Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

Memilih Lembaga Pendidikan untuk ‘Menyelamatkan’ Buah Hati Kita

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Juli 2017 14:14 2:14 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Juli 2017 14:13
Bagikan
Para guru menyambut siswa-siswi di Hari Pertama Masuk sekolah SDIT al Ibrah
Bagikan

BULAN Mei hingga Juli adalah waktu dimana orang tua sibuk berjibaku memilihkan atau mendaftarkan anak ke sebuah lembaga pendidikan. Sekolah formal yang naik daun adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Sementara untuk pondok pesantren yang paling favorite adalah pesantren yang memiliki program bahasa asing dan Tahfidz Quran.

Memilihkan pendidikan kepada anak, seperti memilihkan makanan sebelum diberikan. Makanan yang diberikan bukan saja halal, tapi harus thoyyiban. Bukan saja enak tapi harus bergizi.

Begitu pula saat mencarikan tempat pendidikan anak. Bukan saja yang penting sekolah, atau harus di sekolah favorit, atau di sekolah terkenal. Tapi harus memperhatikan nasabiah ilmu dan ideologisnya.

Persoalan memilihkan tempat pendidikan, juga penulis alami sendiri. Pada mulanya saya membebaskan pilihan untuk melanjutkan belajar di mana saja.

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

Nampaknya kegelisahan sedang dialami anak saya. Untuk mengatasi kegelisahan tersebut saya sarankan anak sulung saya untuk mencoba mendaftar di beberapa tempat.

Baca: Antara “Sekolah Hati” dan “Sekolah Bergengsi”

Dia pun mengikutinya, dengan mendaftar di MTsN 1 Nganjuk diterima, juga mencoba mendaftar di SMPN 1 Nganjuk juga diterima. Bahkan saya berikan kesempatan mencoba mendaftar di sekolah atau madrasah dan pesantren luar kota. Akhirnya Pondok Modern Darul Ihsan Nganjuk yang menjadi pilihannya. Alasan dia mantap memilih di Darul Ihsan karena ingin mendalami bahasa, dimana di Pesantren ini terdapat ciri khas adalah penguatan bahasa Arab dan Inggris. Dia mengetahui karena saat mengikuti kegiatan ekstra bahasa di MI yang mengajar adalah alumni pesantren modern tersebut. Selain itu saya menyetujui lebih karena idiologis, yaitu walaupun pondok modern tapi bernafaskan Ahlu Sunnah Wal Jama’ah.

Kembali ke persoalan nasabiah ilmu, harus kita cari tempat pendidikan yang memiliki silsilah ilmu. Ilmu yang akan digali memiliki pertalian rangkaian perjalanan sampai pada sumber ilmu, melalui wasilah/perantara para guru yang urut dan runtut. Bahkan jika perlu bersambung dengan ulama salaf dan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam.

Begitu pula dengan ideologisnya. Harus kita lihat secara jelas. Jika ideologisnya tidak jelas atau menyimpang, maka produknya juga akan bermuara kearah yang tidak jelas tujuannya.

Baca: “Ibu Madrasah bagi Anak, Ayah Kepala Sekolahnya”

Menurut saya ideologis harus jelas, yaitu ideologis keagamaan dan kebangsaannya. Karena kita hidup di bumi Indonesia.

Dalam mencari ilmu bukan saja kita ingin sekedar pandai, cerdas, mapan dalam satu pekerjaan, tapi harus memperhatikan manfaat dan barokahnya dari suatu ilmu.

Ilmu tersebut akan membawa kebaikan dan keselamatan kehidupan di dunia dan akhirat atau tidak. Karena yang kita tuju bukan sekedar sukses di dunia, tapi juga harus sukses di akhirat kelak.

Ilmu yang manfaat dan barakah adalah ilmu yang dapat memberikan kegunaan dan melahirkan kebaikan-kebaikan bagi dirinya , keluarganya, dan orang di sekitarnya, serta lingkungan yang lebih luas. Tidak melahirkan gangguan-gangguan kepada siapapun. Atau melahirkan kejelekan dan kerusakan bagi dirinya dan lingkungannya.

Supaya menghasilkan ilmu yang demikian, membawa spirit kemanfaatan menuju kebaikan bersama, harus lahir dari ilmu yang nasabnya jelas. Berantai sampai pada sumber ilmu melalui wasilah guru, kiai, maupun gejala alamiah lainnya yang tersambung secara runtut dan mutawatir.

Baca: Orang Tua Muslim Harus Pahami Fase Penting Perkembangan Anak

Tempat yang pas untuk memberikan pendidikan kepada anak, menurut saya adalah pondok pesantren. Lembaga pendidikan yang didirikan oleh orang-orang yang telah memberikan kontribusi besar terhadap tegaknya NKRI.

Yang dalam perkembangannya pesantren memiliki lembaga formal tanpa meninggalkan kekhasannya, baik lembaga formal reguler maupun berbentuk lembaga modern dengan keunggulan baru yang ada di dalamnya. Ibarat makanan, yang baik, bergizi, yang insya Allah akan memberikan kemanfaatan dan keberkahan, sebagaimana bukti dan uji lulusan pesantren selama ini. Karena selalu dikawal oleh para pengasuhnya yang terjaga baik fisik terutama hatinya selama 24 jam.

Hal demikian, sangat tepat mengingat lingkungan yang saat sekarang kurang mendukung, penuh dengan virus negatif yang bebas bertebaran. Pagi hari anak dididik kebaikan terkadang ketika sorenya bertemu dengan hal-hal yang kurang baik.

Orang tua pun sudah tidak mampu mengontrol secara penuh. Jadilah anak tersebut terwarnai lingkungannya. Sekali lagi saya tegaskan, menurut saya pesantren menjadi solusi pendidikan umat di masa kini. Wallahu a’llam.*/Muhammad Ali Anwar, penulis adalah dosen Institut Agama Islam (IAI) Pangeran Diponegoro Nganjuk

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:buah hatilembaga pendidikanpendidikan anakPondok Pesantrensekolah anakSekolah formalSekolah Menengah KejuruanSMKTahfidz Quran
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Penjajah Israel Bunuh Dua Pemuda Palestina
Tulisan selanjutnya AJI: Perppu Ormas Berpotensi Ancam Kebebasan Berserikat dan Berpendapat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?