Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Belajar Berbesar Hati kepada Hasan bin Ali

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Desember 2019 16:25 4:25 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Desember 2019 16:25
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | DALAM doktrin ajaran Syi`ah, nama Hasan bin Ali tak begitu terang benderang sebagaimana Husain bin Ali. Meskipun keduanya sama-sama diakui sebagai bagian dari ahlu al-bait, namun yang begitu ditonjolkan adalah Husain bin Ali yang wafat dalam tragedi karbala`.

Ada beberapa alasan yang bisa menjelaskannya secara historis. Pertama, salah satu istri Husain bin Ali berkebangsaan Persia, sehingga mereka sangat menjunjung sekali dirinya. Kedua, berbeda dengan Hasan, Husain mau mengikuti tawaran Syi`ah (politis) untuk membelot dari pemerintahan Umawiah serta pergi ke Kufah untuk memenuhi permintaan penduduknya yang mau mendukungnya.

Apa yang terjadi kemudian? Yang terjadi, mereka –yang mau mendukung- pada akhirnya tidak jadi mendukung, dan akhirnya Husain pun terbunuh di wilayah Karbala akibat adanya provokator yang membuat suasana semakin berkecamuk. Padahal pada waktu itu sudah ada opsi-opsi perdamaian.

Takdir Allah berkata lain, lalu terjadilah yang terjadi. Terbunuhnya Husain di Karbala, dijadikan hari besar di kalangan syi`ah. Masalahnya kemudian ialah apakah Hasan bin Ali tak mempunyai jasa besar sehingga tak mendapat pengagungan layaknya Husain Radhiyallahu `anhuma?

Berkaca dengan ‘cermin sejarah’ didapati fakta menarik bahwa jasa Hasan bin Ali jauh lebih besar dibanding Husain bin Ali. Pada tahun empat puluh satu hijriah Hasan bin Ali menetapkan keputusan fenomenal.

Baca Juga

Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo
Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI
Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina

Dirinya rela melepas jabatan yang dimiliki secara sah demi terciptanya perdamaian antara kaum Muslimin. Padahal pada waktu itu kedua kelompok besar ini sudah siap-siap berperang, namun karena kebesaran jiwa Hasan, konflik besar internal kaum Muslimin tidak terjadi.

Apa yang dilakukan oleh Hasan ini ternyata jauh-jauh hari sudah diprediksikan oleh Rasulullah: “Salah satu dari cucuku ini kelak akan mendamaikan dua kelompok yang berselisih”. Keputusan ini lebih bisa diambil oleh Hasan karena beliau memiliki sifat seperti Rasulullah ﷺ, Abu Bakar As-Shiddiq dan Utsman.

Beliau memiliki sifat: lemah lembut, bijaksana, mengutamakan perdamaian, tidak frontal dan reaktif dalam menghadapi masalah, dan mengutamakan persatuan umat. Adapun Husain –tanpa mengurangi kemuliaannya sedikitpun- memiliki sifat: keras, reaksioner, tidak tahan dengan yang namanya kezaliman, memilih cara-cara frontal.

Terlepas dari kurang dan lebihnya kedua saudara kandung ini, keduanya sama-sama mulia dalam pandangan Nabi. Kabarnya, kelak kedua menjadi penghulu pemuda di surga. Abu Sa’id Al-Khudry meriwayatkan:

«الحَسَنُ وَالحُسَيْنُ سَيِّدَا شَبَابِ أَهْلِ الجَنَّةِ»
“Hasan dan Husain penghulu para pemuda penghuni Surga.” (HR. Tirmidzi)

Dari kasus Hasan dan Husain ini, setidaknya ada pelajaran berharga bagi para pemimpin skala peradaban. Bahwa pemimpin besar adalah pemimpin yang berjiwa besar. Ia rela melepaskan jabatan demi terciptanya suatu perdamaian. Sebab apalah fungsi jabatan jika hanya menimbulkan kesengsaraan?

Lain halnya dengan kebanyakan pemimpin dewasa ini. Kebanyakan mati-matian mempertahankan jabatan kepemimpinannya, walaupun harus mengorbankan persatuan dan kesatuan yang dipimpinnya. Kebesaran hati dan jiwa Hasan, layak dicontoh bagi siapa saja yang ingin menjadi pemimpin sejati; bukan imitasi./*Mahmud Budi Setiawan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ahlul BaitHasan bin AliHusain bin Alikarbalakeluarga NabipemimpinPersiasyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Penjajah telah Menangkap 3.750 Orang sejak Trump Mengumumkan Yerusalem Ibu Kota ‘Israel’
Tulisan selanjutnya Anak TK dan SD Luqman Al-Hakim Jember Peduli Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU

Berita
31 Agustus 2026 11:10
Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama

8 Mei 2026 08:59
Sejarah

KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah

6 Mei 2026 08:34
Sejarah

R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

25 April 2026 08:37
Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?