islam, karena kondisi Negara telah kuat. Atas saran Ali bin abi Thalib, beliau memungut zakat atas kuda yang oleh Rasulullah dibebaskan dari zakat. Terobosan ini merupakan tuntutan pada saat itu. Kuda tidak pernah dikembangkan untuk diperdagangkan dalam skala besar pada masa Rasulullah dan hanya dipakai sebagai alat transportasi, sedangkan di masa Umar memimpin, kuda-kuda diternakkan dan diperdagangkan dalam jumlah besar (Karnaen A. Perwataatmadja, Jejak rekam Ekonomi Islam, hal 75-76).

Sebelum wafat, Amirul Mukminin masih sempat membentuk majelis Syura untuk memilih penggantinya. Ada 6 sahabat: Usman bin affan, Ali bin abi thalib, Thalhah, Zubair bin awwam, Sa’ad hingga Abdurrahman bin auf. Beliau wafat wafat pada bulan dzulhijjah 23 H/643 M akibat tusukan yang dialaminya pada saat sholat. Umar ditusuk oleh Abu Lu’luah al-Majusi dengan belati beracun. (Ahmad al-Usairy, Sejarah islam, hal 163-164). Beliau juga pernah meminta kepada siti Aisyah RA agar dimakamkan disebelah makam Rasul. Meski Aisyah bermaksud menyediakan tempat tersebut bagi dirinya sendiri, tetapi demi permintaan Umar, maka Aisyah memberikan kepada umar (Majid ali Khan, hal 101).

Walaupun Amirul Mukminin telah berlalu dari kita, namun prestasi dan pengaruhnya masih dapat dirasakan hingga kini. Tak heran, sarjana Barat yakni Michael H. Hart memasukkan Umar ke dalam daftar “100 tokoh paling Berpengaruh Sepanjang Masa”.

Dalam bukunya, Hart menulis begini “Sesudah Nabi Muhammad, dia merupakan tokoh utama dalam hal penyerbuan (futuhat) dalam Islam. Tanpa penaklukan-penaklukannya yang secepat kilat, diragukan apakah Islam dapat menyebar luas sebagaimana yang dapat disaksikan sekarang. Penaklukan di bawah kepemimpinan Umar lebih luas daerahnya dan lebih tahan lama, lebih bermakna daripada apa yang dilakukan oleh Charlemagne maupun Julius Caesar, ” (Michael H. Hart, 2005, hal 242). Wallahu’allam.*

Penulis adalah  pengajar Sejarah Kebudayaan Islam di MTs Muhammadiyah 2 Malang

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amirul MukmininKhalifahSahabat NabiUmar Bin Khattab
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kejahatan terhadap Muslim Naik Tiga Kali Lipat di Prancis
Tulisan selanjutnya Polda Sulselbar Klaim Telah Tertibkan Miras Ilegal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun

Berita
17 Oktober 2026 10:07
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI

22 Juli 2026 20:00
Sejarah

Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah

15 Juni 2026 07:41
Sejarah

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina

23 Mei 2026 15:57
Sejarah

Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina

17 Mei 2026 13:42
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?