Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ribuan Orang Memprotes Rencana Pemerintah Austria Melarang Cadar

Ama Farah
Terakhir diupdate: 6 Februari 2017 12:30 12:30 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 6 Februari 2017 12:30
Bagikan
Muslim Austria memprotes rencana larangan cadar.
Bagikan

Hidayatullah.com—Membela apa yang mereka katakan sebagai hak wanita untuk memilih, sekitar 3.000 orang melintasi jalan-jalan di ibukota Austria, Wina, guna memprotes rencana pemerintah melarang penutup wajah wanita Muslim di tempat publik.

Kelompok Muslim Youth Austria yang mengorganisir unjuk rasa itu, menyatakan keberatan mereka terhadap rencana pemerintah untuk melarang penggunaan niqab dan burqa.

Rencana pelarangan jenis pelengkap pakaian Muslimah itu merupakan bagian dari paket kebijakan yang diusulkan oleh pemerintahan koalisi Austria, yang bertujuan menangkal kebangkitan kelompok kanan jauh, lapor Euronews hari Ahad (5/2/2017).

Sementara itu menurut laporan Vienna Times unjuk rasa tersebut diikuti oleh sekitar 1.000 orang. Aksi jalan kaki itu dimulai dari titik pusat kota Wina dan berakhir di lapangan di daerah gedung Kementerian Luar Negeri Austria berada.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Para pengunjuk rasa membawa tulisan-tulisan berisi kecaman terhadap rencana larangan cadar tersebut. Protes diselenggarakan oleh beberapa asosiasi Muslim Austria dan kebanyakan peserta aksi adalah kaum Hawa.

Salah satu penyelenggara mengatakan kepada media bahwa perempuan seharusnya tidak dikeluarkan dari kantor karena mengenakan hijab atau penutup wajah. Itu adalah peraturan diskriminatif dan mereka menentang pengecualian Muslim dari masyarakat.

Menurut laporan Vienna Times yang mengutip sebuah dokumen yang dirilis pemerintah pekan lalu, dengan peraturan itu pemerintah ingin menunjukkan netralitasnya. Dokumen itu juga menyebutkan bahwa pegawai pemerintah akan tidak diperbolehkan menggenakan simbol-simbol relijius apapun saat berdinas dan harus melaksanakan tugas secara imparsial.

Rancangan peraturan baru itu harus mendapatkan persetujuan lebih dulu dari parlemen untuk bisa diimplementasikan.

Sekitar 600.000 Muslim saat ini menetap di Austria. Orang berasal dari Turki mencakup bagian terbanyak komunitas Muslim di negara itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menag Bilang tak Ada Sertifikasi Khatib, tapi Standardisasi
Tulisan selanjutnya Satu Bulan Terakhir, 1756 Pemukim Ilegal Yahudi Serang Masjid Al-Aqsha

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Drone Paramiliter Sudan Tewaskan 41 Orang Dekat Perbatasan Ethiopia

Berita
11 Oktober 2026 20:48
Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?