Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Jelang Pilpres 2019, UBN Serukan Persatuan Bangsa

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 6 April 2019 14:53 2:53 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 6 April 2019 14:53
Bagikan
Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) menyampaikan pernyataan tegasnya di sebuah masjid tentang serangan bom di tiga gereja di Surabaya, Ahad (13/05/2018).
Bagikan

Hidayatullah.com– Pimpinan AQL Islamic Center Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) menyerukan persatuan bangsa Indonesia. Ia mengatakan, perbedaan agama dan suku seharusnya tidak menjadi masalah lagi dalam perjalanan bangsa saat ini.

Meski berbeda agama, ia meyakini bangsa Indonesia akan bersatu dalam satu narasi kebangsaan, yakni Pancasila.

Jauh hari sebelum pelaksanaan Pemilu 2019, bangsa Indonesia dihadapkan dengan wacana perpecahan dalam memaknai Pancasila. Ironisnya, Pancasila dijadikan alat untuk menyerang lawan politik bahkan mengkonfrontasikan dua kelompok yang seolah berbeda.

UBN mengaku bangga menjadi warga negara Indonesia karena dua hal. Pertama, ia menyatakan Indonesia memiliki para pendiri bangsa yang tegas terhadap penjajahan di muka bumi harus dihapuskan karena tidak sesuai perikemanusiaan dan peri keadilan.

“Dari sisi ini saya bangga sekali bahwa kita merupakan bangsa yang antipenjajahan. Baik dijajah maupun menjajah,” ungkap UBN di Jakarta, Jumat (05/04/2019).

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Baca: UBN Seru Masyarakat Putihkan Jakarta Hadiri Kampanye Prabowo

Alasan kedua, jelas UBN, Pancasila jika dilihat dari Al-Qur’an Surat Ayat 55, Indonesia berpotensi mendapatkan tiga hal. Muslim Indonesia berpeluang menjadi pemimpin, menjadi bangsa besar, dan Allah menjanjikan rasa aman dari ketakutan.

“Selama kita menjalani dua hal yaitu beriman dan amal shaleh, di sinilah Pancasila diaplikasikan,” katanya.

Pertama, keimanan dalam konteks Indonesia adalah keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa yakni Allah Subhanahu wa ta’ala. Tak lupa, UBN juga mengucapkan terima kasih kepada para pendiri bangsa yang telah menempatkan sila ketuhanan di urutan pertama.

“Tetapi, kita juga harus menyempurnakannya dalam bentuk amal shaleh. Saya melihat, amal shaleh yang ditetapkan dari sila kedua sampai kelima adalah amal shaleh kebangsaan yang luar biasa,” ujar UBN.

Setelah menyempurnakan ketauhidan, maka amal shaleh yang kedua adalah menjadi manusia Indonesia yang adil dan beradab. Termasuk, menyebarkan dakwah ke seluruh penjuru Indonesia agar masyarakat berupaya keras menjadi masyarakat yang adil dan beradab.

“Mulai dari rakyat hingga pemimpin. Dari yang paling kecil hingga paling tua,” ucapnya.

Baca: Jelang 7 April, Seruan #PutihkanJakarta di GBK Membahana

Amal shaleh ketiga, sebagai bangsa Indonesia yang majemuk, maka harus dapat mengokohkan kembali persatuan Indonesia tanpa kecuali. Kendati berbeda agama, ia meyakini bangsa Indonesia akan bersatu dalam satu narasi kebangsaan, yakni Pancasila.

Amal shaleh keempat ialah berjuang untuk menegakan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat, kebijaksanaan dan permusyawaratan dalam perwakilan. Jikapun terjadi perbedaan gagasan dan pandangan, maka masyarakat Indonesia dapat kembali merujuk pada sila keempat pancasila.

“Di sinilah narasi politik yang kita bangun. Jangan sampai terpecah belah dan keluar dari sila keempat. Ketika terjadi penyimpangan, kita harus jujur kembali ke khittah kebangsaan,” ungkapnya sebagaimana siaran pers diterima hidayatullah.com.

Amal shaleh kelima yaitu membangun keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Inilah janji Allah, menurut UBN, yang akan diberikan kepada masyarakat Indonesia dan akan membawa peradaban besar ke seluruh dunia.

“Kita dianugerahi pemimpin bangsa yang diilhamkan Pancasila oleh Allah sebagai dasar falsafah negara. Tugas kita adalah merawatnya dengan beriman dan tidak menyekutukan Allah dengan apapun. Semoga Allah jayakan Indonesia dan menjadi bangsa yang besar,” pungkasnya.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:pancasilapersatuanPilpres 2019UBNUstadz Bachtiar Nasir
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Isi Lengkap Surat Terbuka Dewan Da’wah kepada Yusril
Tulisan selanjutnya GBK Berbenah Menyambut Kampanye Prabowo-Sandi Besok

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon

Berita
17 Oktober 2026 09:35
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?