Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ribuan Warga Afghanistan Terkatung-katung di Pintu Perbatasan Pakistan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 8 Maret 2017 10:22 10:22 am
Ama Farah
Dipublikasikan 8 Maret 2017 10:22
Bagikan
Pintu perbatasan Pakistan-Afghanistan di Torkham.
Bagikan

Hidayatullah.com–Ribuan orang Afghanistan dan Pakistan mengantri untuk pulang ke rumah setelah Pakistan membuka dua pintu perbatasan utamanya untuk sementara.

Aparat di pintu perbatasan Torkham mengatakan 2.900 orang menyeberang ke Afghanistan dan 550 orang memasuki wilayah Pakistan pada hari Selasa (7/3/2017).

Berapa jumlah pelintas dari pintu perbatasan lain di Chaman belum diketahui, lapor BBC.

Pakistan menutup pintu perlintasan di perbatasan dengan Afghanistan sejak hampir tiga pekan lalu, setelah serangan beruntun yang terjadi di Pakistan dikabarkan dilakukan oleh militan-militan asal Afghanistan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kedua negara sejak lama saling tuding bahwa masing-masing pihak tidak bertindak tegas untuk mengatasi kelompok-kelompok bersenjata.

Pihak Afghanistan mengatakan sekitar 25.000 warganya terkatung-katung di Pakistan, karena pintu perbatasan ditutup.

Dua pintu perlintasan dibuka untuk kali kedua pada hari Rabu (8/3/2017), namun tidak mungkin semua orang yang terkatung-katung di sana semua bisa melintasinya pada hari itu.

“Kami terperangkap di sini karena ada masalah di negeri kami,” kata Shah Wali, pria Afghanistan asal kota Kunduz, kepada wartawan BBC Urdu.

Seorang pria muda Afghanistan bernama Zabihullah mengatakan dia pergi ke Pakistan untuk menjalani perawatan medis. “Saat itu waktu saya di depan gerbangnya ditutup. Saya membawa sejumlah uang tetapi sekarang semuanya sudah habis. Sejak itu saya hidup dengan uang dan makanan dari orang lain. Sungguh memalukan. Saya sekarang seperti orang yang sangat miskin.”

Ketika diwawancarai Zabihullah sudah mengantri selama berjam-jam.

“Tentara terus mendorong kami dari satu antiran ke antrian lain. Sangat melelahkan,” imbuhnya.

Wartawan BBC di Islamabad mengatakan bahwa keputusan untuk membuka sementara pintu perbatasan itu diambil sebab khawatir jika terus ditutup akan menimbulkan krisis kemanusiaan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Besarkanlah Allah, Kecilkanlah Masalah
Tulisan selanjutnya Respon Tuduhan Ernest, Wapres JK Bela Zakir Naik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

Berita
31 Agustus 2026 20:04
Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

Terbaru

  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?