Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ingin Gabung Uni Eropa, Serbia Tersandung Sampah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 3 Maret 2019 22:09 10:09 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 4 Maret 2019 05:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Para pekerja yang menangani sampah di tempat pembuangan sampah (TPS) yang dipenuhi tikus di pinggiran ibukota Beograd menghadapi dua bahaya kesehatan, dari sampah itu sendiri dan dari aliran limbah di kanal yang memasuki badan Sungai Danube.

TPS seluas 2 kilometer persegi di pinggiran ibukota itu menjadi simbol tantangan yang dihadapi Serbia dalam memenuhi target prosedur lingkungan dan emisi gas sebagai syarat masuk persekutuan Uni Eropa. Serbia, yang berencana bergabung dengan UE pada 2025, saat ini memproses kurang dari 10 persen air limbahnya. Dua kota terbesar di Serbia, Beograd dan Novi Sad, membuang air limbah langsung ke dalam Sungai Danube dan Sava dan negara itu memiliki TPS tak teregulasi dalam jumlah terhitung.

Sampah yang belum dikelola dengan baik itu membuka peluang investasi.

“Untuk pengolahan sampah rumah tangga dan beracun kami melihat peluang investasi sekitar 2 miliar euro dan … sekitar 5 miliar euro untuk pengolahan air limbah,” kata Menteri Lingkungan Goran Trivan kepada Reuters (1/3/2019).

Menurutnya, saat ini investasi masih berjalan lambat, tetapi dengan peningkatan di bidang legislasi, “peluang investasi terbuka lebar,” imbuhnya. “Kami harus membangun lebih dari 300 fasilitas pengolahan air limbah.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Serbia mengatakan bahwa negaranya tidak akan dapat memenuhi target lingkungan dan perubahan iklim yang ditetapkan UE dan telah mengajukan masa transisi 11 tahun untuk mengejar target itu jika sudah diterima menjadi anggotanya.

Negara tetangganya Kroasia, yang bergabung dengan UE pada tahun 2013, sudah meminta perpanjangan waktu sampai 2025.

Tahun lalu, lembaga penasihat pemerintah untuk urusan fiskal mengatakan bahwa Serbia harus menginvestasikan 1,3 persen dari GDP-nya untuk mengatasi masalah lingkungan, atau naik dari 0,7 persen saat ini. Kebanyakan negara lain di Eropa bagian tengah dan timur menggunakan sekitar 2 persen GDP untuk anggaran lingkungan hidup.

Target jangka menengah Uni Eropa adalah mendaur ulang 50 persen sampah rumah tangga pada 2020 dan sekitar 65 persen pada 2035, mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPS menjadi kurang dari 10 persen.

Saat ini Serbia hanya mendaur ulang sekitar 3 persen sampah rumah tangga dan paling banyak 40 persen sampah kemasan. Angka itu jauh dari 65 persen yang disyaratkan UE pada tahun 2025, kata Kristina Cvejanov, direktur perusahaan manajemen sampah EkoStarPak di Beograd.

Menurut wanita itu, rakyat Serbia kurang kesadaran dan pengetahuannya soal penanganan sampah. Selain masalah regulasi dan penegakan hukum yang minim, anggaran untuk bidang itu juga sangat kecil. Para pelanggar undang-undang berkaitan dengan sampah dan limbah biasanya melenggang bebas tanpa ada sanksi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KAMMI Tegas Tolak Militer Masuk Kementerian
Tulisan selanjutnya Pakatan Harapan Kehilangan 1 Kursi di Selangor, Najib Razak Populer di Medsos

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Polisi Pakistan Dibom Sedikitnya 11 Nyawa Melayang

Berita
27 September 2026 09:26
Lewat MIHAS, Malaysia Bidik Penguatan Jejaring Halal Dunia
Uni Eropa Menghadapi Krisis Harga Energi
MUI Dorong Percepatan Sertifikasi Halal Program MBG
Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100

Terbaru

  • Mahathir Mohamad Dilarikan ke RS Sehari setelah Istri Meninggal Dunia
  • Gagal Bunuh Petinggi Hamas di Qatar, ‘Israel’ Kembali Tebar Ancaman Pembunuhan
  • Keadilan dan Kemanusiaan di Balik Jeruji Besi
  • Ubah Tradisi, Rektor UNIDA Gontor Ajak Dosen Jadi Magnet Keilmuan Mahasiswa karena Kepakarannya
  • UNIDA Gontor Kukuhkan 4 Guru Besar Baru, Dorong Tradisi Keilmuan
  • Jadi Beban dan Masalah, Malaysia Repatriasi Ribuan Pengungsi dan Migran Myanmar
  • Negara Bagian California Tetapkan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai Hari Libur Resmi
  • Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
  • Teladan Umar bin Khattab Ra. dalam Mengatasi Problem Gratifikasi
  • Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?