Hidayatullah.com– Setelah mendapatkan intimidasi, dai kondang Ustadz Abdul Somad (UAS) memutuskan untuk sementara waktu tidak berceramah di Jawa Tengah dan Jawa Timur dari bulan September sampai Desember 2018. Ia merasa di dua provinsi itu kurang kondusif.
Ini, kata dia, berawal pada tanggal 17 Juli 2018. Ketika itu, ia diundang ceramah ke Grobogan dan Kudus. Tapi pengajian di Kudus batal karena panitianya tidak siap lantaran mendapat tekanan-tekanan. Sehingga ia hanya jadi ceramah di Grobogan.
Tapi setelah pengajian selesai di Grobogan, UAS baru tahu bahwa rupanya ada puluhan orang yang ditahan polisi karena mau merusak pengajian.
Kemudian pada tanggal 30-31 Juli, ia mendapatkan undangan ceramah di Semarang. Setibanya di bandara, ia disambut oleh TNI dan polisi. Informasi dari Kapolda kepadanya bahwa pengamanannya satu kilometer dari bandara. Pemuda Pancasila juga ikut mengamankan.
“Di dalam perjalanan, saya mikir, ini kita mau ngaji. Bukan mau perang. Saya berpikir kita sudah menyusahkan banyak orang,” tuturnya dalam acara “Fakta” di TVOne kemarin.
Padahal, kata UAS, pengajiannya tak lebih dari tema tentang perbaikan ekonomi umat, pendidikan, dan politik. “Tidak pernah menyebut partai, nomor, nama. Hanya supaya umat ini melek. Itu saja,” akunya.
Selain diundang ke Semarang, ia juga diajak oleh sahabatnya mengisi pengajian ke Jepara. Tapi tiba-tiba batal dan dialihkan ke Masjid Islamic Center di Jakarta.
Berangkat dari kegagalan-kegagalan inilah dan persiapan pengajian yang terlalu melelahkan, UAS akhirnya mengambil kesimpulan bahwa kelihatannya Jawa Tengah dan Jawa Timur kurang kondusif.
“Maka saya pikir untuk sementara kita cooling down dulu,” katanya. “Karena kalau saya jalan terus, ini (jadi) ngajak perang. ‘Wah tentara UAS sedang beraksi. Lihat dia sudah bangkit.’ Memang saya ini Rambo?” ujarnya.* Andi