Hidayatullah.com–Juru bicara Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang berkuasa di Turki Omer Celik bereaksi terhadap ciutan anti-Islam yang diunggah oleh anggota parlemen sayap kanan Belanda, Geert Wilder. Menurut Omer Celik sikap Wilder adalah musuh kemanusiaan dengan pikiran rasis dan fasis.
“Mereka adalah musuh kemanusiaan dengan pikiran rasis dan fasis. Itulah mengapa permusuhan terhadap kemanusiaan mengintai di mana ada permusuhan terhadap Islam, ”kata Celik di Twitter dikutip laman Anadolu Agency. “Musuh Islam juga membenci migran, orang miskin, orang yang membutuhkan dan orang asing,” tambahnya, mengacu pada retorika anti-migran dan rasis dari partai dan kelompok ekstremis sayap kanan tersebut.
Kepala Otoritas Turki untuk Urusan Agama (Diyanet) Ali Erbas mengutuk pernyataan Wilders dengan menyebutnya sebagai tindakan yang “tidak dapat diterima”. “Saya mengundang komunitas internasional untuk berjuang secara sadar melawan mentalitas rasis yang menghasut Islamofobia dan menargetkan perdamaian sosial,” kata Erbas.
Pada hari Senin, Wilders, ketua Partai sayap kanan untuk Kebebasan (PVV) di Belanda, membagikan klip video pendek di Twitter, menyerang Islam dan bulan Ramadhan yang sedang dirayakan kaum Muslim.
Geert Wilders adalah politisi kanan-jauh Belanda yang dikenal rasis dan anti-Islam. Sebelumnya, tahun 2019, pernah mengumumkan rencananya untuk menggelar lomba karikatur Nabi Muhammad, setelah lebih dari setahun membatalkan rencana karena mendapat banyak ancaman.
Wilders sering memancing kontroversi dengan komentar anti-Islam dan merendahkan kelompok imigran. Federasi Kebudayaan Islam Turki TICF pernah mengirim permintaan resmi ke pengelola media sosial Twitter dan menuntut agar akun Wilders yang memuat hasutan kebencian (hate speech) diblokir.
TICF, yang mewakili 144 masjid Turki di Belanda, mengatakan beberapa ciutan politisi anti-Islam itu telah melanggar tata cara platform media sosial itu sendiri serta undang-undang di beberapa negara, termasuk Tunisia, Pakistan, Maroko, dan Indonesia.*