Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Analisis

Pengepungan Sydney Cara Barat Bangkitkan Perang? (2)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 Desember 2014 19:52 7:52 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Desember 2014 17:00
Bagikan
Aparat keamanan yang melakukan pengepungan kafe tempat Haron Monis menyandera para pengunjung.
Bagikan

Oleh Brandon Turbeville

4) Apakah Monis Mencinta Istri dan Takut dengan Keselamatan Istrinya, atau Apakah Dia Membunuh Istrinya?

Perhatikan pada pernyataan Monis sebelumnya, salah satu keluhan Monis terhadap pemerintah Iran bahwa ia secara pribadi tidak hanya dianggap berbahaya karena mengajarkan “liberal”, tapi keluarganya juga berada dalam bahaya. Ia menyatakan, keluarganya sedang disandera oleh rezim Iran. Namun, merujuk ke tahun 2013, Monis menghadapi tuduhan “upaya dan tindakan pembunuhan [mantan istrinya] Noleen Hayson Pal, 30, yang ditikam 18 kali dan dibakar di luar Sydney barat pada bulan April.”

Dengan demikian perhatian Monis terhadap keselamatan diri istrinya di tangan pemerintah Iran, tidak cocok dengan ulahnya yang dituduhkan kepadanya di Australia. Jika Monis belakangan digambarkan media sebagai “Syeikh yang dibenci” terkait pembunuhan mantan istrinya, lalu mengapa media yang sama dulu menggambarkan dia sebagai pecinta liberal?

Hal yang juga harus dicatat bahwa Monis baru-baru ini membuat reputasi untuk dirinya dengan mengirimkan surat kebencian kepada keluarga tentara Australia yang tewas di Afghanistan. Surat Monis ini menimbulkan ketegangan antara faksi-faksi pro dan anti-perang di masyarakat Australia dan cukup menimbulkan kontroversi publik.

Baca Juga

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Sidang Umum PBB UNGA
Mimpi Buruk Israel: Turki Bangkit Jadi Kekuatan Baru Timur Tengah
Strategi Ibrahim Traoré: Tinggalkan Penjajah Prancis, Dekati Rusia
“Gubernur Konten”,  Antara Pencitraan, dan Polarisasi Digital
Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas
NAS Daily Terima Penghargaan dari Lobi ‘Israel’

5) Ulama Syiah di Australia tidak percaya Monis

Pada tahun 2008, para pemimpin agama Syiah di Australia telah meminta agen keamanan Federal Australia untuk menyelidiki Monis dan aktivitasnya. Satu artikel di Australia melaporkan,

Agen Federal didesak oleh pemimpin senior Syiah, Kamal Mousselmani, untuk menyelidiki seorang pria Iran yang mengaku ulama Islam terkemuka.

Mousselmani kepada The Australian mengungkapkan, misteri ulama –yang diidentifikasi sebagai Ayatollah Boroujerdi Manteghi di websitenya, yang tampil dengan nama Syeikh Haron– bukanlah pemimpin spiritual Syiah sesungguhnya.

Dia mengatakan, tidak ada ayatullah –jabatan tertinggi Syiah– di Australia, dan tidak seorang pemimpin spiritual Syiah di Australia tahu siapa Ayatollah Boroujerdi atau yang mengaku Syeikh Haron.

“Kami tidak tahu dia dan kita tidak punya hubungan dengan dia,” kata Mousselmani. “Polisi federal harus menyelidiki siapa dia. Ini menjadi tanggung jawab mereka.”

Cartalucci menambahkan dalam artikelnya,

“Media Australia itu sendiri yang memperkenalkan Monis secara terbuka sebagai “Ayatollah” dan pemerintah Australia mengetahui dia dan diduga seseorang yang mendapat suaka politik. Dia diduga berhubungan dengan PBB dan digunakan untuk membangkitkan sentimen anti-Iran di Australia. Patut dicurigai jika saat ini media Australia dan pemerintah Australia tidak memiliki pengetahuan tentang siapa dia atau dari mana dia berasal.

Kesimpulan:

Apapun gambaran sosok Monis sesungguhnya –seorang penderita sakit mental, orang yang menjadi kambing hitam, atau alat badan-badan intelijen Barat—tampak ada banyak gambaran sesungguhnya tentang Monis dibanding apa yang disajikan oleh media.

Paling tidak, satu-satunya hal yang dapat ketahui dengan pasti, “Pengepungan Sydney” ini akan digunakan sebagai propaganda untuk efek maksimal oleh semua pemerintah Barat dan NATO guna mendorong perang lebih lanjut di luar negeri dan menerapkan kesiapsiagaan tinggi di dalam negeri.*

Penulis tinggal di Florence, Carolina Selatan, Amerika Serikat. Dia memiliki gelar sarjana dari Francis Marion University dan merupakan penulis dari enam buku: Codex Alimentarius — The End of Health Freedom, 7 Real Conspiracies, Five Sense Solutions and Dispatches From a Dissident, volume 1and volume 2, and The Road to Damascus: The Anglo-American Assault on Syria. Tulisannya ini dimuat di Global Research.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Sydney
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengepungan Sydney Cara Barat Bangkitkan Perang? (1)
Tulisan selanjutnya Seorang Wanita Kanada Dipenjara karena Menolong Anak Bebek

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Mundurnya 'Israel' dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?
Analisis

Mundurnya ‘Israel’ dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?

5 Januari 2024 07:00
Analisis

Analisa Mantan Intel AS: Hamas Memenangkan Perang di Gaza

24 November 2023 13:00
Invasi Darat Israel ke Gaza
AnalisisArtikel

3 Skenario Invasi Darat Israel Menurut Pakar Keamanan Internasional

1 November 2023 06:10
Analisis

Serangan Pejuang Kemerdekaan Palestina  terhadap ‘Israel’ Makin Menampakkan Kemunafikan Barat

11 Oktober 2023 21:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?