Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Analisis

Erdogan dan Politik Persenjataan [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 Desember 2016 17:09 5:09 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 Desember 2016 17:09
Bagikan
Satelit Göktürk I
Bagikan

Hidayatullah.com—Sebuah Pusat Studi Israel untuk Timur Tengah dan Afrika “Moshe Dayan” belum lama ini memperingatkan NATO terkait orientasi serius Turki pada era Presiden Recep Tayyip Erdogan untuk fokus dalam membangun politik persenjataan dengan cara yang lebih mandiri.

Orientasi ini, dimaksudkan tidak bergantung kepada NATO, dalam rangka mewujudkan swasembada industri senjata yang berakibat semakin melemahnya  pengaruh NATO di Ankara.

Pusat Studi “Mosye Dayan” mempublish sebuah studi yang ditulis oleh “Hay Eytan Cohen Yanarocak” terkait program persenjataan yang dilakoni oleh Turki sejak Partai Kedilan Dan Pembangunan (AKP) menaiki tahta di Turki.

Salah satu proyek utama persenjataan Turki adalah proyek “Milgem” untuk industri kapal perang pertama buatan Turki asli yang bernama “Heybeliada” pada tahun 2011, dan selanjutnya produksi MPT-76, dan berlanjut kepada pembuatan pesawat tanpa awak, dan berbagai persenjataan lainnya.

Studi ini juga menyinggung terkait usaha Turki  untuk memaksimalkan proyek “Milgem” untuk dijadikan sebagai produsen aktif di bidang persenjataan dalam rangka memasok kebutuhan  beberapa negara di Asia khususnya Pakistan, Azerbaijan, Saudi Arabia dan Bahrain.

Baca Juga

Bagaimana Pakta Pertahanan Mekkah Bisa Mengubah Peta Ekonomi Timur Tengah?
Menguak Penyebab Kerusuhan Hindu dan Muslim di Nepal
Mimpi Buruk Israel: Turki Bangkit Jadi Kekuatan Baru Timur Tengah
Strategi Ibrahim Traoré: Tinggalkan Penjajah Prancis, Dekati Rusia
“Gubernur Konten”,  Antara Pencitraan, dan Polarisasi Digital

Studi ini juga menyatakan bahwa Ankara tidak cukup berpuas hati dengan memproduksi berbagai senjata-senjata khusus untuk kebutuhan Turki, melainkan terus memperkaya gudang senjata mereka dengan cara  mengimpor senjata dari negara-negara yang bukan anggota NATO, dan untuk mengakhiri ketergantungannya pada senjata NATO, maka dalam jangka panjang akan dapat melemahkan pengaruh  NATO di Turki .

Studi menyimpulkan bahwa tujuan Ankara dari militerisasi ambisius ini adalah untuk mengubah Turki menjadi pemain terkemuka di politik regional dan global, sehingga kedepannya Turki tidak lagi  dilihat sekedar  sebagai “sekutu tradisional Barat yang impoten, sejak Perang Dingin dan senantiasa bergantung pada perlindungan internasional.

Militerisasi Tak Berbatas

Sejak terjadinya percobaan kudeta di Turki pada 15 Juli 2016 yang lalu, hubungan Turki dan negara-negara Barat mengalami ketegangan. Setelah percobaan kudeta, Turki melakukan operasi penangkapan besar-besaran, membredel banyak media massa, yang membuat negara-negara Barat kebakaran jenggot dan melakukan protes dan “penyerangan” terhadap Ankara secara jor-joran.

Protes dan serangan yang dilakukan Eropa ditanggapi Turki dengan kecurigaan yang beralasan, khususnya ketika otoritas Amerika dan Eropa memberi perlindungan dan suaka kepada mereka yang tersangka sebagai dalang percobaan kudeta di Turki, sebagaimana Eropa juga terlihat ragu-ragu dan terlambat dalam mengecam tindakan kudeta nista saat kejadian.

Pada 24 November, hubungan Turki-Eropa semakin meruncing ketika parlemen Uni Eropa merekomendasikan untuk menagguhkan Turki bergabung ke Uni Eropa. Dan pada waktu yang sama juga, Parlemen Austria mengeluarkan keputusan larangan ekspor senjata ke Turki sehingga menambah tegangnya hubungan Turki-Eropa. Akibatnya, Turki membuat keputusan untuk meningkatkan upaya  independensi Turki dalam pengembangan senjata.

Dalam konteks ini, Presiden Recep Tayyip Erdogan berkomentar terkait kewajiban Turki untuk memutus ketergantungan  kepada negara-negara asing. Hal itu disampaikan dalam sambutannya pada saat peluncuran Satelit Göktürk I untuk kepentingan mata-mata, yang diluncurkan dari pusat antariksa Guiana Space Centre-Prancis. Dengan nada yang sama, Menteri Pertahanan Turki,  Fikri Işık mengkritik keputusan Austria yang melarang ekspor senjata ke Turki dan memandangnya sebagai hal yang akan memacu Turki untuk membangun industri senjatanya sendiri secara mandiri.

Terkait yang melatarbelakangi permulaan industri persenjataan di Turki adalah ketika Amerika melarang ekspor senjata ke Turki setelah Turki melakukan intervensi ke Cyprus pada tahun 1974 dimana hal itu menyebabkan lahirnya produsen terkemuka perusahaan senjata di Turki, yaitu PT. ASELSAN (Askeri Elektronik Sanayi, Military Electronic Industries).

Berbagai pernyataan yang pernah dikeluarkan oleh Presiden Erdogan dan Menhan Işık mengisayaratkan betapa Turki sangat fokus untuk menjalankan politik swasembada persenjataan.

Berbagai pernyataan yang dikeluarkan oleh Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) pada pemilu 2011 dan 2015 juga mengungkapkan bahwa partai AKP memandang bahwa independensi dan  kemampuan dalam mewujudkan kemandirian pada industri senjata dinilai sebagai program paling prioritas untuk mengubah Turki menjadi pemain terdepan dalam perpolitikan regional dan internasional.

Dalam rangka mewujudkan  target-target kebijakan politik luar negerinya, Turki menugaskan  beberapa perusahaan besar yang bergerak dibidang tehnologi seperti ASELSAN, TUBITAK, ROKETSAN, HAVELSAN, TUSAŞ, TEMSAN, METEKSAN, untuk mengembangkan persenjataan dan sistem pertahanan Turki.

Proyek ambisius “MILGEM” yang pertama kali menciptakan kapal perang buatan Turki asli  bernama “Heybeliada” pada tahun 2011 adalah contoh konkrit terkait kebijakan ini. “Heybeliada” juga dikenal sebagai “Perahu Siluman” berkat kemampuannya beroperasi tanpa  tertangkap radar. Setelah sukses menciptakan  “Heybeliada” maka proyek “MILGEM” pun mulai bergerak untuk produksi besar.

Pada 2013 dan 2016, proyek persenjataan Turki menghasilkan kapal perang fregat  Büyükada dan kapal Burgazada, yang mulai beroperasi pada Angkatan Bersenjata Turki. Disamping untuk memenuhi kebutuhan persenjataan mereka sendiri,  Turki juga berusaha untuk mengeksploitasi proyek Milgem menjadi pemasok aktif senjata ke negara-negara lain.*/Syafruddin Ramly, diambil dari laman Journal The Moese Dayan Centre, dayan.org, Desember 2016. (bersambung)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ErdoganHeybeliadaPersenjataan TurkiRecep Tayyip ErdoganSatelit Göktürk
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ahok dan Kelas Menengah
Tulisan selanjutnya Ahli Hukum MUI: Majelis Hakim akan Tolak Eksepsi Ahok

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Drone ‘Israel’ Meledak, Tewaskan Dua Tentaranya Sendiri

Berita
28 September 2026 05:00
Presiden Brazil Teken Larangan Judi Online
Kompleks Makam Imam Al-Bukhari Kembali Dibuka Usai Renovasi Besar-Besaran
Buka MIHAS 2026, Wakil PM Malaysia Dorong Pembentukan ASEAN Halal Council
Menentang Wajib Militer Para Pelajar Jerman Mogok Sekolah

Terbaru

  • Ubah Tradisi, Rektor UNIDA Gontor Ajak Dosen Jadi Magnet Keilmuan Mahasiswa karena Kepakarannya
  • UNIDA Gontor Kukuhkan 4 Guru Besar Baru, Dorong Tradisi Kepakaran Keilmuan
  • Jadi Beban dan Masalah, Malaysia Repatriasi Ribuan Pengungsi dan Migran Myanmar
  • Negara Bagian California Tetapkan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai Hari Libur Resmi
  • Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
  • Teladan Umar bin Khattab Ra. dalam Mengatasi Problem Gratifikasi
  • Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100
  • Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas
  • Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
  • Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas
Analisis

Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas

19 Oktober 2024 15:22
Analisis

NAS Daily Terima Penghargaan dari Lobi ‘Israel’

2 April 2024 21:00
Mundurnya 'Israel' dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?
Analisis

Mundurnya ‘Israel’ dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?

5 Januari 2024 07:00
Analisis

Analisa Mantan Intel AS: Hamas Memenangkan Perang di Gaza

24 November 2023 13:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?