Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

Amerika Serikat Larang Perusahaan Teknologi Buka Fasilitas di China

Dija
Terakhir diupdate: 9 September 2022 18:16 6:16 pm
Dija
Dipublikasikan 9 September 2022 18:16
Bagikan
Semikonduktor.
Bagikan

Hidayatullah.com– Perusahaan-perusahaan teknologi Amerika Serikat penerima dana pemerintah akan dilarang mendirikan “fasilitas teknologi canggih” fi China selama satu dekade. Demikian diumumkan pemerintahan Presiden Joe Biden.

Kebijakan itu diambil seiring dengan rencan pemerintah AS untuk meningkatkan produksi semikonduktor domestik – “otak” dari berbagai perangkat elektronik kekinian mulai dari perabot rumah tangga sampai kendaraan – yang beberapa kebanyakan diproduksi di Asia. Pemerintah Biden menyediakan anggaran hampir $53 miliar untuk keperluan itu.

US Chips and Science Act (Chips), undang-undang yang diloloskan Kongres AS bulan Agustus, merupakan respon terhadap perselisihan teknologi antara Washington dan Beijing dan tuntunan perusahan-perusahaan AS agar diberikan sokongan pemerintah guna mengurangi ketergantungan komponen dari pabrikan China.

Departemen Perdagangan AS mengatakan pihaknya menunggu aplikasi sampai Februari tahun depan dari perusahaan yang berminat mendapatkan $39 miliar subsidi semikonduktor dari pemerintah untuk membangun pabrik baru di AS. Program pemerintah ini juga akan memberikan diskon pajak investasi 25% untuk pabrik chip yang akan mulai dibangun dari tahun 2023.

“Kami juga akan menerapkan pagar pembatas untuk memastikan mereka yang menerima dana Chips tidak dapat membahayakan keamanan nasional,” kata Menteri Perdagangan AS Gina Raimondo seperti dilansir The Guardian Rabu (7/9/2022). “Mereka tidak diizinkan menggunakan uang ini untuk berinvestasi di China; mereka tidak dapat mengembangkan teknologi terdepan di China; mereka tidak dapat mengirim teknologi terbaru ke luar negeri.”

Baca Juga

Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial
Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah

Chips Act memberikan total $280 miliar untuk manufaktur dan penelitian berteknologi tinggi, dan dirancang untuk meningkatkan daya saing AS terhadap China.

AS saat ini hanya memproduksi sekitar 10% dari pasokan semikonduktor dunia. Sebagian besar chip yang dipakai perangkat elektronik di dunia saat ini diproduksi di pabrik-pabrik di Taiwan dan Korea Selatan.

Pandemi Covid-19 memicu kekurangan pasokan chip komputer, bahkan menangguhkan produksi kendaraan di Inggris dan sejumlah negara lainnya, serta nyaris menghentikan produksi berbagai perusahaan teknologi dan perangkat elektronik lainnya.

Tidak hanya itu, kelangkaan chip mendongkrak dominasi China baik di sektor industri dan ekonomi maupun keamanan, termasuk tekanannya terhadap Taiwan.

Kondisi di atas mendorong dilakukannya ekspansi produksi semikonduktor di AS, Jepang serta Uni Eropa.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Miras Qatar Piala Dunia Qatar Peringatkan Suporter Piala Dunia untuk Tidak Selundupkan Miras
Tulisan selanjutnya Albania Putus Hubungan Diplomatik dengan Teheran Menyusul Serangan Siber Oleh Iran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

UEA Putuskan Hubungan Dagang, Iran Peringatkan Negara Teluk Tidak Bantu Amerika

Berita
19 Agustus 2026 18:22
Roberto Carlos Dikabarkan Masuk Islam, Kabar Mualaf Legenda Brazil Jadi Perhatian
APCQP Perkuat Kolaborasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik untuk Palestina
Amerika Serikat Setujui Penjualan Pesawat Pengisi Bahan Bakar Bernilai $4,5 Miliar ke Qatar
Kuwait dan Amerika Sepakat Memperdalam Kerja Sama dan Integrasi Militer

Terbaru

  • MUI Ajak Penulis Dunia Ikut ISSA-Palestine 2026, Jadikan Sastra sebagai Suara Kemanusiaan
  • APCQP Perkuat Kolaborasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik untuk Palestina
  • Iran Eksekusi Pria yang Didakwa Membantu Amerika dan Israel Semasa Protes Anti Rezim
  • MBS akan Mengunjungi Prancis Melihat Peluang Investasi
  • Tifatul Sembiring Paparkan Pemenuhan Hak Dasar Warga Negara dan Payung Hukum Isu LGBT
  • Puluhan Orang Diculik Saat Shalat Jumat di Nigeria
  • Bus Aparat Keamanan Suriah Meledak Dekat Damaskus
  • Iran Desak Qatar Pindahkan Pilotnya ke Rumah Sakit di Darat
  • Cuaca Panas, Singapura Pangkas Khutbah Jumat
  • Iran Izinkan Sejumlah Kapal Tanker Iraq Melewati Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

20 Februari 2026 07:00
BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?