Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Besarkanlah Allah, Kecilkanlah Masalah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Maret 2017 10:15 10:15 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Maret 2017 10:15
Bagikan
Bagikan

BERBAGAI musibah dan bencana yang bertubi-tubi menghantam bangsa ini, nampaknya bukan hanya memporak-porandakan harta dan jiwa saudara-saudara kita, tapi juga berpeluang menghancurkan mental dan motivasi. Bukan tidak mungkin bila masalah-masalah itu terus berlarut-larut, kita bisa merasa lemah dan tidak punya semangat untuk bangkit.

Padahal, sebenarnya kitalah yang menciptakan masalah melalui persepsi negatif terhadap kejadian-kejadian hidup; masalah yang besar bisa dikecilkan, jika kita mau mengecilkannya. Masalah yang kecil bisa dibesarkan, jika kita memang menghendakinya.

Jika kita terbiasa membesar-besarkan masalah kecil, maka semua masalah menjadi besar. Sebaliknya, jika terbiasa mengecilkan masalah dan membesarkan nama Allah Subhanahu wa Ta’ala (SWT), maka kecillah semua masalah di dunia ini.

Jika kita memandang bangsa Indonesia adalah bangsa yang lemah, tidak memiliki potensi, tidak kredibel, dan tidak memiliki kemampuan untuk bangkit, maka percayalah, setiap hari kita akan senantiasa menjadi bahan ejekan. Kita akan menjadi bangsa yang rapuh, mudah menyerah, dan cepat merasa kalah.

Jika kita berpandangan bahwa bangsa ini memang pantas diberi azab oleh Allah SWT, maka Allah SWT juga akan terus mengazab. Kita memang layak diazab karena kita sendiri berprasangka buruk kepadanya, jika kita beranggapan bahwa musibah dan bencana yang datang silih berganti akhir-akhir ini sebagai isyarat akan hancurnya bangsa ini, maka Allah SWT pun akan mendatangkan kehancuran pada bangsa ini.

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Allah SWT telah berfirman dalam hadits qudsi; “Aku berada dalam persangkaan hamba-ku kepada-ku.” (Riwayat Bukhari dan Muslim).

Jika masalah bangsa ini kita bawa sedih, akan sedih. Jika dibawa susah, maka menjadi susah. Dibawa gembira, akan menjadi gembira. Semua tergantung pada cara pandang kita.

Oleh karena itu, cara pandang paling sesuai dengan nilai-nilai positif kita sebagai manusia, dan nilai-nilai kebenaran syariah adalah pandangan yang salah satu dimensinya menyakini bahwa segala sesuatu di dunia ini kecil, hanya Allah yang paling besar.

Takwa Sejati

Orang yang bertakwa sejatinya adalah orang yang bisa membesarkan Allah SWT di dalam hati, pikiran, dan seluruh perilaku hidupnya, dan ini dibangun dari interaksi yang mendalam dengan aktivitas ibadah yang sudah disyariatkan Allah SWT dan Rasul-Nya. Ttulah sebabnya mengapa dalam shalat ‘Idul Fitri kita diperintah untuk bertakbir tujuh kali di rakaat pertama dan lima kali di rakaat kedua.

Begitu pula setiap hari, kita di-setting untuk bertakbir ketika melaksanakan shalat wajib maupun sunnah, selama menunaikan shalat lima waktu, “Allahu Akbar”. Seharusnya kalimat ini sudah cukup untuk selalu menyalakan kesadaran tentang kebesaran Allah SWT.

Ketika mengucapkan takbir, saat itu juga seharusnya kita bisa menghayati kebesaran Allah SWT. Saat itu pula kita lepaskan segala hal yang kecil, yakni belenggu persepsi buruk yang menghinggapi.

Lepaskan dan buang jauh-jauh pikiran negatif! Persepsi buruk dan pikiran negatif yang sering kali muncul dan tidak disadarkan oleh ilmu, sebenarnya merupakan sesuatu yang lebih sering membuat kita larut dalam masalah. Maka kita sebenarnya telah menganggapnya paling besar.

Kalimat takbir seharusnya menjadikan kita optimis, penuh percaya diri, dan bersikap positif terhadap segala sesuatu, bahkan terhadap kegagalan sekalipun. Kegagalan itu bukan berarti kematian, kehancuran, atau akhir dari segalanya. Kegagalan di masa lalu justru merupakan pelajaran berharga untuk kehidupan di masa depan.

Jika kita berpikir positif, kita akan mampu menghargai diri sendiri. Sikap menyalahkan diri sendiri secara berlebihan hanya akan menimbulkan kelelahan mental dan rasa frustrasi yang dalam. Sungguh, sikap seperti itu merupakan kezaliman terhadap diri sendiri.

Allah SWT berfirman;

“Dan tidaklah mereka menganiaya kami (Allah), akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” (Al-Baqarah: 57). */Muhammad Zul Arifin (dari buku Kepemimpinan Syura, penulis: Abdurrahman Muhammad)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Generasi Rusak, Selesaikan dengan 3 Pilar
Tulisan selanjutnya Ribuan Warga Afghanistan Terkatung-katung di Pintu Perbatasan Pakistan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Publik Amerika Lebih Pilih Dukung Palestina daripada ‘Israel’

Berita
15 September 2026 09:33
Erdogan: Pakta Pertahanan Makkah adalah Sinyal Persatuan bagi Dunia Islam
Pengisi Utama Pro-Israel, Artis Portugal Berbondong-Bondong Tinggalkan Festival Lisbon
Al-‘Aqabah: Jalan Terjal Menuju Peradaban Fitrah
‘Israel’ Dikabarkan Bagikan Intelijen Terkait Houthi ke Arab Saudi

Terbaru

  • LPPOM dan Balai POM DKI Dorong Industri Kosmetik Siap Hadapi Regulasi BPOM dan Halal
  • ‘Israel’ Dikabarkan Bagikan Intelijen Terkait Houthi ke Arab Saudi
  • Kemenag Tunjuk Basnang Said sebagai Dirjen Pesantren
  • Al-Azhar Kecam Serangan ke Arab Saudi, Minta Semua Pihak Tahan Diri
  • Berkedok ‘Melindungi Alam’, Organisasi Lingkungan ‘Israel’ Desak Zionis Kuasai Cadangan Air Palestina
  • Tembak Jatuh Drone Houthi di Dekat Mekkah, Saudi Tegaskan Tanah Suci sebagai “Garis Merah”
  • Ulama Sunni Iran Dibunuh, Pihak Berwenang Sebut Pelaku “Tentara Bayaran Zionis”
  • Arab Saudi Keluarkan Peringatan Serangan Udara, Mekkah dan Jeddah Siaga
  • Kemenhaj Luncurkan Layanan Pengaduan Bongkar Mafia Haji dan Umrah
  • Ketahanan Keluarga Harus Dibangun dengan Akidah, Syariat, dan Akhlak

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?