Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kaledonia Baru Tak Mau Merdeka Lepas dari Prancis

Ama Farah
Terakhir diupdate: 5 November 2018 08:03 8:03 am
Ama Farah
Dipublikasikan 5 November 2018 08:03
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Para pemilih di Kaledonia Baru, teritori Prancis di kawasan Pasifik, menolak kemerdekaan wilayah itu dari Prancis.

Hasil pemungutan suara menunjukkan 56,4% memilih untuk bertahan sebagai bagian dari Prancis sementara 43,6% merdeka. Jumlah pemilik suara yang menggunakan hak pilihnya mencapai 81%.

Pemungutan suara kemerdekaan itu merupakan hasil kesepakatan tahun 1988, yang kala itu bertujuan mengakhiri keruduhan akibat tuntutan kemerdekaan.

Menanggapi hasil referendum, Presiden Emmanuel Macron mengatakan bahwa hal itu menunjukkan “kepercayaan terhadap Republik Prancis,” lapor BBC Ahad (4/11/2018).

“Saya harus mengatakan betapa bangganya saya bahwa kita akhirnya melewati tahap bersejarah ini bersama-sama,” kata Macron.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Referendum berlangsung damai, meskipun di sejumlah tempat terjadi kerusuhan setelah masa pemungutan suara berakhir.

Dalam kerusuhan yang terjadi, mobil-mobil dibakar dan sebuah toko dibumihanguskan di ibukota Noumea, lapor media lokal. Kantor komisi tinggi mengatakan sejumlah jalan ditutup oleh para pengunjuk rasa.

Kaledonia Baru, yang memiliki kekayaan alam melimpah berupa nikel yang sangat dibutuhkan dalam industri elektronik, dipandang oleh Prancis sebagai aset politik dan ekonomi yang sangat strategis di kawasan Pasifik.

Terletak di sebelah timur Australia, Kaledonia Baru merupakan satu dari 17 “teritori yang tidak memiliki kekuasaan sendiri” yang menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa, di mana proses dekolonisasi belum tuntas.

Sekitar 175.000 orang berhak memberikan suaranya dalam referendum hari Ahad tersebut. Meskipun penduduknya 39,1% merupakan suku penduduk asli Kanak dan 27,1% warga Prancis dari etnis Eropa, tetapi sentimen nasionalisme Prancis di sana cukup kuat. Para pengamat memperkirakan sebagian orang Kanak menolak wilayah itu merdeka dari Prancis. Sepertiga dari total 268.000 penduduk Kaledonia Baru lainnya juga dikabarkan mayoritas menentang kemerdekaan.

Teritori Prancis yang terletak sangat jauh dari negara induknya itu setiap tahun menerima kucuran dana sekitar 1,3 miliar euro dari pemerintah pusat.

Saat berkunjung ke teritori itu pada bulan Mei lalu, Presiden Macron mengatakan bahwa Prancis “akan kurang cantik tanpa Kaledonia Baru.”

Prancis pertama kali mengklaim pulau kecil itu pada tahun 1853 dan dulu pernah menggunakannya sebagai tempat pembuangan orang-orang hukuman.

Pada tahun 1980-an terjadi bentrokan berdarah antara pasukan Prancis dengan orang-orang Kanak. Puncak konflik terjadi ketika separatis Kanak membunuh 4 personel gendarmeri Prancis dan menyandera 23 lainnya di sebuah gua. Serangan balasan yang dilancarkan oleh pasukan Prancis mengakibatkan 19 nyawa orang Kanak melayang, berikut dua anggota tentaranya.

Pada tahun 1988, perwakilan dari kelompok pro dan anti kemerdekaan mencapai kesepakatan untuk mengakhiri kekerasan dan sama-sama setuju referendum kemerdekaan digelar.

Walaupun saat ini kelompok antikemerdekaan unggul, tetapi dua referendum lagi masih bisa digelar sebelum tahun 2022, yang artinya kemerdekaan Kaledonia Baru dari Prancis masih kesempatannya masih terbuka.

Bila pada akhirnya suara kelompok “Ya” lebih unggul dari kelompok “Tidak”, maka Kaledonia Baru akan menjadi teritori ketiga yang melepaskan diri dari Prancis setelah Djibouti (1977) dan Vanuatu (1980).

Saat ini Kaledonia Baru diwakili di parlemen nasional Prancis oleh dua orang deputi dan dua senator.

Di Kaledonia Baru sendiri ada kongras yang berwenang memilih para pejabat untuk menduduki pos-pos di bidang kebijakan, pendidikan dan hukum lokal.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ‘Cinta Negara, Cinta Agama’
Tulisan selanjutnya Filipina Deportasi Biarawati Australia Pengkritik Presiden Duterte

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?