Orang boleh memprediksi bahwa juara Piala Dunia 2022 jatuh ke Argentina, Prancis, Portugal, atau Inggris, namun magnet utama para penggemar sepakbola dunia tetap Palestina
Oleh: Pizaro Gozali Idrus
Hidayatullah.com | ORANG boleh memprediksi bahwa juara Piala Dunia 2022 di Qatar kali ini akan jatuh ke tangan Argentina, Prancis, Portugal, atau Inggris. Namun, sejak perhelatan Piala Dunia berlangsung, ada satu negara yang menjadi magnet bagi para penggemar sepakbola, Palestina.
Palestina memang tidak masuk Piala Dunia. Tapi media Amerika Latin menjuluki mereka negara ke-33 dalam World Cup 2022.
Bagaimana tidak? Meski tak bertanding, Palestina berhasil meraih atensi para penggemar dan media-media besar dunia.
Ada supporter Tunisia yang masuk lapangan mengibarkan bendera Palestina. Ada supporter Inggris yang berteriak โBebaskan Palestinaโ di depan mikrofon media TV Israel.
Ada para pemain Maroko yang melambaikan bendera Palestina usai menang. Hingga lantunan lagu para fans yang menyuarakan pembebasan Palestina.
Liriknya: Untuk Palestina tercinta kami, negara tercantik dari semua negara. Semoga Tuhan melindungimu dari kekerasan yang dilakukan musuh-musuhmu.
Lagu berjudul ๐ ๐๐๐๐ค๐ ๐น๐๐๐๐ ๐ก๐๐๐ itu bukan dinyanyikan oleh warga Palestina. Tapi oleh pendukung Maroko di stadion saat merayakan lolos ke babak 16 besar.
Para jurnalis dari media zionis pun menjadi bulan-bulanan para fans sepakbola. Fenomena ini viral usai sejumlah reporter dari media Israel diusir oleh para fans Arab sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina.
โAnda tidak diterima di sini. Ini Qatar, ini negara kami. Anda tidak diterima di sini. Hanya ada Palestina. Tidak ada Israel,โ kata fans Arab Saudi kepada reporter Israel Moav Vardi dari ๐พ๐๐ 11.
Tidak berhenti di situ. Dalam video viral lainnya, dua fans Saudi, seorang warga Qatar, Lebanon dan Tunisia juga menolak diwawancarai oleh wartawan โIsraelโ.
Bagi Farah Hamam, penggemar sepak bola keturunan Palestina-Yordania, penolakan sejumlah penggemar Arab untuk diwawancara jurnalis โIsraelโ mencerminkan rasa frustrasi dunia Arab terhadap kekejaman yang terus terjadi terhadap rakyat Palestina.
Ini telah menjadi sentimen nyata warga Arab terhadap โIsraelโ meskipun ada upaya normalisasi dari pemerintah negara-negara Arab dengan โIsraelโ.
Talal Hizami, penggemar sepak bola Saudi di Piala Dunia, menegaskan sejatinya jurnalis โIsraelโ telah keliru melihat dunia Arab. Mereka berasumsi bahwa tren normalisasi negara-negara Arab adalah cerminan perasaan warga Arab sesungguhnya. Padahal yang terjadi adalah sebaliknya.
โKenyataannya banyak dari kami yang sangat marah karenanya,โ ucap Talal.
Maka melihat fenomena ini, Dima Khatib, Managing Director ๐ด๐ฝ+ ๐ถโ๐๐๐๐๐๐ di Doha, mengatakan meski Piala Dunia FIFA di Qatar masih berlangsung, tetapi Palestina sudah menjadi pemenangnya.
Semuanya beriringan dengan lantunan chord โBebaskan Palestinaโ yang menggema di stadion, zona penggemar, jalan-jalan dan media sosial. โPalestina sudah mencetak gol di hati dan pikiran para penggemar dari seluruh dunia,โ ucap Dima.
Maka tak heran jika media di Timur Tengah ๐๐๐๐๐๐ ๐ธ๐๐ ๐ก ๐ธ๐ฆ๐ menulis di headlinenya: Palestine 1, Israel 0.
Selamat kepada Palestina.*
Penulis anggota Palestine Media Forum