Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Salah Deportasi, Jerman akan Bawa Kembali Pencari Suaka Afghanistan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 19 Juli 2018 18:05 6:05 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 19 Juli 2018 14:59
Bagikan
Migran Afghanistan di Jerman memprotes deportasi.
Bagikan

Hidayatullah.com–Otoritas Jerman mengakui telah salah mendeportasi seorang pencari suaka asal Afghanistan sementara proses bandingnya masih berlangsung.

Kantor Federal Urusan Migrasi dan Pengungsi Jerman (BAMF) hari Rabu (18/7/2018) mengakui bahwa pihaknya sudah melakukan kesalahan dengan mendeportasi seorang pemuda Afghanistan pencari suaka berusia 20 tahun. BAMF juga mengatakan sedang mengupayakan pengembalian pemuda itu ke Jerman.

Nasibullah S dideportasi bersama 68 orang lain ke Afghanistan awal bulan ini, meskipun proses hukum masalah suakanya masih berlangsung, lapor DW.

Aplikasi suaka pemuda itu awalnya ditolak pada bulan April 2017, padahal proses banding perkaranya di pengadilan administrasi di kota Greifswald masih berlangsung.

Menurut kementerian dalam negeri regional di negara bagian Mecklenburg-Vorpommern, kantor BAMF berasumsi Nasibullah S terlambat mengajukan banding, karena petugas belum menerima konfirmasi perihal kasusnya dari otoritas di Neubrandenburg, wilayah di mana pemuda itu tinggal di sebuah pemondokan pencari suaka.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Akan tetapi pengacaranya, Sonja Steffen, mengatakan pemuda itu sudah mengajukan banding atas penolakan suakanya tahun lalu. Hal ini diperkuat oleh pengadilan administrasi di Greifswald.

Hari Rabu, Menteri Dalam Negeri Jerman Horst Seehofer mengatakan bahwa terbukti nyata aparat BAMF telah melakukan kesalahan dan dia berjanji akan “selalu memastikan ketertiban hukum ditegakkan.”

Ini bukan pertama kalinya Jerman membawa kembali pencari suaka Afghanistan yang terlanjur dideportasi. Desember 2017 pengadilan administrasi di Sigmaringen juga memerintahkan agar seorang pencari suaka Afghanistan dibawa kembali sebab proses banding perkaranya masih belum inkrah. Pria itu dulu berperang bersama kubu pasukan pemerintah Afghanistan melawan Taliban, oleh karenanya jika dideportasi dia berisiko terbunuh. Akhirnya pria itu mendapatkan status suaka permanen dari Jerman.

Pekan lalu, otoritas Jerman juga terlanjur mendeportasi Sami A –terduga bekas pengawal Osama bin Laden– ke Tunisia, padahal ada perintah pengadilan di Gelsenkirchen yang melarang pendeportasiannya. Namun, pihak Tunisia menyatakan enggan melepas begitu saja terduga teroris itu kembali ke Jerman.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Perayaan Kemenangan Piala Dunia di Prancis Marak Pelecehan Seksual
Tulisan selanjutnya Kapitra Akui Resmi Jadi Bacaleg PDIP

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Amerika Serikat Usir Dua Diplomat Iran Usai Sidang Majelis Umum PBB

Berita
4 Oktober 2026 15:56
Ateis dan Mitos Kecerdasan: Membedah Cacat Logika dalam Gagasan Ketiadaan Tuhan
Houthi Menarget Gardu Listrik Masjid Nabawi, Kata Koalisi
Sebut Netanyahu Penjahat Perang, Tapi Qatar Tetap Pilih Mediasi
Iraq Dapat Pengecualian dari Sanksi Amerika Terkait Penerbangan Iran dari dan ke Najaf

Terbaru

  • Bentuk Kantor Urusan Keagamaan, Menhan AS Kaitkan Perang Fisik dengan Pertempuran Spiritual
  • Menteri PertahananAS Kutip Alkitab dan Serukan Perang terhadap “Kaum Islamis”
  • Aljazair Berlakukan Hukuman Mati Bagi Arsonis Penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan
  • Intelijen Maroko Dituding Mematai Jurnalis dan Aktivis HAM
  • Amerika Serikat Usir Dua Diplomat Iran Usai Sidang Majelis Umum PBB
  • Lima Orang Didakwa di Prancis Terkait Pendanaan Hamas
  • Amerika Serikat Umumkan Kontrak $24,4 Miliar untuk Mempercepat Produksi Rudal
  • Dua Pria Iran Didakwa Berencana Serang Yahudi Manchester
  • Pakar Filsafat Islam Ini Membedah 7 Cacat Nalar Kaum Ateis
  • Ateis dan Mitos Kecerdasan: Membedah Cacat Logika dalam Gagasan Ketiadaan Tuhan

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?