Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

Syiah dan ISIS Turut Dibahas Ikatan Ulama ASEAN

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 1 Desember 2014 15:35 3:35 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 1 Desember 2014 15:35
Bagikan
Logo Ikatan Ulama dan Duat Asia Tenggara bertuliskan “Rabithah Ulama wa Du’at Janub Syarqi Asia”
Bagikan

Hidayatullah.com– Muktamar I Ikatan Ulama dan Duat Asia Tenggara (Rabithah Ulama wa Du’at Janub Syarqi Asia) menghasilkan sejumlah rekomendasi. Di antaranya “membidik” berbagai gerakan, aliran, dan sekte di luar ajaran Islam yang moderat (wasathiyah).

Berdasarkan rangkuman media ini sepanjang acara inti muktamar, Sabtu-Ahad (29-30/11/2014), Syiah dan Islamic State in Iraq and Syria/Levant (ISIS/ISIL) termasuk gerakan yang ikut dibahas.

Menurut Ketua Umum terpilih, Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin, lembaganya menyikapi secara tegas persoalan Syiah dan berbagai aliran sesat lainnya. Meskipun aliran-aliran tersebut dihadapi secara tidak langsung oleh rabithah yang dipimpinnya.

“Kita tegas, jelas, (rabithah) ini lembaga ahlus sunnah, yang akan terus menjaga aqidah umat, memproteksi umat. Dan akan meng-input upaya agar jangan (sampai) tampil pemikiran yang menyimpang dari pemikiran-pemikiran wasathiyah,” ujarnya dalam wawancara khusus dengan hidayatullah.com usai penutupan acara di Hotel Santika, Depok, Jawa Barat.

Pada acara penutupan tersebut, segenap tokoh lembaga para ulama dan dai se-ASEAN dan Timor Leste itu membacakan rekomendasi berjudul “Bayan dan Taushiyah Muktamar I”.

Baca Juga

Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial
Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah

Pada Bayan poin ketiga berbunyi, “Bahwa di tengah upaya para ulama dan kaum Muslim ASEAN meningkatkan peran serta tanggung jawab mereka dalam membangun pemahaman, pengamalan, dan dakwah Islam yang moderat berdasar manhaj generasi awal Islam yang shaleh, selalu ada gerakan dan dakwah pemikiran yang destruktif.”

“Seperti liberalisme, sekulerisme, dan pluralisme agama, maupun gerakan sekte-sekte yang menyimpang dari manhaj yang lurus, sehingga menimbulkan ketegangan dan konflik bahkan perpecahan internal umat maupun perpecahan ekternal dengan umat lain,” demikian kelanjutan Bayan yang dibacakan Sekjen Dr Jeje Zainuddin didampingi Zaitun dan tokoh-tokoh lainnya itu.

Dalam poin ke-7, berisi Taushiyah yang cuplikannya berbunyi, “Menyerukan kepada para ulama, khususnya yang bergabung dalam Ikatan Ulama dan Duat Asia Tenggara, agar senantiasa berpegang teguh kepada manhaj Ahlus Sunnah Wal Jamaah sebagaimana yang telah ditempuh oleh generasi pendahulu yang saleh.”

‘Bidik’ ISIS/ISIL

Sikap rabithah ini mengenai Syiah dan ISIS/ISIL sudah dipertegas sebelumnya dalam jumpa pers, Sabtu (29/11/2014). Inisiator asal Malaysia Dato’ Dr Juanda Jaya, misalnya, menegaskan bahwa rabithah ini tidak setuju dengan gerakan ISIS/ISIL yang dinilai ekstrem.

“Mengenai ISIL (atau ISIS), kami tidak membenarkan umat Islam untuk terlibat dengan mereka,” tegas Mufti Perlis ini saat ditanya wartawan.

Sementara Hidayat Nur Wahid, yang disebut-sebut sebagai tokoh politik pendukung rabithah ini, menegaskan sikap lembaga itu terhadap Syiah.

“Jelas sekali bahwa kita berkumpul untuk menjaga aqidah umat. Ini tugas sentral para ulama. Hanya saja dengan cara-cara yang santun. Di sini kita berbicara dalam skop Ahlus Sunnah Wal Jamaah. Karena itu kita tidak akan keluar dari sana,” ujar Wakil Ketua MPR RI ini.

“Pihak-pihak yang di luar Ahlus Sunnah Wal Jamaah akan menjadi pembahasan. Tapi kita tidak secara khusus ke organisasi tertentu. Pengaruh-pengaruh Syiah tentu akan menjadi perhatian dari rabithah ini. Termasuk dalam hal mereka (Syiah) mencaci-maki agama,” lanjutnya.

Terdapat 9 poin dalam “Bayan dan Taushiyah Muktamar I” yang ditulis pada dua lembar kertas HVS tersebut. 5 poin pertama berisi penjelasan, 4 poin selanjutnya berisi berbagai rekomendasi.

Di antara rekomendasi lainnya, rabithah ini mendukung upaya para pemimpin ASEAN dalam penegakan hak-hak asasi manusia pada kasus Rohingya, Myanmar.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Muktamar Ikatan Ulama dan Duat Asia II Akan Diselenggarakan Di Malaysia
Tulisan selanjutnya Nama Muhammad Paling Populer untuk Bayi di Inggris

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi

Berita
19 Oktober 2026 12:57
Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan
Cegah Data Jatuh ke Tangan ‘Israel’, Malaysia Larang ASN Pakai Waze

Terbaru

  • Cegah Data Jatuh ke Tangan ‘Israel’, Malaysia Larang ASN Pakai Waze
  • Kelas SPI: Teguh dengan Konsep Din, Lawan Penyimpangan Literasi
  • Jihad Santri di Era Modern
  • Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan ‘Israel’ Bunuh 4 Warga Palestina
  • Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan
  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

20 Februari 2026 07:00
BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?