Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Filipina Deportasi Biarawati Australia Pengkritik Presiden Duterte

Ama Farah
Terakhir diupdate: 5 November 2018 08:33 8:33 am
Ama Farah
Dipublikasikan 5 November 2018 08:33
Bagikan
Patricia Fox, biarawati Australia pengkritik Presiden Filipina Rodrigo Duterte.
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang biarawati asal Australia yang menghabiskan waktu hampir 30 tahun di Filipina untuk kepentingan

misionaris akhirnya dideportasi.

Patricia Fox, 72, membuat marah Presiden Rodrigo Duterte berulangkali dengan mengecam kebijakan kerasnya menangani peredaran narkoba.

Visa misionaris biarawati tua itu diturunkan menjadi visa turis bulan lalu.

Berbicara saat menunggu kepergiannya hari Sabtu (3/11/2018), Fox mengatakan bahwa Duterte harus mendengar “jeritan tangis rakyat kecil,” lapor BBC.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Bukan hanya militer, bukan hanya pengusaha, tetapi juga orang-orang kota yang miskin, para pekerja, serta orang-orang pribumi,” kata Fox kepada orang-orang yang datang ke bandara Manila untuk memberikan dukungan menjelang kepergiannya.

Pada bulan April, Fox sempat ditahan sebentar dengan tuduhan “mengganggu ketertiban umum”. Duterte mengatakan bahwa kritikan-kritikannya terhadap pemerintah merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan negaranya.

Kelompok-kelompok peduli HAM memperkirakan lebih dari 12.000 orang telah terbunuh oleh polisi antinarkoba atau kelompok-kelompok masyarakat yang main hakim sendiri sejak Duterte menduduki kursi kepresiden pada 2016.

Fox mengaku dirinya pernah menemui tahanan-tahanan politik di Mindanao, sebuah pulau di bangian selatan Filipina di mana saat ini diberlakukan darurat militer.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kaledonia Baru Tak Mau Merdeka Lepas dari Prancis
Tulisan selanjutnya KH Rasyid: Koppasandi Bentuk Jihad Politik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Drone Paramiliter Sudan Tewaskan 41 Orang Dekat Perbatasan Ethiopia

Berita
11 Oktober 2026 20:48
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?