Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Penggunaan Air Warga Cape Town Dibatasi 50 Liter Perhari

Ama Farah
Terakhir diupdate: 29 Januari 2018 06:33 6:33 am
Ama Farah
Dipublikasikan 29 Januari 2018 06:33
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Penduduk kota Cape Town, Afrika Selatan, diperingatkan agar mengurangi penggunaan air bersihnya, atau mereka tidak akan dapat menggunakan air sama sekali.

Kekeringan parah memaksa pemerintah daerah untuk membatasi konsumsi air bersih penduduk 50 liter perorang perhari, lapor BBC (26/1/2018).

Para pejabat mengimbau masyarakat untuk menutup saluran air toilet dan mengurangi pemakaian guna menghemat air.

“Matikan kran di toilet anda dan kumpulkan air yang sudah dipakai mencuci untuk menyiram toilet anda,” kata Helen Zille, kepala daerah Provinsi Western Cape.

“Dalam kondisi seperti ini seharusnya orang tidak mandi lebih dari dua kali dalam seminggu. Anda perlu menghemat air karena kehidupan anda bergantung padanya,” imbuh Zille.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tahun lalu, Zille mengungkap bahwa dirinya mandi tiga hari sekali. Dalam sebuah kolom dia menulis bahwa rambut berminyak di kala kekeringan seperti simbol status yang muncul dari sebuah mobil berdebu.

Cape Town, kota tujuan wisata terkemuka di Afsel, mengalami kekeringan terparah dalam 100 tahun terakhir. Kebanyakan negara di selatan Afrika sudah pulih dari kekeringan yang disebabkan fenomena cuaca El Nino. Namun, Cape Town masih mengalami kekeringan hingga saat ini dan curah hujan sangat rendah selama tiga tahun terakhir.

Pekan lalu, Wali Kota Patricia de Lille memperingatkan warga kota Cape Town bahwa mereka harus dipaksa mengurangi penggunaan air, tidak lagi sekedar diimbau.

“Meskipun sudah didesak selama berbulan-bulan, 60 persen warga Cape Town terus membandel menggunakan lebih dari 87 liter air perhari,” ujarnya.

Setiap orang menggunakan sekitar 15 liter permenit untuk mandi dengan pancuran dan jumlah yang sama dipakai untuk menyiram toilet standar. Demikian menurut WaterWise, kampanye kepedulian penggunaan air bersih di Afrika Selatan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Coincheck akan Ganti 46 Miliar Yen Uang Digital yang Diretas
Tulisan selanjutnya Lagi, 10 Orang Warga Suku Togutil Masuk Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla

Berita
17 Oktober 2026 21:46
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak
Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli
Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?