Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Catatan Akhir Pekan

Untuk Apa Berpolitik?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 November 2020 08:38 8:38 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 November 2020 08:38
Bagikan
Kemewahan hingga politik kompromi tidak akan pernah mampu membuat umat percaya
Bagikan

Oleh: Dr. Adian Husaini

 

 

Hidayatullah.com | BELUM  lama, saya berjumpa dengan sejumlah tokoh yang sedang merintis berdirinya sebuah partai Islam. Kepada mereka saya menyampaikan, bahwa berjuang di lapangan politik merupakan ibadah yang mulia. Tapi, setidaknya ada dua syarat, agar politik Islam meraih sukses: (1) ikhlas, (2) cerdas.

“Jika berpolitik dengan niat dan tujuan untuk meraih kekuasaan duniawi semata, maka sebaiknya, tidak perlu dilanjutkan,” begitu pendapat saya.    Berpolitik di era ini juga memerlukan kepiawaian operasional yang sangat berat. Tanpa niat ikhlas dan kecerdasan berpolitik, maka pertolongan Allah tidak akan datang.

Baca Juga

Hiruk Pikuk Urusan Pilpres, Jangan Lupakan 5 Adab Bernegara
Selamat, Prof. KH Hamid F Zarkasyi jadi Tokoh Perbukuan Islam
Catatan Akhir Pekan: Jangan Lupakan dan Jangan Hancurkan Peradaban Melayu yang Agung
Jatuh Bangunnya Peradaban
Beginilah Berpolitik yang Cerdas

Pragmatisme, sekulerisme, dan materialisme dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk bidang politik, kini kian kencang digaungkan, oleh berbagai kalangan. Ada yang melarang untuk membawa-bawa agama dalam berbagai bidang kehidupan.

Politik, misalnya, kini sekedar dimaknai sebagai seni untuk meraih kuasa, dengan segala cara, terlepas dari pertimbangan agama. Seolah-olah membawa pertimbangan agama dalam berpolitik adalah tindakan tercela. Itulah politik sekuler, yang menafikan tuntunan Tuhan dan akhlak mulia.

Sementara itu, umat Islam diajarkan sejak usia dini, bahwa Islam mengatur seluruh masalah kehidupan. Umat Islam sadar benar akan kewajiban mencontoh Nabi Muhammad ﷺ dalam segala aspek kehidupan; mulai urusan masuk kamar mandi dan cara pakai baju, sampai masalah ekonomi dan politik kenegaraan.  Urusan politik merupakan bagian dari ajaran Islam yang sangat penting, karena menyangkut pengelolaan kekuasaan untuk kemaslahatan rakyat – dunia dan akhirat.

Meskipun bertujuan untuk meraih kekuasaan, aktivitas politik adalah ibadah kepada Allah SWT. Kebenaran adalah di atas segala-galanya; termasuk di atas kekuasaan. Jika demi kebenaran harus kalah dalam politik, maka kata seorang ulama bijak: “Biar kalah, asal tidak salah!”

Pemimpin dalam pandangan Islam adalah pribadi yang bisa menjadi contoh, teladan, dan pelindung bagi rakyatnya. Tugas dan kewajiban pemimpin negara dalam Islam telah begitu banyak dibahas oleh para ulama Islam dalam kitab-kitab “siyasah syar’iyyah”. Pada intinya, negara dan agama, adalah laksana dua sisi mata uang yang harus berjalan seiring, saling menguatkan. Ulama dan umara haruslah sama-sama baik, sebagai dua pilar penting bagi tegaknya sebuah negara.

Karena itu, umat Islam berpolitik sebagai perintah agama Islam, bukan karena menuruti syahwat kekuasaan.  Berpolitik adalah bagian dari bentuk amal ibadah, sehingga umat Islam tidak pernah terpikir untuk memisahkan aspek politik dan agama. Meskipun tentu saja, umat Islam dilarang menggunakan agama untuk kepentingan politik yang bathil. Politik yang bernilai ibadah adalah yang politik yang dilandasi dengan niat ikhlas untuk ibadah dan dilakukan dengan cara-cara yang benar pula.

Terkait dengan itu, umat Islam berkewajiban untuk menyiapkan dan memilih pemimpin-pemimpin yang memiliki visi-misi pembangunan Islami dan berkepribadian mulia. Selain cerdas, sholeh, amanah, dan professional, para pemimpin yang ideal adalah yang mampu mewujudkan keadilan ekonomi, kemakmuran, dan kebahagiaan pada masyarakat. Mereka harus paham dan berani melakukan terobosan mewujudkan konsep kepemimpinan Islam yang telah dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ dan para khulafaur-rasyidun, serta para pemimpin Islam yang hebat lainnya, seperti Umar bin Abdul Aziz, Shalahuddin al-Ayyubi, Muhammad al-Fatih dan sebagainya.

Para pemimpin yang mulia itu harus menerapkan pola hidup “zuhud”, jauh dari gebyar hidup mewah dan boros; senantiasa berbuat berdasarkan ilmu; merujuk kepada keputusan para ulama dan ilmuwan yang shaleh dalam memecahkan berbagai persoalan masyarakat.

Mereka pun harus punya tekad yang kuat untuk melanjutkan perjuangan para ulama; menjadikan Indonesia sebagai negeri baldatun thayyibatun wa-rabbun ghafur; menjadi negeri muslim terbaik dalam berbagai bidang kehidupan, sehingga Indonesia menjadi contoh negara di dunia yang layak diteladani.

Inilah misi utama perjuangan umat Islam Indonesia di bidang politik. Ini adalah misi dan amanah yang sangat mulia, sehingga harus dilaksanakan oleh manusia-manusia yang mulia pula, yang memiliki iman yang kokoh dan akhlak yang mulia.  Tidak ada manusia yang sempurna, memang. Karena itu, semuanya harus diperjuangkan secara bertahap, berproses, menuju kesempurnaan.

Para pemimpin ideal tidak muncul tiba-tiba. Tapi, mereka harus disiapkan dengan matang, konseptual, dan istiqamah. Mereka harus dididik dan dilatih dengan benar dan sungguh-sungguh.

Dan inilah salah satu tugas penting dari Partai Politik yang baik, dalam pandangan Islam. Partai politik yang ideal harus dipimpin oleh insan-insan beriman dan berakhlak mulia, yang mampu mengemban amanah risalah Nabi Muhammad ﷺ dan melanjutkan perjuangan para ulama. KEWAJIBAN ini harus dilaksanakan oleh sebagian umat Islam Indonesia yang dikarunai oleh kelebihan dalam pemikiran dan pengalaman kehidupan.

Tapi, umat Islam adalah laksana satu tubuh. Bidang perjuangan politik tidaklah berjalan dengan sendiri. Harus bekerjasama dengan bidang-bidang lainnya. Semoga saudara-saudara kita yang bergiat dalam bidang politik mendapat bimbingan dan lindungan Allah SWT.  Amin. (Banda Aceh, 22 November 2020).*

Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ibadahpartai Islampolitikpragmatismesekularisme
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 34 Orang Tewas dalam Dua Pemboman Bunuh Diri di Afghanistan
Tulisan selanjutnya Dewan Dakwah dan Baitul Mal Aceh Gelar Pendampingan Syariah bagi Muallaf

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Catatan Akhir Pekan

Peringatan Penting Ulama India

26 Desember 2022 14:45
Catatan Akhir Pekan

Teokrasi dan Demokrasi

17 Desember 2022 17:10
Catatan Akhir Pekan

Beginilah Terjadinya Liberalisasi Politik

5 Desember 2022 11:45
Catatan Akhir Pekan

Menjaga Pikiran di Era Kebohongan

26 November 2022 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?