Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Hamba yang Menepis Rasa Takut (2)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 Mei 2016 11:00 11:00 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Mei 2016 11:00
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

KITA diperintahkan takut ketika berbuat maksiat dan menyia-nyiakan kewajiban terhadap-Nya. Kita harus menanamkan rasa takut dalam diri terhadap murka dan siksa-Nya. Dengan begitu kita akan patuh meninggalkan dosa, dan menunaikan kewajiban.

Orang yang meletakkan rasa takut dan harap sebagaimana dikehendaki Tuhan, tidak akan putus asa dan teperdaya. Dengan demikian, ia berarti telah berperilaku baik sesuai yang diajarkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Orang yang teperdaya adalah yang meletakkan sikap harap pada posisi takut. Ia mendurhakai Allah dan berbuat buruk sembari menghibur diri dengan ampunan dan rahmat-Nya. Di satu sisi mengerjakan dosa, dan pada sisi lain mengharapkan ampunan. Padahal, yang seharusnya dilakukan adalah menanamkan rasa takut dalam diri –sebagaimana dianjurkan Allah.

Jika merasa takut dan ingin melepaskan diri dari dosa, namun dihantui rasa putus asa tobatnya tidak diterima, maka timbulkan harapan untuk diri, sehingga keinginan bertobat tumbuh subur. Hanya dengan begini, ia bisa meletakkan rasa takut dan harap pada tempatnya –sebagaimana diperintahkan Allah.

Orang teperdaya memindahkan hal tersebut dari tempatnya. Meletakkan rasa harap di tempat rasa takut, dan mengira bahwa hal itu merupakan bukti baik sangka kepada Allah. Ia tertipu.

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Diriwayatkan Wahab bin Munabbih berkata, “Berbaik sangka kepada Allah ialah menjauhi tipuan.” Diriwayatkan Lukman Hakim berkata kepada anaknya, “Anakku, jangan sampai kau tertipu. Menyia-nyiakan perintah Allah, lalu berangan-angan meraih ampunan-Nya.”

Misalnya, seseorang berjanji akan memberimu 1.000 dirham bila kau mendatanginya hari ini. Namun bila terlambat hingga besok, dia akan menghukum dan memenjarakanmu. Lalu kau berkata dalam hati, “Dia orang baik. Aku akan datang besok. Dia pasti memaafkanku dan tetap memberiku 1.000 dirham yang dijanjikan.”

Dalam kasus ini, kau sejatinya ingin menipunya. Sebab dia hanya menjanjikan 1.000 dirham jika kau datang hari ini, dan menjanjikan hukuman jika kau datang esok. Engkau datang keesokan harinya sembari berharap dia memberimu 1.000 dirham. Sungguh ironis, kau sia-siakan perintahnya tapi mengharapkan kemurahannya. Seandainya kau datang hari ini, ia pasti memenuhi janjinya. Sayang, kau abaikan kepercayaannya, dan memperdaya diri dengan menunda perintahnya sebagaimana yang dia inginkan.

Dengan begitu, berarti kau mengharapkan pemberian pada posisi di mana kau pantas dihukum.*/Abu Abdillah Al-Muhasibi, dari bukunya Hidup Tanpa Derita.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:teperdayatidak takut
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hamba yang Menepis Rasa Takut (1)
Tulisan selanjutnya Menteri Italia Ingin Tunjangan Anak Ditambah, Agar Angka Kelahiran Naik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?