Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Profesor China Ditangkap Usai Wawancara Live Mengkritik Rezim Komunis

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 Agustus 2018 20:23 8:23 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Agustus 2018 20:23
Bagikan
Profesor Sun Wenguang
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang cendekiawan China ditangkap ketika sedang melakukan wawancara dalam siaran langsung televisi Voice of America (VOA), menuai kritik aktivis hak asasi makin mengkhawatirkan penindasan rezim komunis China di negeri itu.

Diberitakan Newsweek hari Kamis (02/08/2018), Profesor Sun Wenguang   ada sekitar delapan polisi datang ke rumah ketika dia melakukan kritik dana China yang dipinjamkan ke Afrika.

Pensiunan dosen Shandong University yang kritis terhadap catatan hak asasi China, diyakini berada dalam tahanan militer di Jinan, China timur. Ia dibawa pergi ketika sedang melakukan wawancara dengan VOA edisi Mandarin melalui telepon Rabu (01/08/2018) pagi.

Pihak berwenang China tidak memberi alasan penahannya. VOA berusaha menghubungi Bagian Penerangan Kementerian Luar Negeri China untuk mendapat komentar, tetapi telepon seluler yang dibuka untuk umum dimatikan, dan telepon rumah tidak dijawab.

Baca: Pertanyakan Muslim Uighur, Wartawan Prancis Dipaksa Tinggalkan China

Hari Jumat, wartawan VOA di China mengunjungi rumah Sun di gedung apartemen dan berbicara dengan tetangganya. Mereka mengatakan, sudah lama petugas keamanan mengintai apartemennya dan mengawasi gerakannya. Tidak ada yang tahu mengapa Sun harus diawasi seperti itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Juru bicara VOA, Bridget Serchak, mengatakan mereka masih belum bisa mendapatkan detil apa yang sedang terjadi dengan Sun.

“VOA memantau terus situasi tersebut, dan bakal menyediakan informasi segera setelah kami menerima konfirmasi,” tutur Serchak. Baru-baru ini Sun menulis surat terbuka yang mengkritisi kebijakan luar negeri Presiden Xi Jinping soal pengeluaran dana. Dia menyebut daripada dihabiskan untuk pinjaman maupun bantuan, lebih baik dana itu kembali lagi ke Negeri “Panda”.

Baca: Otoritas China Berusaha Halangi Muslim Uighur

Sejak Xi menjadi Sekjen Partai Komunis di 2012 dan presiden 2013, analis menyoroti pengekangan dalam kebebasan berpendapat. World Press Freedom Index 2018 yang dipublikasikan Jurnalis Lintas Batas, menempatkan China pada rangking 176 dari 180 negara.

Laporan itu juga menyebut Xi sebagai “pemimpin sensor di Bumi dan predator bagi kebebasan pers di sana”.

Dalam wawancaranya dengan Wall Street Journal di 2015, Xi mendeskripsikan apa itu “kebebasan” dan “aturan”.

“Kebebasan dan aturan harus hidup berdampingan. Kebabasan merupakan tujuan dari aturan, dan aturan menjamin kebebasan,” tutur Xi.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinakebebasan berbicarakomunisPresiden Xi JinpingProfesor Sun Wenguang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pelecehan seksual Vatikan Gereja Para Uskup Katolik di Chile Minta Maaf kepada Korban Pencabulan Pendeta
Tulisan selanjutnya Pembuatan Jalur Antrian Mengurangi Kepadatan Jama’ah Haji di Hajar Aswad

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’

Berita
13 Oktober 2026 13:01
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?