Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

KPU Akan Cabut Izin LP3ES dan NDI

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Juli 2004 07:35 7:35 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Juli 2004 07:35
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Selain masih menyisahkan serangkaian kekisruhan, pencoblosan Pemilu Presiden 5 Juli 2004 kemarin ternyata juga menyisahkan banyak kasus. Diantaranya adalah munculkan konflik KPU dengan Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi Sosial (LP3ES), serta The National Democratic Institute for International Affairs (NDI). KPU bahkan mengancam akan mencabut izin kedua lembaga tersebut, sehingga tidak bisa memantau pemilu putaran kedua nanti. KPU terpaksa akan mencabut izin tersebut, karena kedua lembaga pemantau itu dinilai telah melanggar. Yakni keduanya menayangkan hasil Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nazaruddin Sjamsuddin menyatakan bahwa sebagai pemantau pemilu, Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) dan National Democratic Institute (NDI) telah melanggar hukum. Pasalnya, KPU merasa tidak diberitahu secara resmi mengenai tayangan hasil penghitungan Pemilu Presiden (Pilpres) versi quick count, yang ditayangkan Senin silam pukul 24.00 WIB. Hal ini dikemukakan Nazaruddin di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Rabu (7/7). Menurut Nazaruddin, Kendra College dari United Nations Development Programme yang bernaung pada Perserikatan Bangsa-Bangsa, telah menyampaikan perihal tayangan NDI dan LP3ES itu pada pihak KPU. Kendra College adalah donor bagi NDI. Meski sudah melaporkan rencana tayangan, namun tidak ada pernyataan resmi dari NDI kepada KPU. Selain itu, seharusnya LP3ES dan NDI tidak terburu-buru menyampaikan hasil perhitungan quick count pada publik. Jika kelak akreditasi LSM itu sebagai pemantau pemilu dicabut, maka LP3ES tidak bisa lagi memantau Pilpres putaran kedua. Sedangkan NDI terancam sanksi lebih berat yakni pencabutan rekomendasi eksistensi NDI di Indonesia. Ulah lembaga swadaya masyarakat ini memang bukan pertama kali. Sebelumnya, menjelang beberapa hari mendekati Pemilu beberapa LSM juga sibuk memberikan beberapa analisis akan kemenangan salah satu calon presiden di berbegai media massa terutama televisi. Tak urung, langkahnya yang terlalu cepat mengambil kesimpulan kemengan salah satu capres ini dianggap banyak orang justru sebagai promosi gratis dan propaganda. (sm/lp6/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Memerdekakan Kembali Indonesia
Tulisan selanjutnya Anwar Ibrahim Masuk Rumah Sakit

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?