Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Siapa Pemberontak Syiah Hautsi Yang Diperangi Koalisi Negara Arab? [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 Maret 2015 11:48 11:48 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Maret 2015 11:48
Bagikan
Milisi pemberontak Syiah al Hautsi (Al Houthi)
Bagikan

Sambungan artikel PERTAMA

TAHUN 2011, Syiah Al Hautsi dibawah pimpinan Abdul Malik al-Houthi (putra Husain Badruddin Al Hautsi) kembali berpartisipasi dalam pemberontakan. Kelompok yang sebenarnya minoritas di Yaman berusaha menggulingkan Presiden Ali Abdullah Saleh dan kemudian memperoleh penerimaan politik di Yaman.

Mereka terus melakukan aksi-aksi militer untuk bisa menguasai Sana’aa dan sejumlah wilayah Yaman.

Tahun 2012, sebagaimana dikutip media lokal Yaman, Al Baidha’ News, terjadi konflik antara pemberontak Syiah Al Hautsi Hautsi dengan pihak Darul Hadits Dammaj, sebuah madrasah milik kelompok Salafy Syeikh Muqbil Al Wadi’i. Syiah Sempat mengepung sekolah ini selama beberapa bulan. [Baca: Awal Penyerangan Syiah Yaman terhadap Salafy]

Syiah Al Hautsi menghalang-halangi komunitas Muslim Yaman dan memutus jalur-jalur ekonomi dan berdagangan masuk sehingga membuat aktivitas harian masyarakat lumpuh. [Baca: Dammaj Dikepung Kaum Syiah Yaman]

Baca Juga

Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”

Puncaknya bulan Desember 2012 beberapa santri Darul Hadits di Dammaj gugur atas serangan kelompok Syiah.

Kekuatan pemberontak Syiah Al Hautsi meningkat drastis sejak Oktober 2013. Reporter Aljazeera mencatat, tiba-tiba mereka memiliki senjata-senjata baru yang jauh lebih canggih dari sebelumnya. Mereka mampu mengalahkan dan mengusir ribuan orang non-Syiah di kota Dammaj. Pada bulan Januari 2014, Syiah Al Hautsi melakukan serangan lebih jauh ke selatan dan berhasil mengalahkan salah satu formasi suku utama, Federasi Hashid, sebelum mencapai Arhab, dan suku lain yang hanya tinggal berjarak 50 KM dari Sana’aa.

Belum genap sebulan milisi Syiah Hautsi berhasil memasuki Ibu Kota  Yaman serta menguasai kantor-kantor penting di pemerintahan. Hari Senin, 22 September 2014, sejumlah desa dan kota di Sana’a sudah jatuh dan dalam kontrol mereka. Begitu juga dengan gedung-gedung pemerintahan, markas-markas militer, koran, stasiun TV dan radio nasional. [Baca: Pemberontak Syiah Hautsi Kuasai Koran Pemerintah Yaman]

Masuknya mereka ke pusat pemerintahan terkesan tanpa perlawanan yang berarti, walaupun dikabarkan ada puluhan korban dari pihak Hautsi berjatuhan.

Hal ini menjadi tanda Tanya banyak orang. Bagaimana bisa sebuah kelompok perlawanan kecil tiba-tiba bisa menguasai pemerintahan di sebuah Negara dengan senjata-senjata canggihnya?

Bulan Januari, dengan sangat mengejutkan,  pemberontak Syiah Al Hautsi (Al Houthi) melakukan “kudeta” di Sana’a  dengan cara membubarkan parlemen dan memasang dewan presiden untuk menjalankan pemerintahan. [Baca: Presiden Yaman Mundur Setelah Tekanan Kelompok Syiah]

Pasca kejadian ini, Presiden Abdrabuh Mansur Hadi meminta negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) melakukan intervensi militer melawan pemberontak Syiah. Permintaan ini disampaikan Menteri Luar Negeri Riad Yassin dalam wawancara di stasiun televisi Al Arabiya, Senin, 23 Maret 2015.

Riad Yassin kemudian memperingatkan pemberontak Syiah Al Hautsi bahwa konflik yang sedang berlangsung ini akan memiliki dampak luas pada seluruh bangsa.

Puncaknya, hari Kamis (26/03/2015), Dewan Kerja Sama Negara-Negara Arab Teluk (GCC) menggelar operasi  militer bertajuk “Aashifatul Hazm” (Badai Penghancur)  dengan mengerahkan 100 jet tempur, 150.000 serdadu dan sejumlah unit angkatan laut dalam kampanye militer melawan pemberontak Syiah Al Hautsi (Syiah al-Houthi) di Yaman.

Operasi militer ini ditengarai akan membuka babak baru konflik kepentingan antara GCC dan Iran.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudiiranPemberontakan Syiahyaman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tindak Berlebih-lebihan Densus Antisipasi Terorisme Dinilai Sebagai Pelanggaran HAM
Tulisan selanjutnya Perluasan Area Tawaf Masjidil Haram Akan Saat Musim Haji

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih

Berita
5 September 2026 09:34
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Ragam

Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

28 Agustus 2025 11:00
buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?