Hidayatullah.com—Berita duka datang dari Uganda. Masyarakat Muslim Kibuli bersedih setelah kabar meninggalnya Syeikh Nuhu Muzaata Batte.
Syeikh Muzaata dipastikan meninggal pada Jumat sore oleh orang-orang yang dekat dengannya setelah menghabiskan berminggu-minggu di Rumah Sakit Internasional Kampala (IHK) tempat dia dirawat. Kabar kematiannya diungkap Hajji Latif Ssebagala dan Frank Gashumba di akun media sosial mereka.
Petugas Hubungan Masyarakat sekte Muslim Kibuli, juga mengonfirmasik meninggalnya Nuhu Muzaata. Jenazah Syeikh Muzaata saat ini berada di Rumah Sakit Internasional Kampala (IHK), kutip Allafrica.
Saudara laki-laki Muzaata, Siliman Ssemakula mengatakan kepada wartawan ini bahwa dia telah dirawat di IHK selama dua minggu.
“Dia telah menjadi sahabat saya juga. Dia meninggal dari sini (IHK) di mana dia berada selama dua minggu,” kata Ssemakula.
Anggota Parlemen Kawempe Utara Latif Ssebagala mengatakan pada hari Jumat bahwa Syeikh Muzaata akan dikenang sebagai orang yang berjuang untuk Islam dan berpegang teguh pada kebenaran. “Syeikh Nuhu Muzaata telah meninggal, semoga Allah menguatkan kita ini saat yang sangat sulit,” katanya..
Kabar meninggalnya Syeikh Muzaataa juga menjadi perbincangaan banyaak selibiritas negara itu. “Hari yang menyedihkan! Sulit untuk menerima kenyataan bahwa Syeikh Nuhu Muzaata tidak lagi bersama kita, tetapi itulah hidup. Dari Allah (SWT) kita datang & kepada-Nya kita kembali. Belasungkawa yang terdalam untuk keluarganya & persaudaraan Muslim atas kehilangan tersebut. Inna Lillahi wa inna ilayhi raji’un, “ ujar BOBI WINE melalui unggahan di Twitter.
Mufti Tertinggi Uganda, Syeikh Siliman Kasule Ndirangwa hari Rabu sempat mengatakan bahwa kondisi Muzaata dalam keadaan stabil di rumah sakit saat dirawat. Ndirangwa juga menepis kabar bahwa ulama vokal itu diracun. Menurut Ndirangwa, Muzaata menderita penyakit biasa dan dinyatakan negatif dari Covid-19.*