Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pertanyakan Muslim Uighur, Wartawan Prancis Dipaksa Tinggalkan China

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 Desember 2015 07:14 7:14 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Desember 2015 07:14
Bagikan
Salah satu unjuk rasa pro-Uighur (Turkistan TImur).
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemerintah Komunis China mendeportasi wartawan asal Prancis, Ursula Gauthier setelah mempertanyakan kebijakan Pemerintah Negeri Tirai Bambu terhadap umat Muslim Uighur di Xinjiang.

Beijing menegaskan tidak akan memperbaharui izin kerja pres untuk Ursula Gauthier wartawan dari majalah berita Perancis L’Obs seperti ditulis The Guardian, hari Sabtu (26/12/2015).

Wartawan majalah L’Obs berambut pirang itu dipaksa harus angkat kaki dari China pada 31 Desember 2015 setelah permohonan perpanjangan visa kerjanya ditolak. Sebelumnya, Gauthier secara khusus ditugaskan menjadi koresponden L’Obs di China.

Gauthier menjadi sorotan beberapa media lokal yang berafiliasi dengan pemerintahan komunis setelah menerbitkan tulisan mengenai Muslim Uighur. Gauthier menuduh China memakai ‘teror Paris’ sebagai pembenaran untuk melakukan tindakan tegas terhadap kaum minoritas Uighur yang tinggal di Provinsi Xinjiang. Dikatakan artikel yang dia tulis mengenai kerusuhan di Xinjiang mendukung “terorisme dan tindakan kejam” yang menewaskan orang.

BBC mengatakan, Gauthier menyebut klaim tersebut “tidak masuk akal” dan mengatakan Beijing berusaha untuk menghalangi wartawan asing di negara itu. Tidak hanya menjadi sorotan, Gauthier juga menerima ancaman pembunuhan akibat tulisannya itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Gauthier bahkan mengatakan kepada BBC jika pemerintah telah berulang kali menyuruh dia untuk meminta maaf karena telah mendukung terorisme (maksudnya umat Islam Uighur, red).

“Saya bilang saya tidak pernah mendukung terorisme – Bagaimana Anda ingin saya untuk meminta maaf terhadap sesuatu yang saya tidak tulis?” kata Gauthier.

“Saya yakin bahwa mereka sangat jelas berusaha untuk mengintimidasi pers asing di China karena mereka tidak ingin ada yang mengatakan hal-hal yang berbeda dari versi resmi dari pertanyaan,” jelasnya.

Kementerian Luar Negeri Prancis menyayangkan penolakan perpanjangan visa kerja Gauthier. “Prancis ingin mengingatkan betapa pentingnya seorang wartawan dapat bekerja di mana pun di seluruh dunia,” bunyi pernyataan Kemenlu Prancis.

Dia akan menjadi wartawan asing pertama yang diusir sejak koresponden al-Jazeera Melissa Chan dipaksa meninggalkan negara tersebut pada tahun 2012.

Populasi Uighur di China yang secara etnis adalah orang Turki Muslim (45%) dari populasi Xinjiang.

Awal tahun lalu, editor koran milik pemerintah China, Xinjiang Daily, dipecat karena mengkritik kebijakan pemerintah China di wilayah yang didominasi penduduk Muslim Uighur, Xinjiang. [Baca: Editor Xinjiang Daily Dipecat karena Mengkritik Kebijakan Pemerintah China atas Uighur]

Pengawas resmi dari Partai Komunis, menggugat Zhao Xinwei karena dinilai “melakukan pelanggaran kedisiplinan serius”, istilah yang biasanya digunakan untuk merujuk pada korupsi.

Koran Zhao itu meliput kabar seputar wilayah barat China yang kerap mengalami bentrokan mematikan antara aparat kepolisian dan keamanan dengan warga setempat dari etnis Uighur.

Zhao dituding secara tidak patut membahas soal kebijakan-kebijakan Partai Komunis di daerah itu, termasuk soal perang melawan terorisme.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinaMuslimMuslim Uighurxinjiang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ISIS Semakin Kuat, Kata Abu Bakar Al-Baghdadi
Tulisan selanjutnya Pelaku Serangan Paris Samy Amimour Dikuburkan Tanpa Nisan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?