Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Beginilah Baju yang Disukai Rasulullah ﷺ

Bambang S
Terakhir diupdate: 8 September 2023 13:42 1:42 pm
Bambang S
Dipublikasikan 18 Mei 2020 13:25
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | GAMIS, model pakaian ini umum diketahui masyarakat. Model pakaian ini memiliki dua lengan baju yang panjang sehingga menutupi seluruh tanggan sampai pergelangan tangan. Memiliki lubang pada bagian tengahnya sehingga kepala dapat masuk melalui lubang tersebut hingga sebatas leher.

كَانَ أَحَبَّ الثِّيَابِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الْقَمِيصُ

“Pakaian yang paling disukai oleh Rasulullah ﷺ yaitu gamis.” (HR. Tirmidzi)

Model baju ini mudah dipakai dan dilepas serta tidak perlu repot mengencangkan saat bergerak. Sehingga anggota  tubuh mudah bergerak dengan bebas.

Panjang lengan gamis Rasulullah ﷺ, dijelaskan Imam Tirmidzi,  sampai pada pergelangan tangan.

Baca Juga

Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
KH. Abdul Mu’thi: Tetap Berkarya di Balik Penjara
KH. Abdullah Said dalam Liputan Majalah Panji Masyarakat
Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo

Untuk warna, Rasulullah ﷺ lebih menyukai warna putih.

الْبَسُوا مِنْ ثِيَابِكُمُ الْبَيَاضَ فَإِنَّهَا مِنْ خَيْرِ ثِيَابِكُمْ وَكَفِّنُوا فِيهَا مَوْتَاكُمْ

“Hendaklah kalian berpakain berwarna putih ketika masih hidup. Kemudian kafanilah siapa yang meninggal di antara kalian dengan kain putih kerenna kain putih adalah sebaik-baik pakaian.” (HR Tirmidzi)

Hadits di atas  menjelaskan anjuran  Rasulullah ﷺ kepada umat Islam untuk senantiasa berpakaian berwarna putih. Dari anjuran ini dapat disimpulkan, beliau juga berpakaian putih dalam berbagai kesempatan.

Pakaian putih memiliki dua sifat: lebih suci dan enak dipandang. Lebih suci karena warna putih saat dicuci akan memudahkan melihat jika ada kotoran atau najis yang menempel sehingga bisa segera dibersihkan. Berbeda dengan pakaian berwarna gelap. Mungkin saja pada pakaian tersebut ada noda kotoran atau najis yang tersamarkan. Sikap ke hati-hatian inilah yang menjadi salah satu alasan Rasulullah ﷺ lebih mengutamakan warna putih dibanding warna lain.

Meski suka warna putih, pada kesempatan lain Rasulullah ﷺ berpakaian merah.

“Suatu ketika aku melihat Nabi Muhammad berpakaian merah. Saat itu seakan-akan aku melihat pancaran cahaya dari kedua betisnya.” (HR Tirmidzi)

Dalam teks hadits ini ada kata “hullah  hamra’” berarti pakaian Rasulullah ﷺ –menurut para ulama- terbuat dari kain buludru buatan Yaman. Pada kain tersebut terdapat hiasan dan kombinasi warna hitam  dan merah, bukan merah secara keseluruhan. Rasulullah ﷺ tidak pernah berpakaian merah polos. Bahkan  beliau melarang keras hal tersebut.

Ibnul Qayyim menjelaskan larangan itu dalam Zadul Ma’ad. Menurutnya,  pendapat sebagian kalangan yang mengnggap pakaian Rasulullah ﷺ  merah polos adalah salah. Karena yang beliau kenakan saat itu pakaian warna merah dengan kombinasi warna hitam berasal dari Yaman. Di mana kain tersebut memang terkenal dengan motif dan kombinasi warna, sebagaimana  kain produksi Yaman pada umumnya. Karena itu Ibnul Qayyim yakin, yang beliau kenakan saat itu bukanlah pakaian warnah merah polos. Karena beliau juga menyampaikan larangan keras terhadap pakaian berwarna merah polos.

Pensyarah kitab ini menegaskan, pada dasarnya semua jenis pakaian hukumnya halal, kecuali ada dalil atau hal-hal yang kemudian mengubah status kehalalannya. Misalnya, pakaian yang terbaut dari sutra bagi pria. Juga jika pakaian itu berpotensi menimbulkan kesombongan, menyerupai orang kafir atau  menjadi pakaian syuhrah yang semata-mata untuk tampil aneh dan mencolok di tengah masyarakat.*/Sumber: kitab Syarah Syamail karya Imam Tirmidzi. Pensyarah: Syeikh Abdurazaq bin Abdil Muhsin Al-Badr

Yuk bergabung dengan Gerakan Amar Ma’ruf Nahi Munkar bersama Dompet Dakwah Media Hidayatullah dakwah.media

Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Baju rasulullahgamisPakaian Rasulullah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Anggota WHO Serukan Review Independen Terhadap Penanganan Pandemi Covid-19
Tulisan selanjutnya Bincang-bincang dengan Imam Masjidil Aqsha (2-tamat)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Berita
15 Oktober 2026 14:10
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun

Terbaru

  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI

22 Juli 2026 20:00
Sejarah

Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah

15 Juni 2026 07:41
Sejarah

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina

23 Mei 2026 15:57
Sejarah

Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina

17 Mei 2026 13:42
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?